Belgia Larang Perjalanan Wisata hingga Maret 2021

Salsabila Jihan, Jurnalis · Minggu 24 Januari 2021 12:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 24 406 2349779 belgia-larang-perjalanan-wisata-hingga-maret-2021-yN7va34OZp.JPG Suasana Kota Brugge, Belgia (Foto: Instagram/@kevinrawalsh)

DI TENGAH maraknya temuan Covid-19 varian baru, Belgia melarang penduduknya untuk berlibur ke luar negeri hingga Maret 2021 untuk membatasi penyebaran virus corona dan menghindari adanya gelombang ketiga dari kasus pandemi mematikan tersebut.

Perdana Menteri Alexander De Croo mengatakan, pemerintah telah memutuskan untuk melarang perjalanan wisata ke atau keluar Belgia terhitung pada 27 Januari hingga 1 Maret 2021 mendatang.

Belgia ingin menghindari terulangnya kasus serupa saat musim dingin lalu, yaitu ketika orang Belgia pergi berlibur bermain ski di Alpen atau pada saat liburan Natal dan Tahun Baru. Saat itu mereka mengabaikan imbauan pemerintah dan melakukan perjalanan ke luar negeri.

Baca juga: Arab Saudi Cabut Larangan Perjalanan Wisata, Syaratnya Ketat

Akibatnya, saat sekitar 160.000 penduduk kembali dari liburannya, mereka turut membawa virus Covid-19 ke negaranya.

"Ketika orang bepergian, virus ikut menempel dengan mereka. Kami juga telah melihat dari sampel tes, orang yang melakukan perjalanan lebih berpotensi membawa virus dibandingkan mereka yang tidak melakukannya," ungkap De Croo menyitir laman Hindustan Times.

Namun, masyarakat masih bisa melintasi perbatasan untuk bekerja atau dalam hal urusan perawatan medis.

Perdana Menteri De Croo melanjutkan, Belgia merupakan salah satu negara di Eropa dengan tingkat penularan virus yang paling rendah. Akan tetapi, bahaya dari virus tersebut tetap menghantui dan tindakan pencegahan harus tetap disesuaikan untuk menghindari masuknya gelombang ketiga virus itu.

Negara itu juga akan memperketat aturan bagi orang-orang yang datang dari Inggris, Afrika Selatan, atau Amerika Selatan, di mana lebih banyak kasus virus varian baru ditemukan. Wisatawan yang datang dari negara-negara tersebut diwajibkan untuk karantina selama 10 hari.

Dirinya memberi secercah harapan kepada para penata rambut dan salon. Kemungkinan mereka akan diizinkan kembali untuk membuka usaha mereka pada 13 Februari, tetapi dengan aturan yang jauh lebih ketat sesuai dengan keputusan yang dikeluarkan pada 5 Februari mendatang.

Baca juga: Wisatawan Kunjungi New York Wajib Karantina Mandiri 14 Hari

Kafe dan restoran di Belgia tutup sejak pertengahan Oktober 2020 lalu, namun lain halnya dengan semua toko dan sekolah yang masih bisa tetap buka.

Belgia pernah tercatat sebagai salah satu negara dengan kasus Covid-19 tertinggi di dunia, yaitu memiliki hampir 700.000 kasus dan lebih dari 20.000 kematian.

Namun saat ini, Belgia memiliki tingkat penularan yang lebih rendah daripada negara tetangganya dan telah terbebas dari pembatasan total (lockdown), yang sebelumnya dilakukan negara lain semisal Inggris, Belanda, dan Jerman.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini