Menakjubkan! Gurun Sahara Diselimuti Salju, Begini Penampakannya

Muhammad Ali Hafizhuddin, Jurnalis · Minggu 24 Januari 2021 11:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 24 406 2349783 menakjubkan-gurun-sahara-diselimuti-salju-begini-penampakannya-jn9xsyFuSZ.JPG Gurun sahara tertutup salju dan es saat cuaca ekstrem (Foto: Instagram/@kaaarimo)

SEBAGIAN negara pernah mengalami musim salju akibat perubahan suhu ekstrem yang terjadi. Namun, siapa sangka jika ternyata gurun pasir yang terkenal gersang dan panas bisa juga tertutup oleh salju.

Nah, belum lama ini, dunia dikejutkan oleh fenomena langka terkait Gurun Sahara. Gurun Sahara, gurun panas terbesar di dunia, yang menutupi sebagian besar Afrika Utara, telah tertutup oleh salju setelah suhunya yang turun hingga minus 2 derajat Celsius.

Melansir laman News18, fenomena langka itu direkam oleh fotografer lokal Karim Bouchetata, yang menunjukkan selimut salju telah menutupi area dekat kota gurun Ain Sefra di Aljazair pada 13 Januari lalu, hingga viral di media sosial.

Baca juga: Wisata Gurun Pasir, Pilihan Sempurna Liburan Musim Dingin di Arab Saudi

Suhu di sana turun menjadi minus 2 derajat Celsius, di mana suhu ini merupakan penurunan suhu yang sangat langka pada sebuah gurun.

Gurun Sahara Bersalju

(Foto: Instagram/@kaaarimo)

Ain Sefra, juga dikenal sebagai 'pintu gerbang ke gurun', terletak 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan dikelilingi Pegunungan Atlas. Meski jarang terjadi, namun ini bukan pertama kalinya salju turun di Gurun Sahara.

Sudah menjadi fakta umum bahwa gurun memiliki kondisi cuaca ekstrem. Pada malam hari, udara kering kehilangan panasnya dengan lebih cepat daripada udara lembab.

Baca juga: Riyadh Oasis Dimulai, Wisatawan Bisa Rasakan Liburan Mewah di Tengah Gurun Pasir

Angin bergerak searah jarum jam di sekitar area bertekanan tinggi di belahan bumi Utara, menarik udara Artic yang dingin. Meski jarang, tetapi itu bukan berarti tidak mungkin dan masyarakat dunia sudah menyaksikannya secara nyata.

Sebuah formasi bertekanan tinggi di Eropa, menyebabkan udara dingin dari Artic ditarik ke bawah, menuju ke Eropa selatan dan mendarat di Gurun Sahara. Udara dingin ini kemudian naik ke permukaan Ain Sefra, yang berujung pada turunnya salju.

Semakin tinggi formasi tekanan, maka semakin jauh ke selatan udara dapat bergerak. Namun, sebuah laporan dari Global Citizen menyatakan bahwa perubahan pola cuaca global juga dapat menjadi efek dari pemanasan global dan perubahan iklim.

"Situasi seperti itu, termasuk hujan salju di Sahara, musim dingin yang lama di Amerika Utara, cuaca yang sangat hangat di bagian Eropa Rusia, dan hujan berkelanjutan yang memicu banjir di negara-negara Eropa Barat, telah sering terjadi," ungkap Kepala Layanan Federal Rusia untuk Hidrometeorologi dan Pemantauan Lingkungan, Roman Vilfand.

Gurun Sahara Bersalju

(Foto: Instagram/@kaaarimo)

Menurut laporan NY Post, para peneliti yang mempelajari perubahan curah hujan di wilayah Sahara, menemukan perubahan iklim telah menyebabkan perubahan suhu pada gurun yang signifikan selama seabad terakhir.

Suhu tahunan rata-rata pada gurun sekitar 30 derajat Celsius, sedangkan suhu terpanas yang pernah tercatat adalah 58 derajat Celsius. Adapun Januari, ialah salah satu bulan terdingin di Ain Sefra, dengan suhu rata-rata 14 derajart Celsius.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini