Share

Remaja Cantik 18 Tahun Dijebloskan ke Penjara karena Langgar Aturan Karantina

Dinny Ayu Anggarda Paramitha, Jurnalis · Senin 25 Januari 2021 02:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 24 406 2349991 remaja-cantik-18-tahun-dijebloskan-ke-penjara-karena-langgar-aturan-karantina-bp2e6irFJo.JPG Remaja 18 tahun, Skylar Mack dibui karena melanggar aturan karantina (Foto: ABC7)

SEORANG remaja berusia 18 tahun, Skylar Mack dijatuhi hukuman dua bulan penjara lantaran melanggar aturan karantina kesehatan.

Melansir dari lama ABC7News, remaja asal Georgia itu ditahan di Kepulauan Cayman karena ulahnya mengabaikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Ia pun telah meminta maaf atas apa yang dilakukannya.

"Itu adalah keputusan yang egois. Tidak ada alasan saya untuk meminta Anda dapat memberikan saya kesempatan kedua. Saya tidak berharap siapapun untuk memaafkan saya, tetapi saya ingin mereka setidaknya membiarkan saya dapat menunjukkan saya benar-benar belajar dari hal ini," ucapnya saat diwawancara GMA.

Mack melakukan perjalanan ke Pulau Karibia pada 27 November 2020 dan sesuai aturan pulau, diharuskan melakukan karantina selama 14 hari.

Baca juga: Pelancong dari Luar Amerika Wajib Karantina Sepekan

Namun setelah dua hari diisolasi dan hasil tes Covid-19 menunjukkan hasil negatif, Mack melepaskan monitor pergelangan tangannya dan melanggar aturan karantina untuk menyaksikan kekasihnya yang merupakan seorang pemain ski jet profesional mengikuti perlombaan.

"Itu adalah keputusan yang disengaja, saya tidak bisa memberi Anda alasan bagus untuk itu," kata Mack.

Kekasih Mack, Vanjae Ramgeet (24) juga dituding telah membantu dan bersekongkol dengannya sehingga ditahan meski awalnya hanya dikenakan denda dan menjalani 40 jam kerja pelayanan masyarakat.

Baca juga: Pramugari Ini Dihujat Netizen Usai Berbagi Tips Minum di Pesawat

Namun keputusan akhir menentukan bahwa pasangan itu harus menghabiskan waktunya selama dua bulan di penjara dan dihukum kerja sosial selama 32 hari.

"Saya pantas mendapatkannya. Saya seperti, 'Anda tahu saya membuat kesalahan ini dan itu menyebalkan, Anda tahu, tapi Anda melakukannya sendiri," sesal Mack.

Hingga kini, Mack belum pernah dinyatakan positif Covid-19, namun ia berkomitmen jika hal buruk terjadi, maka ia akan bertanggung jawab.

"Saya tidak akan pernah bisa hidup dengan diri saya sendiri, mengetahui bahwa saya bisa menjadi alasan seseorang bisa (sakit) itu juga menyakitkan saya."

Sementara itu, keluarga Mack dilaporkan bahagia karena kondisinya aman dan telah kembali ke Amerika.

"Saya mendapat telepon pertama, saya pikir, yang mengatakan bahwa dia dalam masalah. Pacarnya menelepon ketika pihak berwenang sedang berbicara dengannya," kata neneknya.

"Kamu mungkin bisa mendengarnya. Dia terus berkata, 'tolong jangan marah padanya. Tolong jangan marah padanya.' Dan aku seperti, 'dia tahu yang terbaik'," ucap nenek Mack.

"Ini sangat melegakan karena akhirnya aku bisa tidur dengan tenang. Memang agak sulit untuk tidur ketika seseorang yang sangat kau cintai (dalam masalah) hingga tidak tidur, dan bahwa mereka tidak nyaman. Aku tahu dia gadis yang tangguh tapi dia pasti juga takut," tuntasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini