Miris! Restoran dan Hotel di DIY Terpaksa Jual Properti di Situs Online

Senin 25 Januari 2021 11:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 25 406 2350231 miris-restoran-dan-hotel-di-diy-terpaksa-jual-properti-di-situs-online-0u8lt9Sppn.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

SEJUMLAH hotel dan resto di DIY tidak mampu beroperasi kembali akibat pandemi Covid-19. Akibatnya, properti mereka ditawarkan di situs jual beli daring.

Diungkapkan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono, sebanyak 30 hotel dan resto saat ini sudah tidak mampu lagi beroperasi. Kemudian ada 200 tutup, namun masih mungkin beroperasi kembali, dan 170-an hotel resto yang masih operasi namun harus menekan biaya operasional.

“Harus merumahkan beberapa karyawan yang masih beroperasi itu,” ucap Deddy, Minggu 24 Januari 2021.

Untuk hotel yang sudah tidak bisa beroperasi tersebut, mulai dari hotel non-bintang hingga hotel bintang empat. Sejumlah hotel juga ada yang telah dijual propertinya. Namun, Deddy enggan menyebutkan hotel-hotel mana saja yang telah dijual.

Baca Juga: Viral Foto Taman Rekreasi di Surabaya yang Mulai Rata dengan Tanah

Deddy mengungkapkan kondisi sekarang dengan perpanjangan masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) atau Pengetatan secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) di Jogja, membuat kondisi hotel dan resto kian terpuruk. Rata-rata okupansi hotel di DIY saat ini hanya pada kisaran 10,5%.

Untuk bertahan, Deddy mengatakan hotel-hotel menawarkan paket promo staycation, paket pernikahan dengan protokol kesehatan, dan paket sepeda wisata, dan berbagai promo lainnya.

 

Pihaknya mengharapkan ada solusi dari masalah yang dihadapi pelaku wisata saat ini. Relaksasi yang dulu pernah diterima oleh pihak hotel, dapat dilanjutkan kembali. Seperti pengurangan tarif pajak yang dibebankan ke tamu 10% diharapkan bisa menjadi 5%. Dengan begitu diharapkan tamu tidak keberatan, dan pengelola hotel juga tidak keberatan.

“Kemudian BPJS pegawai kami masih nanggung walaupun dirumahkan. Jadi dilematis yang dulu mencangkan mengikrarkan, ekonomi kesehatan bareng. Sekarang ekonomi kok dikorbankan, pergerakan manusia itu jadi kunci pariwista,” ucapnya.

Dia mengungkapkan selama ini pihaknya melalui Satgas Covid-19 PHRI DIY juga sangat ketat menerapkan protokol pencegahan Covid-19, bagi anggota. Menurtnya pembatasan gerak masyarakat ini tidak menjadi solusi saat ini, akan lebih baik menurutnya jika pemerintah tegas untuk menindak pelaku usaha termasuk hotel yang tidak menerapkan protokol pencegahan Covid-19.

Baca Juga: Baduy Nol Kasus Covid-19, Simak Yuk 7 Keunikannya!

Dilansir dari Harian Jogja, di situs jual beli properti daring. Seperti Lamudi sejumlah hotel memang ditawarkan baik dari non bintang hingga hotel bintang 4 dijual. Harga yang ditawarkan juga beragam, ada yang mencapai ratusan miliar.

Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY, Bobby Ardianto Setyo Aji mengatakan dampak pandemi saat ini dirasakan oleh semua industri pariwisata. Harapan industri pariwisata yang sempat kembali naik, menjelang akhir tahun pun kembali turun. “Menjelang akhir tahun itu drop lagi karena kebijakan Antigen itu. Kemudian ini ditambah PSBB Jawa Bali, nanti disusul sudah masuk bulan puasa, jadi ya sangat berat kondisi pariwisata saat ini,” ucap Bobby.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini