6 Turis Dideportasi dari Indonesia, Salah Satunya Lee Jong Suk

Salsabila Jihan, Jurnalis · Senin 25 Januari 2021 19:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 25 406 2350403 6-turis-dideportasi-dari-indonesia-salah-satunya-lee-jong-suk-73h4Sm1Hvf.jpg Lee Jong Suk. (Foto: CeCi)

PENDEPORTASIAN sejumlah turis asing di Indonesia sedang santer dibicarakan beberapa waktu belakangan ini. Penyebabnya mulai dari promosi di media sosial hingga melakukan aksi nekat yang merugikan banyak pihak.

Namun aksi-aksi turis asing yang bikin geleng-geleng kepala, hingga akhirnya mereka dideportasi ternyata bukan pertama kalinya di Indonesia. Sepanjang tahun 2020 saja sudah sejumlah WNA yang dideportasi karna melanggar aturan yang telah diterapkan oleh imigrasi.

Nah, Okezone telah rangkum turis asing yang bikin dirinya dideportasi dari Indonesia.

Sergey Kosenko

sergey

Seorang bule asal Rusia, Sergey Kosenko yang sempat viral karena ulahnya menceburkan diri bersama teman wanitanya dengan menggunakan sepeda motor yang ditungganginya ke perairan sekitar Pelabuhan Tanah Ampo, Karangasem, Bali pada Desember 2020 lalu akhirnya resmi dideportasi.

Menurut hasil pemeriksaan, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Bali Jamaruli Manihuruk mengungkapkan Sergey Kosenko terbukti menggelar pesta dengan mengabaikan protokol kesehatan di kawasan Badung.

Selain itu, Sergey Kosenko diketahui juga melakukan kegiatan ilegal seperti menjadi duta yang mewakili kegiatan dari perusahaan tertentu, mengundang investor untuk kepentingan bisnisnya dan bekerja sebagai marketing untuk mempromosikan produk perusahaan tertentu.

Hal tersebut tidak sesuai dengan persetujuan telex visa B211B di bawah seorang penjamin dari sebuah PT. Sehingga patut diduga Sergei Kosenko telah melakukan pelanggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122 huruf a juncto Pasal 123 huruf b Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Sergey resmi dideportasi pada Minggu, 24 Januari 2021. Ia meninggalkan Pulau Dewata menuju Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, menggunakan penerbangan Garuda Indonesia dan dijadwalkan meninggalkan Indonesia dan langsung menuju Dubai, Uni Emirat Arab untuk selanjutnya pulang ke Rusia.

Baca Juga: 153 WN China Dikarantina Setiba di Bandara Soekarno-Hatta

Kristen Gray

kristen

Sebelum kabar pendeportasian Sergey, Kristen Antoinete Gray dan kekasihnya, Saundra Michelle Alexander lebih dulu meninggalkan Bali menuju ke negara asalnya.

Setelah cuitannya yang mengajak warga asing lain untuk eksodus ke Bali di masa pandemi viral di Twitter, tak butuh waktu yang lama, Gray dan Saundra langsung dideportasi oleh imigrasi Bali pada Rabu, 20 Januari 2021 malam.

Kristen Gray awalnya datang ke Bali untuk berwisata. Pandemi Covid-19 membuatnya tak bisa kembali ke negara asal dan memilih tinggal di Pulau Dewata, tapi ia malah bikin heboh.

Kepala Kanwil Kemenkumham Bali Jamaruli Manihuruk mengatakan, Kristen Gray dideportasi karena melakukan sejumlah pelanggaran. Ia membeberkan jenis pelanggarannya.

Sangkaan pertama pada Kristen Gray, yaitu cuitannya di akun Twitter @kristentootie yang mengajak WNA untuk pindah ke Bali saat pandemi Covid-19.

Sangkaan informasi meresahkan lainnya, terkait cuiatan tentang kemudahan akses masuk ke wilayah Indonesia pada masa pandemi melalui agen yang direkomendasikan. Gray juga membuat pernyataan kontroversi tentang lesbian, gay, biseksual, transgender dan queer (LGBTQ). Ia menyebut Bali nyaman buat LGBT.

Ia dan pasangannya dideportasi melalui Bandara Ngurah Rai mengggunakan pesawat Citilik tujuan Jakarta pukul 20.50 Wita. Selanjutnya diterbangkan ke negara asalnya melalui Tokyo menggunakan pesawat American Airlines pukul 06.30 WIB.

Pendeportasian dua warga Amerika Serikat ini dikawal empat petugas Imigrasi Bali, untuk memastikan keduanya menaiki pesawat keluar dari Indonesia.

Mikhail Bondarek

Mikhail Bondarek beserta Ekaterina, dan anaknya yang masih balita dideportasi pada Mei 2020 lalu karena ketahuan mengamen di Pasar Kebon Roek, Mataram. Aksinya tersebut sempat terekam kamera dan menjadi viral.

Ia mengaku, aksinya tersebut untuk mengumpulkan uang guna memenuhi keberlangsungan hidupnya di Indonesia di tengah pandemi ini. Mereka diketahui tinggal di sebuah rumah singgah di kawasan Senggigi, Lombok Barat dan sempat berlibur ke Bali.

Kasubsi Penindakan Kantor Imigrasi Kelas I Mataram, Reza Muliawan mengatakan, pasutri tersebut merupakan turis backpacker yang sering mengunjungi tempat-tempat wisata di seluruh dunia.

Ketiga WN Rusia tersebut tinggal di Indonesia menggunakan Bebas Visa Kunjungan lewat Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Riau pada Maret 2020, lalu berlibur ke Bali dan menyewa sebuah sepeda motor. Karena merasa biaya hidup di Bali cukup mahal, akhirnya mereka datang ke Lombok sekitar minggu ketiga bulan April 2020.

Untuk izin tinggal, ia tidak menyalahi aturan. Namun aktivitasnya tersebut mengganggu ketertiban umum sehingga mendapatkan tindakan administratif keimigrasian.

Keluarga tersebut akhirnya dipulangkan ke Rusia melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali pada 3 Mei 2020. Sebelumnya, petugas imigrasi setempat mengantar mereka ke Bali lewat Pelabuhan Lembar. Akhirnya mereka dikembalikan ke Rusia menggunakan fasilitas yang diberikan Konsulat Kehormatan Rusia di Denpasar, Bali.

Baca Juga: Bule Rusia Viral Buang Motor ke Laut Dideportasi, Niluh Djelantik: Bye Sergey!

Eros Ferrari

Turis asing asal Italia ini dideportasi ke negara asalnya karena membuka konsultasi spiritual online di wilayah Indonesia tanpa izin. Diketahui, Eros Ferrari tinggal di wilayah Ubud, Gianyar.

Melansir Antara, Kepala Sub Bagian Humas dan Reformasi Kanwil Kemenkumham Bali I Putu Surya Dharma, Eros Ferrari dikenakan Tindakan Administratif Keimigrasian No. W20.IMI.FSR.GR.02.02 - 2257 berupa deportasi dan penangkalan karena telah melakukan pelanggaran keimigrasian sesuai dengan Pasal 122 ayat 1 juncto Pasal 75 ayat (1) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian karena yang bersangkutan melakukan aktivitas membuka konsultasi spiritual online di Indonesia.

Pendeportasiannya tersebut dilakukan pada 14 Agustus 2020 melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menuju ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta dengan penerbangan Citilink. Lalu dilanjutkan dengan menggunakan Turkish Airlines dengan tujuan Venice, Italia.

Yang Jihye

Yang Jihye merupakan buronan asal Korea Selatan yang juga seorang pendiri judi online. Ia dideportasi Imigrasi Ngurai Rai dari Bali pada 3 November 2017.

Kepala Imigrasi Ngurah Rai, Ari Budijanto menjelaskan bahwa DPO tersebut terlibat kasus pendirian situs judi olahraga ilegal. Pada proses deportasi, tersangka dikawal 8 orang dari Polda Bali dengan senjata lengkap dan dijemput oleh tiga polisi dari Korea Selatan. Karena pelanggarannya, tersangka dicari oleh Badan Kepolisian Metropolitan Busan dengan sebuah Arrest Waran

Dikabarkan sebelumnya, pada 5 Mei 2015 tersangka Tersangka Yang Jihye beserta rekan lainnya membuka dan mendirikan situs perjudian olahraga ilegal yang disebut "CAB" dengan server dan kantor pusat yang berada di Weihai, Shandong, China, kemudian pindah ke Taiwan. Lalu, dia membuka kantor pusatnya pada 9 Desember 2015. Para tersangka telah mempunyai sekira 20.000 orang pegawai yang tergabung dengan "CAB" yang bertugas mengurus judi online pertandingan olahraga.

Yang Jihye diberangkatkan dari Bandara I Gusti Ngurah Rai ke Korea Selatan menggunakan pesawat Korean Airlines dengan tujuan Denpasar-Incheon, Seoul, Korea Selatan.

Baca Juga: Sergey Kosenko Dideportasi, Teman Wanitanya Asyik Nikmati Sunset di Pantai Bali

Lee Jong Suk

lee

Aktor ternama asal Korea Selatan ini sempat dideportasi dari Indonesia karena dianggap menyalahi perizinan visa. Hal ini tentunya menyisakan kesedihan bagi para penggemarnya. Namun, Lee Jong Suk masih bisa kembali ke Indonesia.

"Kemungkinan untuk bisa berkunjung ke Indonesia itu ada. Tinggal bagaimana urusan yang bersangkutan dengan pihak kedutaan. Kalau semisal bulan depan mau kembali lagi bisa, asalkan semua sesuai dengan perizinan dan melakukan prosedur secara benar,” jelas Kepala Bagian Humas dan Umum Direktorat Jenderal Imigrasi yakni Theodorus Simarmata beberapa waktu lalu kepada Okezone.

Penyalahgunaan izin visa menjadi masalah dasar bagi pihak imigrasi. Lee Jong Suk dan tim sendiri diketahui menggunakan Visa on Arrival (VoA) di mana visa tersebut tidak bisa digunakan untuk kegiatan bisnis. Visa tersebut hanya bisa digunakan untuk keperluan pribadi, seperti kunjungan atau liburan.

“Kalau mereka bilang sejak awal interview akan melakukan kegiatan show business, pasti akan langsung dipulangkan dan tidak diberikan VoA itu. Atau lebih baiknya, jika memang sudah tahu akan ada pekerjaan di luar negeri, harus mengurus visa di kedutaan asal Negara,” jelas Theo.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini