Warga Kanada Dilarang Liburan, 50.000 Tiket Perjalanan International Dibatalkan

Violleta Azalea Rayputri, Jurnalis · Selasa 26 Januari 2021 06:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 25 406 2350641 warga-kanada-dilarang-liburan-50-000-tiket-perjalanan-international-dibatalkan-mabLrstTD9.jpg PM Kanada Justin Trudeau (Reuters)

PERDANA Menteri Kanada Justin Trudeau meminta warganya tetap berada di rumah dan tidak liburan terutama ke luar negeri, karena kasus COVID-19 sedang meningkat di negara itu. Bagi yang sudah merencakan liburan diminta membatalkannya.

“Seharusnya tidak ada yang berlibur sekarang. Jika Anda sudah punya rencana, batalkan saja," kata Justin Trudeau seperti dilansir dari CTV News, Selasa (25/1/2021).

Baca juga: Belgia Larang Perjalanan Wisata hingga Maret 2021

"Jika Anda berpikir untuk bepergian ke seluruh negeri untuk liburan musim semi, sekarang bukan waktunya," lanjutnya.

Media berbahasa Inggris berbasis di Kanada itu melaporkan, pemerintah mendesak warganya tetap tinggal di rumah untuk membantu menahan penyebaran COVID-19.

Pemerintah juga mendesak siapa pun yang telah memesan tiket perjalanan untuk agenda yang tidak penting agar membatalkannya.

Menteri Kesehatan Kanada Federal Patty Hajdu mengatakan, sudah ada 50.000 tiket perjalanan yang dibatalkan, sebagai bukti kesadaran warga atas kondisi negara.

"50.000 pembatalan (untuk perjalanan internasional) menunjukkan bahwa orang-orang memahami bahwa ini adalah situasi sulit yang dihadapi Kanada saat ini," kata Hajdu.

Saat ini, bepergian ke berbagai negara sangat ketat aturannya. Salah satunya wajib menunjukkan hasil negatif tes PCR dan melakukan karantina.

Baca juga: Pariwisata Sri Lanka Kembali Dibuka untuk Turis Asing, Begini Syarat Masuknya

Presiden Amerika Serikat Joe Biden juga memasukkan aturan perjalanan baru. Nah, untuk masuk ke Amerika Serikat Anda memerlukan hasil tes COVID negatif dan harus karantina 14 hari.

Ketika Anda kembali ke Kanada, Anda juga memerlukan hasil tes negatif dan juga harus dikarantina selama 14 hari. Martin Firestone dari Travel Secure percaya jika perjalanan semakin sulit, orang hanya akan tinggal di rumah.

“Mereka menempatkan semua lapisan ini hanya untuk satu alasan dan itu untuk menghalangi Anda atau mengurangi insentif Anda untuk bepergian,” kata Firestone.

Saat vaksin diluncurkan untuk melawan virus, suntikan tidak akan mengubah aturan saat bepergian.

“Dari perspektif asuransi, mereka tidak peduli jika Anda sudah mendapatkan vaksin. Dari sudut pandang pemerintah, mereka tidak peduli jika Anda sudah divaksin. Semua aturannya sama apakah Anda sudah memilikinya atau tidak, "kata Firestone.

Secara hukum, pemerintah tidak dapat memaksa warga Kanada untuk tidak bepergian, namun Perdana Menteri mengatakan pembatasan yang lebih kuat dapat diterapkan jika perlu.

Trudeau mengatakan pemerintah federal juga mempertimbangkan karantina wajib di hotel untuk pelancong yang kembali.

Pemerintah telah mengamankan kamar hotel di sekitar bandara terbesar Kanada dan telah menghabiskan jutaan dolar untuk kamar hotel bagi orang-orang yang mengatakan mereka tidak punya tempat lain untuk karantina.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini