Travel Bubble di Bali Masih Sebatas Wacana

Dewi Kania, Jurnalis · Selasa 26 Januari 2021 17:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 26 406 2351175 travel-bubble-di-bali-masih-sebatas-wacana-kHLSGZaD3M.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

PADA 2020 memang pemerintah sempat ada wacana membuat travel bubble di Bali. Namun hingga saat ini belum terealisasi karena tingginya angka kurva wabah Covid-19.

Direktur Pemasaran Regional I Kemenparekraf Vinsensius Jemadu mengatakan, Bali menjadi ibu kotanya pariwisata Indonesia dan selalu menjadi magnet turis. Karena itu perlu dipantau semaksimal mungkin.

Baca Juga: Sandiaga Uno Pindah Kantor dari Jakarta ke Bali, Ini Alasannya

bali

"Pak Wayan Koster menunda dulu, kita lihat negara lain bordernya untuk Indonesia. Dari hasil survei pasar luar negeri mereka betapa ingin pegi ke Bali. Lalu Pemda Bali mempertimbangkan kesehatan masyarakat Bali itu nomor 1, lalu membuka travel border Bali itu ditunda," katanya saat webinar, Selasa (26/1/2021).

Sementara waktu, sebut Vinsensius, Kemenparekraf saat ini melakukan benchmark ke New Zealand. Menurutnya, penanganan manajemen Covid-19 di sana bagus dan baru ada 4 pasien Covid-19, langsung menerapkan lockdown.

"Artinya betapa concern New Zealand ini, ada travel bubble, apalagi di Bali, yang saat itu pasien Covid-19 sangat signifikan," terangnya.

Baca Juga: Menparekraf Sandiaga Uno Ajak Milenial Jadi Pionir Pariwisata Berkelanjutan

Sebelumnya, dikatakan bahwa Menparekraf Sandiaga Uno ingin berkantor di Bali dalam waktu dekat. Ia ingin fokus memantau perkembangan pariwisata Bali sebelum membuka travel border.

"Mengambil kebijakan seperti ini dengan re-okupansi menerima wisatawan dalam negeri atau luar negeri," pungkas Vinsensius.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini