Jual Makanan, Cara Maskapai Penerbangan Jepang Bertahan di Tengah Pandemi

Salsabila Jihan, Jurnalis · Rabu 27 Januari 2021 07:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 26 406 2351246 jual-makanan-cara-maskapai-penerbangan-jepang-bertahan-di-tengah-pandemi-rn7aOdzYQd.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

MASKAPAI penerbangan Jepang menemukan kesuksesan dalam penjualan makanan yang biasanya disajikan dalam penerbangan. Makanan tersebut mereka jual kepada traveler yang tidak dapat terbang ke luar negeri, namun ingin tetap menikmati makanan pesawat di tengah pandemi virus baru Covid-19.

Misalnya saja maskapai penerbangan All Nippon Airways Co. (ANA). Mereka telah tiga kali menjual makanannya secara online sejak Desember 2020 sehingga para pemesannya dapat menikmati santapannya di rumah. Semua makanannya terjual habis dalam beberapa hari saja dan mereka berencana menambah hidangan baru ke menu mereka pada 26 Januari 2021.

Lain halnya dengan maskapai Japan Airlines Co. (JAL) yang menyajikan makanan dalam penerbangan mereka di sebuah restoran dekat Bandara Internasional Narita di Prefektur Chiba, timur Tokyo, bahkan mereka juga mulai menjualnya ke luar negeri pada Januari untuk pertama kalinya.

Maskapai penerbangan ANA menjual berbagai jenis makanan yang mereka sediakan di kelas ekonomi dalam penerbagan internasionalnya dua kali pada Desember 2020, dengan total 1.200 pemesanan atau sekitar 14.400 makanan hanya dalam beberapa hari.

jal

Baca Juga: 5 Destinasi Wisata Populer Yordania, Keajaiban Dunia hingga Lokasi Syuting Film Hollywood

Tiga jenis hidangan utama untuk Tahun Baru dan tiga jenis hidangan lokal donburi yang mulai dijual pada 18 Januari lalu dengan total 2.000 set atau 24.000 makanan terjual habis hari pada berikutnya.

Karena kepopularitasan mereka, seorang perwakilan maskapai ANA berkomentar, "Pelanggan ingin menikmati pengalaman luar biasa yang biasanya mereka temukan di pesawat."

Melansir The Mainichi, ANA akan mulai menjual berbagai macam makanan Barat dan Jepang pada 26 Januari. Masing-masing makanannya dihargai 9.000 yen atau sekitar Rp 1,2 juta, termasuk 12 makanan yang terdiri dari tiga jenis hidangan.

Untuk menu Baratnya terdiri dari berbagai jenis olahan daging sapi dan makanan laut dengan cita rasa kemangi yang direbus dengan saus tomat. Sedangkan untuk menu Jepangnya terdiri dari bento sukiyaki sapi lengkap dengan nasinya, ayam goreng dan sayuran, serta ikan daging putih teriyaki.

Selain itu, mereka menjual kari dengan potongan ayam dan sayuran yang disajikan di lounge khusus penerbangan internasional di Bandara Internasional Narita, Haneda, dan Kansai. Mereka juga mulai untuk menjual piring, cangkir, dan piring yang ada dalam penerbangan mereka dan berencana untuk menjual beberapa fasilitas yang tersedia dalam penerbangan, termasuk seprai.

Dengan mendiversifikasikan bisnisnya di tengah penurunan pendapatan mereka, harapannya ini dapat menopang pendapatan mereka.

Sedangkan JAL, merupakan maskapai pertama yang menjual makanan dalam penerbangan mereka dengan menyajikannya di restoran pertanian Dining Port Goryokaku di Narita, Prefektur Chiba yang dimulai pada Juli 2020, sebelum mereka menawarkannya di Roadside Station Tako Ajisai-kan pada Desember lalu.

Baca Juga: Rasakan Sensasi Menyantap Seafood Sambil Nikmati Sunset

Maskapai penerbangan ini juga menjual makanan di sebuah restoran di Bandara Chubu, Jepang Tengah. Mereka hanya menyajikan kari daging sapi di lounge Bandara Narita dan Haneda yang mulai dijual secara online pada Agustus di tahun yang sama dan terjual habis dalam waktu empat bulan.

JAL menjual dua jenis hidangan yang biasanya mereka sajikan dalam penerbangan, yaitu salmon panggang dengan kacang kedelai fermentasi atau miso, serta ayam dan telur yang dimasak bersamaan di sebuah restoran di Singapura pada Januari 2021 untuk waktu yang terbatas.

Ini akan menjadi upaya pertama mereka untuk menjual makanannya ke luar negeri. Mereka ingin orang-orang tetap mengingat betapa menyenangkannya penerbangan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini