Naik Kereta Api Penumpang Boleh Tes Covid-19 Pakai GeNose

Rizka Diputra, Jurnalis · Selasa 26 Januari 2021 22:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 26 406 2351329 naik-kereta-api-penumpang-boleh-tes-covid-19-pakai-genose-qfMhD3v4Vl.jpg Para penumpang kereta api kini boleh tes Covid-19 menggunakan metode GeNose (Foto: PT KAI)

PELANGGAN kereta api jarak jauh kini diperbolehkan menunjukkan surat keterangan negatif Covid-19 melalui pemeriksaan GeNose terhitung sejak 26 Januari hingga 8 Februari 2021.

Para calon penumpang juga tetap diharuskan membawa hasil rapid test antigen yang menyatakan negatif Covid-19 sebagai syarat kesehatan bagi mereka yang hendak melakukan perjalanan.

Aturan tersebut sesuai Surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor 11 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang dengan Transportasi Perkeretaapian dalam masa Pandemi Covid-19.

"Adapun surat keterangan hasil negatif Covid-19 dari pemeriksaan GeNose Test atau Rapid Test Antigen atau RT-PCR tersebut, sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3x24 jam sebelum jam keberangkatan," ujar VP Public Relations PT KAI, Joni Martinus dalam siaran persnya kepada Okezone, Selasa (26/1/2021).

Baca juga: Terapkan PPKM, KAI Buat 4 Syarat Baru Bepergian Naik Kereta

Joni menjelaskan, persyaratan tersebut tidak diwajibkan bagi pelanggan berusia di bawah 12 tahun.

Sedangkan terkait layanan pemeriksaan GeNose Test di stasiun rencananya akan tersedia secara bertahap mulai 5 Februari 2021 mendatang.

Penumpang KA

(Foto: Okezone.com/Avirista Midaada)

"Saat ini masih dalam tahap persiapan bersama pihak Universitas Gadjah Mada dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI).

Pada tahap awal, layanan tersebut rencananya akan disediakan di Stasiun Gambir dan Yogyakarta terlebih dahulu," tuturnya.

Untuk saat ini kata Joni, KAI telah menyediakan layanan Rapid Test Antigen di 46 stasiun seharga Rp105.000. Pelanggan yang ingin melakukan rapid test antigen di stasiun diharuskan menyiapkan tiket KA Jarak Jauh atau kode booking yang sudah dibayarkan lunas dan kartu identitas asli.

Baca juga: PSBB Jawa-Bali, Traveler yang Mau Naik Kereta Api Wajib Swab PCR dan Rapid Antigen

Adapun 46 stasiun tersebut adalah Gambir, Pasar Senen, Bandung, Kiaracondong, Tasikmalaya, Banjar, Cirebon, Cirebon Prujakan, Jatibarang, Semarang Poncol, Semarang Tawang, Tegal, Pekalongan, Cepu, Purwokerto, Kebumen, Kutoarjo, Kroya, Yogyakarta, Lempuyangan.

Kemudian Solo Balapan, Purwosari, Klaten, Madiun, Blitar, Jombang, Kediri, Kertosono, Mojokerto, Tulungagung, Surabaya Gubeng, Surabaya Pasar Turi, Malang, Sidoarjo, Jember, Ketapang, Kertapati, Lahat, Lubuk Linggau, Muara Enim, Prabumulih, Tebing Tinggi, Tanjungkarang, Kotabumi, Martapura, dan Baturaja.

Joni menegaskan, setiap pelanggan KA jarak jauh harus dalam kondisi sehat (tidak menderita flu, pilek, batuk, hilang daya penciuman, diare, dan demam), suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celsius, memakai masker kain 3 lapis atau masker medis yang menutupi hidung dan mulut, dan diimbau menggunakan pakaian lengan panjang.

"Para pelanggan juga tidak diperkenankan untuk berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon atau secara langsung selama perjalanan," kata dia.

Sedangkan bagi pelanggan kereta api yang perjalanannya kurang dari 2 jam tidak diperkenankan untuk makan dan minum, terkecuali bagi individu yang wajib mengkonsumsi obat-obatan dalam rangka pengobatan yang jika tidak dilakukan dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan orang tersebut.

Ia menambahkan, untuk mencegah penyebaran Covid-19, setiap pelanggan kereta api wajib untuk mematuhi protokol kesehatan dan menerapkan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Baca juga: PSBB Jawa-Bali, Catat Aturan Lengkap jika Traveler Mau Liburan Keliling Pulau Jawa

"KAI mendukung penuh kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 melalui moda transportasi kereta api," tandasnya.

Melansir laman Kemdikbud, GeNose C19 merupakan alat pendeteksi Covid-19 buatan ahli UGM yang digawangi oleh Dr. Kuwat Triyana dan dikembangkan bersama dengan PT Swayasa Prakarsa di bawah dukungan UGM Science Techno Park.

GeNose merupakan inovasi pertama di Indonesia untuk pendeteksian Covid-19 melalui hembusan napas yang aplikasinya terhubung dengan sistem cloud computing untuk mendapatkan hasil diagnosis secara real time.

Hanya dalam hitungan cepat, sesaat seseorang setelah bernafas dengan sensitifitas 90 persen, spesifitas 96 persen, akurasi 93 persen, dengan PPV 88 persen, dan NPV 95 persen.

GeNose C19 juga mampu bekerja secara paralel melalui proses diagnosis yang tersentral di dalam sistem sehingga validitas data dapat terjaga untuk semua alat yang terkoneksi.

Data yang terkumpul di dalam sistem selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk keperluan pemetaan, pelacakan dan pemantauan penyebaran pandemi secara aktual. Selain itu, biaya penggunaan GeNose pun lebih terjangkau untuk masyarakat yakni hanya sekitar Rp15-20 ribu.

Pada 24 Desember 2020 lalu GeNose secara resmi telah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan. Kemudian pada Jumat 15 Januari 2021 lalu, digelar konferensi pers produk pengembangan dan inovasi GeNose untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pengenalan alat GeNose C19 oleh Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia (Kemristek/BRIN).

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini