Kemenparekraf Gelar Tur Virtual ke 10 Desa Wisata, Apa Saja?

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 28 Januari 2021 07:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 28 406 2352104 kemenparekraf-gelar-tur-virtual-ke-10-desa-wisata-apa-saja-TdjUO73Sfz.JPG Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno (Foto: Instagram/@sandiuno)

KEMENTERIAN Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menggandeng Traval.co dan Caventer Indonesia dalam rangka menggelar tur virtual bertajuk 'Virtual Indonesia - Surga yang Tersembunyi'. Tujuan kegiatan ini ialah memperkenalkan 10 desa wisata di Indonesia.

"Bersama-sama kami akan melaksanakan tur virtual 10 desa dan kawasan wisata yang tersebar di seluruh Indonesia dari Indonesia barat hingga Indonesia timur," ucap Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, dalam konferensi pers via daring di Jakarta, kemarin.

Tur virtual ini kata dia, bakal tayang di channel YouTube Pesona Indonesia setiap Sabtu dan Minggu pukul 10.00 WIB, terhitung mulai 30 Januari hingga 28 Februari 2021 mendatang. Tur virtual inipun dapat diikuti secara daring dan gratis. Masyarakat dapat turut berpartisipasi memberikan donasi untuk membantu pembangunan desa dan kawasan wisata.

Baca juga: Sandiaga Uno Gandeng Rusia untuk Kembangkan Wisata Sejarah

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini menambahkan, dalam tur virtual ini akan diperkenalkan 10 desa wisata yang memiliki budaya dan keindahan alam luar biasa, namun masih belum diketahui secara luas oleh masyarakat.

Sebanyak 10 desa wisata yang akan ditampilkan dalam tur virtual tersebut di antaranya Pulau Banyak – Aceh Singkil, Desa Belibak – Kepulauan Anambas, Desa Karangduwur- Kebumen Kawasan, Desa Wisata Nanas Madu – Pemalang, Desa Bayan – Lombok Utara, Kawasan Kabola – Pulau Alor, Desa Aisandami – Teluk Wodam, Desa Bajo Mola – Kepulauan Wakatoba, Desa Ngilngof – Kepulauan Kei, dan Desa Sebujit– Bengkayang.

Desa-desa itu dipilih berdasarkan keunikan dalam segi geografis, budaya, maupun aktivitas atau pengalaman yang ditawarkan, belum atau masih jarang diketahui. Selain itu, juga melibatkan masyarakat serta komunitas lokal dalam pengembangan wisata sehingga seluruh potensi yang ada tergarap dengan baik.

Sandiaga menyebut pengembangan desa wisata sangat penting, sebab hal tersebut merupakan bentuk respons ide-ide inovatif lokal di tingkat 'grassroot' serta melestarikan nilai-nilai warisan budaya yang menjadi identitas Indonesia.

"Karena itulah Kemenparekraf mendukung pengembangan desa wisata di Indonesia, kita dukung all out. Targetnya, hingga 2024 bisa menjadikan 244 desa wisata maju, mandiri dan tersertifikasi desa wisata berkelanjutan, sesuai dengan RPJMN 2020-2024. Koordinasi mengembangkan desa wisata ini telah dilakukan dengan Asosiasi Desa Wisata (Asidewi) maupun KemendesPDTT," tuturnya.

Sementara, Founder Traval.co Julius Bramanto mengatakan, tur virtual ini menjadi salah satu solusi untuk mengangkat semua potensi wisata suatu daerah di tengah pandemi Covid-19.

“(Tur) 'Virtual Indonesia - Surga yang Tersembunyi' ini dikemas dengan satu bentuk storyline yang didukung oleh audio dan visual yang menarik, sehingga diharapkan dapat memunculkan daya tarik masyarakat untuk berkunjung ke 10 desa wisata tersebut setelah pandemi berakhir," kata Julius.

"Kolaborasi ini adalah bentuk komitmen kami dalam mengembangkan pariwisata berbasis komunitas. Kami berharap acara ini dapat menginspirasi anak-anak muda dari seluruh daerah lain," imbuhnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini