Sandiaga Uno: Pengembangan Desa Wisata Penting untuk Merespons Ide-Ide Kreatif Lokal

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 28 Januari 2021 08:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 28 406 2352109 sandiaga-uno-pengembangan-desa-wisata-penting-untuk-merespons-ide-ide-kreatif-lokal-fqucPuaeV3.JPG Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno (Foto: Instagram/@sandiuno)

KEMENTERIAN Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) semakin serius mengembangkan potensi desa wisata di Indonesia. Desa wisata dinilai penting karena dapat merespons ide-ide kreatif warga lokal sekaligus mendukung konsep wisata berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan secara gamblang oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Rabu (27/1/2021) dalam webinar bertajuk 'Virtual Indonesia: Surga yang Tersembunyi'.

"Pengembangan desa wisata itu berbasis komunitas (community based) sehingga dapat menjadi jawaban atas tantangan wisata berkelanjutan. Sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga lokal," ujarnya.

Sandiaga mengatakan, pihaknya telah menargetkan 224 desa untuk dikembangkan menjadi desa maju-mandiri dan tersertifikasi desa wisata berkelanjutan, sesuai dengan RPJMN 2020-2024 hingga tahun 2024 mendatang.

Dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR RI pada Selasa, 26 Januari 2021 lalu, Sandiaga juga menegaskan pihaknya akan mengembangkan desa wisata berbasis kerarifan lokal dengan standar internasional.

Baca juga: Sandiaga Uno Gandeng Rusia untuk Kembangkan Wisata Sejarah

"Kami akan menggunakan benchmark global untuk pengembangan desa wisata, berbasis kearifan lokal namun juga memenuhi standar internasional. Jadi stay local but global," tegasnya.

Sebagai langkah awal, Kemenparekraf telah menggandeng Traval.co dan Caventer Indonesia untuk menggelar tur virtual yang bertajuk 'Virtual Indonesia - Surga yang Tersembunyi', dalam rangka memperkenalkan 10 desa wisata di Indonesia.

Tur virtual ini akan ditayangkan di YouTube Pesona Indonesia setiap Sabtu dan Minggu pukul 10 pagi WIB, sejak 30 Januari hingga 28 Februari 2021. Tur virtual ini dapat diikuti secara daring dan gratis. Masyarakat juga dapat turut berpartisipasi memberikan donasi untuk membantu pembangunan desa dan kawasan wisata.

"Terobosan Kemenparekraf yang terbaru dalam memperkenalkan desa wisata adalah berkolaborasi dengan Traval.co dan Caventer. Bersama-sama kami akan melaksanakan tur virtual 10 desa dan kawasan wisata yang tersebar di seluruh Indonesia dari Indonesia barat hingga Indonesia timur. Kegiatan ini dinamakan Virtual Indonesia - Surga yang Tersembunyi," ujar Sandiaga.

Sebanyak 10 desa wisata yang akan ditampilkan dalam tur virtual ini di antaranya Pulau Banyak – Aceh Singkil, Desa Belibak – Kepulauan Anambas, Desa Karangduwur- Kebumen Kawasan, Desa Wisata Nanas Madu – Pemalang, Desa Bayan – Lombok Utara, Kawasan Kabola – Pulau Alor, Desa Aisandami – Teluk Wodam, Desa Bajo Mola – Kepulauan Wakatoba, Desa Ngilngof – Kepulauan Kei, dan Desa Sebujit– Bengkayang.

Baca juga: Pramugari Aldha Refa Putuskan Pensiun, Netizen: Kisahnya Menyayat Hati

Desa-desa ini dipilih berdasarkan keunikan dalam segi geografis, budaya, maupun aktivitas atau pengalaman yang ditawarkan, belum atau masih jarang diketahui. Selain itu juga melibatkan masyarakat serta komunitas lokal dalam pengembangan wisata sehingga seluruh potensi yang ada tergarap dengan baik.

Lebih lanjut, Sandiaga menjelaskan, pengembangan desa wisata dinilai penting, sebab hal tersebut merupakan bentuk respons ide-ide inovatif lokal di tingkat grassroot serta melestarikan nilai-nilai warisan budaya yang menjadi identitas ke’Indonesia’an.

"Koordinasi mengembangkan desa wisata ini telah dilakukan dengan Asosiasi Desa Wisata (ASIDEWI) maupun KemendesPDTT," jelas Sandiaga.

Dalam acara konferensi pers ini turut hadir Founder Traval.co, Julius Bramanto; Founder Caventer, Fitri Ningrum', dan perwakilan Ketua Bumdes dari 10 desa wisata yang akan ditampilkan di tur virtual.

Founder Traval.co, Julius Bramanto, mengatakan tur virtual ini menjadi salah satu solusi untuk mengangkat semua potensi wisata suatu daerah di tengah pandemi COVID-19. ‘Virtual Indonesia - Surga yang Tersembunyi’ ini dikemas dengan satu bentuk storyline yang didukung oleh audio dan visual yang menarik, sehingga diharapkan dapat memunculkan daya tarik masyarakat untuk berkunjung ke 10 desa wisata tersebut setelah pandemi berakhir.

"Kolaborasi ini adalah bentuk komitmen kami dalam mengembangkan pariwisata berbasis komunitas. Kami berharap acara ini dapat menginspirasi anak-anak muda dari seluruh daerah lain," ujar Julius

Selain itu, Founder Caventer, Fitri Ningrum, berharap ‘Virtual Indonesia- Surga yang Tersembunyi’ ini dapat mempromosikan pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia ke seluruh dunia.

Baca juga: Kisah Pilot Muda Tewas Mengenaskan Usai Raih Penghargaan di Sekolahnya

"Harapan kami ini bisa menjadi motivasi untuk semuanya, seluruh desa, seluruh komunitas di berbagai daerah agar tetap semangat berinovasi mempelajari hal baru termasuk mempromosikan daerahnya dan terhubung ke seluruh indonesia. Dan semoga bisa terhubung ke seluruh dunia untuk mendukung Indonesia," ujar Fitri.

Sementara itu, Ketua Badan Usaha Milik Desa Karya Mandiri dari Desa Kepulauan Banyak, Aceh Singkil, Asril, berterima kasih kepada Kemenparekraf, Traval.co, dan Caventer yang telah membuat program wisata virtual. Ia berharap desa wisata yang berada di Pulau Banyak, Aceh Singkil, dapat menjadi daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

"Kami berterima kasih juga kepada Kemenparekraf telah memfasilitasi kami, didukung oleh Carveter dan Traval.co. Dengan adanya program ini desa kami bisa diperkenalkan ke seluruh Indonesia. Di sini ada berbagai hal yang bisa diangkat, mulai dari kearifan lokal, kuliner, suvenir, hingga wisatanya," ujar Asril.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini