Corona Menggila, Inggris Perpanjang Lockdown hingga 8 Maret

Violleta Azalea Rayputri, Jurnalis · Kamis 28 Januari 2021 17:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 28 406 2352200 corona-menggila-inggris-perpanjang-lockdown-hingga-8-maret-FaYpJ4ec0T.JPG Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson (Foto: Reuters/Kirsty Wigglesworth)

PERDANA Menteri Inggris, Boris Johnson memutuskan memperpanjang lockdown ketat sebagai tindakan pencegahan penyebaran Covid-19 di negara itu. Lockdown akan berlangsung hingga 8 Maret 2021 mendatang.

Munculnya Covid-19 varian baru yang sangat menular di tenggara Inggris pada akhir 2020 lalu menyebabkan melonjaknya jumlah infeksi di seluruh Inggris dengan kasus dan kematian mencapai rekor tertinggi.

Pada Selasa, 26 Januari 2021, jumlah kematian Covid-19 Inggris telah melampaui angka 100.000. Hal ini menjadikan Inggris sebagai negara Eropa pertama yang mencapai angka itu. Penanganan wabah di bawah kendali PM Johnson pun kian dipertanyakan, terlebih krisis juga telah menghantam roda ekonomi negeri Ratu Elizabeth.

Inggris telah diisolasi sejak awal Januari, di mana sekolah, tempat hiburan, klub malam, dan restoran ditutup, begitupun orang-orang diminta untuk tinggal di rumah. Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara pun memberlakukan aturan yang sama.

Baca juga: Inggris Larang Masuk Wisatawan dari 11 Negara Ini

Lockdown Inggris

(Foto: Reuters/Simon Dawson)

Inggris telah memulai program vaksinasi yang ditujukan untuk memberi suntikan kepada 15 juta orang dalam kelompok prioritas pada pertengahan Februari.

Johnson mengatakan kepada parlemen bahwa dia berharap akan memungkinkan sekolah untuk mulai dibuka kembali pada bulan berikutnya.

“Karena itu kami berharap akan aman untuk memulai pembukaan kembali sekolah mulai Senin tanggal 8 Maret, dengan pembatasan ekonomi dan sosial lainnya dicabut (saat itu atau) sesudahnya, jika data memungkinkan,” ujar Johnson, menyitir laman Nation News.

Wisatawan dari 22 negara berisiko tinggi juga dilarang berkunjung, termasuk dari tempat asal virus corona varian baru seperti Afrika Selatan dan beberapa negara di Amerika Selatan.

Pemerintah Inggris menerapkan aturan kepada wisatawan mancanegara yang datang wajib menjalani karantina selama 10 hari di tempat-tempat yang disediakan pemerintah.

"Mereka yang ingin meninggalkan Inggris perlu menjelaskan alasannya ketika diperiksa sebelum keberangkatan, dengan (dalih) liburan bukan alasan yang dapat diterima," tegas kata Menteri Dalam Negeri Inggris, Priti Patel.

"Orang seharusnya tidak bepergian. Itu jelas tidak bisa diterima. Kami melihat banyak influencer di media sosial memamerkan di belahan dunia mana mereka berada, terutama di belahan dunia yang cerah. Pergi berlibur bukanlah pengecualian," tambah Patel.

Baca juga: Syarat Masuk Turis Diperketat, Bandara di Inggris Dapat Dana dari Pemerintah

Inggris memiliki jumlah kasus Covid-19 tertinggi kelima di dunia (3.689.746) dan korban meninggal dunia sebanyak 100.162 orang per Rabu, 27 Januari 2021.

PM Johnson mengaku sangat sedih tentang hilangnya nyawa, namun dirinya menegaskan bahwa pemerintah telah melakukan semua langkah-langkah yang bisa dilakukan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini