Museum Pompeii Pamerkan Koleksi Terbaru Artefak Romawi Kuno

Salsabila Jihan, Jurnalis · Kamis 28 Januari 2021 18:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 28 406 2352245 museum-pompeii-pamerkan-koleksi-terbaru-artefak-romawi-kuno-JHjwrKgXy4.JPG Seorang arkeolog sedang meneliti sisa peradaban Romawi kuno di Pompeii, Italia (Foto: Reuters/Ciro De Luca)

SETELAH beberapa dekade mengalami kerusakan akibat pengeboman dan gempa bumi, salah satu museum di Pompeii, Italia kembali memajang beragam koleksi indahnya yang berasal dari penggalian Kota Romawi Kuno.

Seperti diketahui, Pompeii telah hancur lebur akibat letusan Gunung Vesuvius yang amat mengerikan pada tahun 79 M. Museum ini dibangun untuk menyimpan peninggalan-peninggalan yang berharga untuk menghindari ancaman yang datang dari luar.

Museum yang terkenal dengan nama Antiquarium itu saat pertama kali dibuka sekitar tahun 1873 pernah rusak akibat pemboman saat Perang Dunia II dan ketika gempa bumi yang mematikan mengguncang Napoli pada tahun 1980.

Baca juga: Penampakan Restoran Cepat Saji Favorit Penduduk Romawi Kuno, Usianya 2.000 Tahun

Sejak gempa itulah museum ini ditutup dan dibuka kembali pada 2016 sebagai ruang pameran sementara. Namun saat ini, seperti dikutip dari AP, Antiquarium resmi dilahirkan kembali dan telah diresmikan oleh para pejabat pada Senin, 25 Januari 2021 lalu.

Temuan jasad di Pompeii

(Foto: The Sun)

Kini, museum tersebut memberikan Pompeii ruangan permanen untuk memamerkan harta karun mereka. Pengunjung dapat melihat bagian dinding fresko dengan grafiti dari vila-vila kota yang telah digali oleh para arkeolog dan benda-benda rumah tangga, mulai dari sendok perunggu hingga barang sehari-hari yang dilalap material vulkanik.

Antiquarium juga memajang dokumentasi sejarah Pompeii yang merupakan permukiman selama beberapa abad sebelum menjadi Kota Romawi yang berkembang.

Baca juga: Menyusuri Istana Malaikat, Warisan Kaisar Romawi di Italia

Di ruangan terakhir museum ada sebuah artefak yang cukup menyayat hati yang dibuat dari sisa-sisa penduduk Pompeii yang mencoba melarikan diri dari ledakan dahsyat, tetapi mereka malah terkena ledakan gas vulkanik dan dihantam oleh hujan batuan lava yang dimuntahkan oleh Gunung Vesuvius.

"Saya menemukan hal yang sangat menyentuh hati di ruangan terakhir, yang saya dedikasikan untuk letusan. Di mana di sana terdapat benda-benda yang terbentuk dari panasnya letusan, seperti artefak korban dan hewan," ujar Direktur Pariwisata Pompeii, Massimo Osanna.

Sebagian besar daerah Pompeii masih harus digali, sementara pariwisata hampir terhenti selama pandemi Covid-19 dan para arkeolog harus terus bekerja.

Pada Desember 2020, Osanna menemukan sebuah restoran cepat saji kuno di Pompeii. Setelah digali, restoran tersebut membantu mengungkapkan hidangan populer di kalangan warga kota kuno, termasuk menu pada hari Pompeii diporakporandakan oleh ganasnya alam.

Karena adanya larangan perjalanan di Italia, saat ini hanya pengunjung dari wilayah Campania Italia saja yang dapat melihat museum itu. Wilayah tersebut meliputi area Napoli dan reruntuhan Pompeii.

Resto cepat saji di Pompeii

(Foto: Luigi Spina)

Pompeii merupakan salah satu wisata terpopuler di Italia. Ketika perjalanan wisata kembali dibuka, tiket masuk ke reruntuhan juga akan mencakup kunjungan ke Antiquarium.

Menurut Osanna, dibukanya kembali museum ini sebagai tanda munculnya harapan setelah masa-masa sangat sulit dilewati. Terlebih usai pembatasan perjalanan yang diterapkan sejak pandemi Covid-19 terhadap pariwisata yang merupakan salah satu sumber pendapatan terbesar di Negeri Pizza.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini