Unik! Ada Desa Bernama 'Pacarpeluk' di Jombang, Begini Asal Usulnya

Fatha Annisa, Jurnalis · Kamis 28 Januari 2021 15:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 28 408 2352169 unik-ada-desa-bernama-pacarpeluk-di-jombang-begini-asal-usulnya-GincruGA43.JPG Kantor Desa Pacarpeluk di Jombang, Jawa Timur (Foto: Majalah Suara Pendidikan)

SEBUAH desa di Jombang, Jawa Timur memiliki nama yang unik. Tepatnya di Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang di sana terdapat desa bernama 'Pacarpeluk'. Desa ini terdiri dari empat dusun, yaitu Dusun Pacar, Dusun Peluk, Dusun Soko, dan Dusun Tegalrejo.

Tak hanya namanya saja yang unik, sejarah di balik penamaan setiap dusun juga tergolong menarik. Begitu pula cara pemilihan kepala desa di awal-awal terbentuknya desa tersebut.

Menurut para sesepuh desa, Desa Pacarpeluk semulanya adalah hutan belantara yang tak berpenghuni hingga seorang pengembara bernama Mbah Wonoyudho datang.

Pengembara yang berasal dari Jepara itu ingin membabat hutan untuk dijadikan sebuah pemukiman.

Baca juga: 5 Desa Wisata Terbaik di Indonesia Peraih Penghargaan Nasional hingga Internasional

Saat pembabatan berlangsung, sejarah pun dimulai. Berikut cerita di balik keberadaan Desa Pacarpeluk, sebagaimana dikutip dari laman desapacarpeluk.web.id.

Salah satu dusun di Desa Pacarpeluk namanya diambil dari pohon atau kembang yang banyak dijumpai Mbah Wonoyudho saat melakukan pembabatan hutan. Pohon tersebut adalah pohon pacar yang biasa digunakan untuk kutek. Oleh karenanya, tercetuslah nama Dusun Pacar.

Beberapa waktu kemudian, pengembara lain bernama Kalam datang yang kemudian diangkat menjadi menantu oleh Mbah Wonoyudho. Mereka lantas bersama-sama terus memperluas wilayah pemukiman dan area untuk bercocok tanam demi memenuhi kebutuhan hidup.

Baca juga: Kemenparekraf Gelar Tur Virtual ke 10 Desa Wisata, Apa Saja?

Ketika mereka tengah melanjutkan pembabatan, mereka bertemu dengan seorang pemuda yang sedang bertapa di bawah pohon mangga. Kupluk kuncir menghiasi kepala pemuda itu dan bekal nasi yang dikepeli kemudian dimakan dengan cara dipuluk. Karena kejadian itu, wilayah sebelah utara Desa diberi nama Dukuh Peluk yang tak lain diambil dari istilah nasi sak kepel-kepel terus dipuluk.

Pembabatan hutan tak berhenti dilakukan meski setelah Mbah Wonoyudho wafat. Wilayah pemukiman dan areal persawahan diperluas lagi hingga menyentuh hutan di sebelah timur agak ke selatan Dusun Pacar.

Dalam proses pembabatan ditemukan banyak pohon Soko di area tersebut. Maka Wiroyudho dan saudara-saudaranya yang mengerjakan pembabatan hutan setuju untuk memberi nama daerah itu Dukuh Soko.

Pemilihan Lurah dan Kepala Desa

Pimpinan desa pertama kali dijabat oleh Mbah Konde pada zaman penjajahan Belanda. Dalam masa jabatannya beliau berhasil mendirikan bangunan balai desa megah menyerupai keraton yang sampai sekarang masih kokoh berdiri serta bangunan-bangunan penting lainnya.

Baca juga: Sandiaga Uno Gandeng Rusia untuk Kembangkan Wisata Sejarah

Setelah Mbah Konde wafat, Desa Pacarpeluk mengadakan pemilihan lurah yang dikenal dengan istilah Gethok Wuri. Pemilihan ini dilakukan dengan cara pemilih harus berdiri di samping calon lurah yang mereka pilih.

Kemenangan pada pemilihan itu diraih oleh Mbah Kerto Prawiro (Timan). Selama kepemimpinannya banyak kemajuan yang terjadi pada Desa Pacarpeluk.

Di tahun yang sama juga diadakan pemilihan kepala desa dengan calon sebanyak 12 orang. Proses pemilihan ini cukup unik, yaitu pemilih harus memasukkan lidi ke lubang kentongan yang ada di masing-masing calon kepala desa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini