Menko Luhut Apresiasi Pelatihan Tenaga Kerja Pariwisata di Danau Toba

Antara, Jurnalis · Jum'at 29 Januari 2021 10:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 29 406 2352765 menko-luhut-apresiasi-pelatihan-tenaga-kerja-pariwisata-di-danau-toba-8WAvCih1cF.JPG Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Okezone.com)

MENTERI Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menyambut baik upaya pemerintah, dalam hal ini Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) untuk membantu pengembangan tenaga kerja pariwisata di Danau Toba, Sumatra Utara.

"Saya gembira Menteri Ketenagakerjaan mengambil inisiatif menyiapkan SDM yang kompeten di bidang pariwisata, khususnya di Destinasi Wisata Super Prioritas (DPSP) Danau Toba," kata Luhut dalam video sambutan penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) dengan Institut Teknologi Del dan Perjanjian Kerja Bersama Ditjen Bina Penta Kemenaker dengan PT Toba Tenun Sejahtera, Kamis kemarin.

Dalam acara penandatanganan yang digelar di Institut Teknologi Del, Kabupaten Toba Samosir itu, Luhut menyebut kerja sama tersebut dilakukan untuk mengembangkan teknologi wisata berbasis digital serta mengembangkan pelatihan masyarakat agar dapat berkontribusi dalam membangun pariwisata Danau Toba.

Baca juga: Memandang Keindahan Danau Toba dan Cerita di Baliknya

Menurut dia, kerja sama dengan IT Del merupakan pengembangan teknologi wisata berbasis digital yang merupakan langkah tepat untuk dilakukan di era digital saat ini.

Selain itu, pendampingan dan pelatihan yang dilakukan bersama-sama dengan Toba Tenun, menjadi langkah yang tepat untuk mendorong masyarakat di Danau Toba dan sekitarnya untuk aktif berkontribusi bersama-sama.

"Kita bawa Danau Toba ke panggung wisata dunia yang tanpa batas," kata Luhut yang juga merupakan putra asli Toba.

Sementara, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menyampaikan pariwisata di Indonesia merupakan sektor yang paling terdampak dengan adanya pandemi Covid-19.

"Covid-19 sangat berdampak pada sektor pariwisata dan hal itu juga pasti berdampaknya pada sektor ketenagakerjaan. Hampir 6,5 juta orang nyaris terpangkas pendapatannya karena dampak yang luar biasa ini," kata Ida.

Kemenaker sendiri telah menempatkan program pelatihan tenaga kerja pariwisata untuk 2021 dan lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) akan menjadi fokus intervensi mereka.

Lebih lanjut, Staf Ahli Menko Bidang Konektivitas Maritim, Sahat Manaor Panggabean yang hadir mewakili Menko Maritim dan Investasi, pada acara tersebut menyampaikan sumber daya manusia merupakan faktor penting dalam sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

"Program pengembangan dan pembinaan SDM akan meningkatkan kualitas pelaku atau penyedia jasa wisata, hal ini sejalan dengan program Presiden yang menetapkan pembangunan SDM menjadi prioritas utama menjadi pekerja keras, yang dinamis, terampil, dan tentunya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi," ucap Sahat.

Baca juga: Melihat Pesona 5 Destinasi Super Prioritas Indonesia yang Menakjubkan

Dirinya juga menyinggung faktor penunjang lainnya seperti seni budaya dan kuliner merupakan syarat yang harus dipenuhi untuk mendukung pariwisata.

"Kemajuan pengembangan sektor pariwisata adalah mengembangkan sektor seni budaya dan kuliner yang tidak dimiliki daerah lain sehingga bisa berkelanjutan, kita wajib mengolah keunggulan daerah yang kita miliki," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini