Share

2020 Tahun Terburuk dalam Sejarah Pariwisata

Antara, Jurnalis · Jum'at 29 Januari 2021 16:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 29 406 2352908 2020-tahun-terburuk-dalam-sejarah-pariwisata-CcvEW8TlMH.jpg Wisata Bedugul Bali (Instagram @liburanbali)

ORGANISASI Pariwisata Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNWTO) menyatakan, pandemi virus corona memiliki dampak menghancurkan terhadap pariwisata internasional pada 2020. COVID-19 berakibat pada penurunan kedatangan internasional sebesar 74 persen.

Barometer Pariwisata dunia 2020 menunjukkan bahwa ada sekitar satu miliar lebih sedikit kedatangan internasional di seluruh dunia pada tahun lalu dibandingkan dengan 2019, sebagai akibat dari pembatasan perjalanan yang diberlakukan oleh hampir setiap negara di Bumi untuk mencoba dan mengendalikan pandemi.

Baca juga:  Australia Segera Buka Perbatasan Negara Bagian, Ini Harapan Warga

Dalam laporan yang dirilis, pada Kamis 28 Januari 2021, UNWTO memperkirakan bahwa penurunan kedatangan akan menyebabkan hilangnya pendapatan 1,3 triliun dolar Amerika Serikat atau 11 kali lipat kerugian yang disebabkan oleh krisis ekonomi 2009, yang digambarkan sebagai "tahun terburuk dalam sejarah" untuk sektor tersebut.

Pandemi telah menyerang semua wilayah dunia, dengan Kawasan Asia dan Pasifik mengalami penurunan 84 persen dalam kedatangan turis internasional. Penurunan di Timur Tengah dan Afrika mencapai 75 persen.

 

Eropa mencatat penurunan 70 persen dalam kedatangan internasional meskipun sedikit pemulihan di musim panas, sementara di Amerika terjadi penurunan 69 persen.

Sekretaris Jenderal UNWTO Zurab Pololikashvili memperingatkan bahwa 2021 juga akan menjadi tahun yang sulit.

Baca juga:  Berkantor di Bali, Sandiaga Uno Jadi Semangat Bekerja

"Sementara banyak yang telah dibuat untuk memungkinkan perjalanan internasional yang aman, kami menyadari bahwa krisis masih jauh dari selesai. Harmonisasi, koordinasi dan digitalisasi tindakan pengurangan risiko terkait perjalanan COVID-19, termasuk pengujian, pelacakan dan vaksinasi, adalah fondasi penting untuk mempromosikan perjalanan yang aman dan mempersiapkan pemulihan pariwisata setelah kondisi memungkinkan," katanya.

Panel ahli UNWTO juga memperkirakan hasil yang beragam untuk tahun ini, dengan sekitar 45 persen responden memperkirakan perbaikan, 25 persen memperkirakan kinerja yang serupa dan 30 persen memperkirakan hasil yang memburuk. Sebagian besar responden mengatakan akan memakan waktu antara dua setengah hingga empat tahun bagi pariwisata internasional untuk kembali ke level 2019.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini