Ngantor di Bali, Sandiaga Uno Evaluasi Kunjungan Kerja ke Kepulauan Riau

Salsabila Jihan, Jurnalis · Jum'at 29 Januari 2021 14:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 29 406 2352971 ngantor-di-bali-sandiaga-uno-evaluasi-kunjungan-kerja-ke-kepulauan-riau-GNeXTAVbs0.jpg Menparekraf Sandiaga Uno di Bintan. (Foto: Kemenparekraf)

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mulai berkantor di Bali pada Kamis, 28 Januari 2021. Pada hari pertamanya, ia melakukan rapat pimpinan dengan sistem hybrid, yaitu sebagian peserta hadir secara fisik dan sebagian lagi melalui virtual.

Menparekraf Sandiaga Uno ingin membahas evaluasi kunjungan kerja sewaktu ke Batam dan Bintan pekan lalu dan juga mengenai kesiapan infrastruktur di 5 destinasi super prioritas dalam rapatnya kali ini.

Baca Juga: Pulihkan Pariwisata, Sandiaga Uno Mulai Hari Ini Berkantor di Bali

Kesiapan infrastruktur yang dimaksud oleh Sandiaga Salahuddin Uno ini, yaitu mulai dari infrastruktur utama hingga infrastruktur penunjang, seperti interkoneksi, jangkauan sinyal, events dan pengalamannya.

 

"Poin pertama yang kami bahas dalam rapat ini adalah kerjasama Kemenparekraf dengan Nongsa Digital Park dalam memajukan sektor ekonomi kreatif dan membuka lapangan kerja di sektor animasi, perfilman dan IT," tulis Menparekraf dalam Instagram pribadinya @sandiuno pada 28 Januari 2021.

Mereka juga melihat besarnya potensi wisata bahari dan olahraga, serta kesiapan konsep ‘travel bubble’ antara Batam, Bintan, dan Singapura, sebagai negara terdekat Indonesia, yang dapat mendatangkan banyak wisatawan.

Ia melanjutkan, saat di Pulau Bintan, mereka sempat mengunjungi Desa Wisata Ekang Anculai, yang menurutnya layak dijadikan contoh bagi desa wisata lainnya di Indonesia karena telah menerapkan konsep eco-friendly, pariwisata berkelanjutan, Go-Digital, dan menerapkan protokol kesehatan yang sangat baik.

Baca Juga: Asyiknya Sandiaga Uno Lari Pagi di Pantai Kuta Bali

Sandiaga Uno juga meminta agar kesepakatan antara Kemenparekraf dan Kementerian perihal pemanfaatan aset BUMN, pemasaran ekonomi kreatif, hingga hal lainnya dapat diselesaikan dalam 2 minggu ke depan.

"Saya juga meminta agar MoU antara Kemenparekraf dan Kementerian BUMN perihal pemanfaatan aset BUMN, pemasaran ekonomi kreatif, desa wisata, gerakan toilet, pengembangan big data dalam pertukaran informasi, permodalan parekraf, MICE, hingga gerakan nasional Bangga Berwisata #DiIndonesiAja dapat difinalisasi dalam 2 minggu ke depan," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini