Kisah Menegangkan Kapten Vincent Raditya 4 Jam Terbangkan Pesawat dengan Autopilot Mati

Fatha Annisa, Jurnalis · Sabtu 30 Januari 2021 02:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 29 406 2353074 kisah-menegangkan-kapten-vincent-raditya-4-jam-terbangkan-pesawat-dengan-autopilot-mati-YKRoQqEtxZ.jpg Kapten Vincent Raditya (Instagram @vincentraditya)

AUTOPILOT merupakan sistem kontrol penerbangan secara otomatis yang menjaga pesawat berada di jalur udara tertentu. Sistem ini bisa diarahkan oleh pilot atau digabungkan ke sinyal navigasi radio. Dengan adanya autopilot, beban kerja pilot berkurang.

Tanpa adanya autopilot, pilot harus memonitor banyak hal saat mengendalikan pesawat seperti kecepatan, ketinggian, arah pesawat, dan sebagainya. Hal tersebut dapat mengakibatkan fokus pilot terpecah dan bisa saja berdampak pada keselamatan penumpang.

Baca juga: Menegangkan! Begini Momen Pesawat Kapten Edward Limbong Batal Landing

Lalu bagaimana jika autopilot tiba-tiba mati saat penerbangan berlangsung?

Pilot sekaligus YouTuber Indonesia, Kapten Vincent Raditya punya pengalaman menegangkan di mana autopilot pesawat yang dikendalikannya mati saat penerbangan rute Guangzhou-Jakarta.

Dia menututurkan lewat video di akun YouTube Vincent Raditya bahwa kejadiannya terjadi sekitar 2010-2011.

Saat itu, Vincent diizinkan oleh pilot senior untuk mengendalikan pesawat Airbus A319 dengan 80 penumpang. Awalnya semua berlangsung baik-baik saja. Saat pesawat sudah melewati Hongkong, autopilot mendadak mati.

“Tiba-tiba autopilot mati, guys. Di ketinggian 30 sekian ribu kaki. Waduh, di sana kita kaget, guys,” Kapten Vincent dalam videonya seperti dikutip Okezone, Jumat (29/1/2021).

Baca juga: Kapten Vincent Raditya Ungkap Kehebatan Pesawat Terbang yang Dapat Mendarat Otomatis

Pilot tersebut menjelaskan bahwa dalam RVSM (Reduce Vertical Separation Minima), di atas ketinggian 29.000 kaki pesawat harus bisa menjaga altitude dengan sangat presisi.

Hal ini dikarenakan ada jarak yang harus selalu dijaga antara ketinggian satu dan lainnya yang ditentukan agar tidak terjadi tabrakan antar pesawat.

Itu adalah kali pertama selama jadi pilot, Vincent menerbangkan pesawat tanpa autopilot.

Ia sudah melakukan segala hal yang ada dalam prosedur guna mengaktifkan kembali autopilot pada pesawat tersebut, namun hasilnya nihil. Vincent terpaksa mengemudikan pesawat secara manual dan harus ektra fokus mengendalikan kecepatan. Risikonya adalah bahan bakar pesawat jadi boros.

“Tanpa adanya autopilot kita tidak ada pilihan. Kita harus turun di bawah 29.000 kaki agar kita masih bisa terbang secara valid. Tapi konsekuensinya adalah terbang di bawah 29.000 kaki, bensin jadi boros luar biasa,” lanjutnya.

Beruntung, pesawat dikendalikan Vincent punya stok bahan bakar cukup sehingga pesawat bisa mendarat mulus di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang.

“Nah, kalau kalian penasaran berapa lama durasi penerbangan itu tanpa dengan autopilot, kurang lebih 4 jam, guys. Kalian bisa bayangkan,” ucapnya.

“Seorang pilot harus bisa wajib menerbangkan pesawat dalam kondisi apapun.”

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini