Jenazah Pilot Sriwijaya Air SJ 182 Kapten Afwan Akhirnya Teridentifikasi

Antara, Jurnalis · Jum'at 29 Januari 2021 21:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 29 406 2353282 jenazah-pilot-sriwijaya-air-sj-182-kapten-afwan-akhirnya-teridentifikasi-3KZTLDwhMV.JPG Kapten Afwan sewaktu memberi ceramah semasa hidupnya (Foto: Instagram/@ariekuntung)

KABAR baik datang dari Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri. Ya, Tim DVI hari ini berhasil mengidentifikasi jenazah Kapten Afwan, pilot Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu, 9 Januari 2021 lalu.

Selain Kapten Afwan, dua penumpang pesawat bernomor register PK-CLC SJ 182 itu juga berhasil teridentifikasi.

"Sampai sore hari ini, tim berhasil mengidentifikasi kembali ada tiga korban, yang pertama korban atas nama Afwan RZ, laki-laki berumur 54 tahun," ungkap Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Rusdi Hartono dalam konferensi pers di Rumah Sakit Polri Raden Said Sukanto, Kramatjati, Jakarta Timur, Jumat (29/1/2021).

Baca juga: Mengenang Kapten Afwan, Pilot Dermawan Penyayang Keluarga

Sedangkan dua jenazah lainnya teridentifikasi sebagai penumpang atas nama Suyanto (40) dan Riyanto (32). Keduanya diketahui merupakan kakak beradik asal Sragen, Jawa Tengah.

Ketiga korban berhasil diidentifikasi melalui data pembanding DNA. Suyanto teridentifikasi berdasarkan data pembanding DNA dari ayah kandung dan ibu kandung. Sedangkan Riyanto dan Afwan teridentifikasi melalui data pembanding DNA dari anak kandung.

Dengan demikian, total jenazah korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang berhasil diidentifikasi berjumlah 58 orang, terdiri dari 30 laki-laki dan 28 perempuan.

Baca juga: Doa-Doa Terbaik Terus Mengalir untuk Kapten Afwan Pilot Sriwijaya Air

"Jadi, sampai sore hari ini, tim berhasil mengidentifikasi sebanyak 58 jenazah dari 62 korban seluruhnya, jika dipersentasekan itu sebesar 93,5 persen," tuturnya.

Rusdi memastikan, seluruh jenazah yang teridentifikasi telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Sosok Kapten Afwan dikenal sebagai pribadi yang sangat peduli dengan adik dan keponakan di kampung halaman, di Nagari Sungai Jambu, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

Yurni Mahmud, kakak sepupu Kapten Afwan, di Kabupaten Tanah Datar mengaku meski sepupunya itu jarang pulang kampung, selalu menanyakan keadaan keluarga dan kampung halamannya melalui grup percakapan WhatsApp.

"Jadi ada sebuah grup WhatsApp keluarga, di dalam grup itu ia selalu bertanya keadaan kemenakannya dan keadaan di kampung bagaimana," kata Yurni.

Bahkan, kata dia, begitu pedulinya ia dengan keluarga, juga sempat mengirimkan sejumlah uang kepada salah satu keluarga di kampung yang tengah menjalani isolasi mandiri karena Covid-19.

"Terakhir berkomunikasi dengan beliau melalui grup WhatsApp, yang mana ia masih sempat mentransfer sejumlah uang ke kemenakannya, Ikhsan, yang tengah menjalani isolasi mandiri," tuturnya.

Seperti diketahui, pesawat Sriwijaya Air bernomor register PK-CLC SJ 182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada hari Sabtu, 9 Januari 2021 sekitar pukul 14.40 WIB.

Selang tak berapa lama pesawat nahas itu diketahui jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.

Pesawat lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Banten pukul 14.36 WIB. Jadwal tersebut mundur dari jadwal penerbangan sebelumnya pada pukul 13.35 WIB. Penundaan keberangkatan karena faktor cuaca.

Berdasarkan data manifest, pesawat yang diproduksi tahun 1994 itu membawa 62 orang, terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi. Sedangkan 12 kru terdiri atas, enam kru aktif dan enam kru ekstra.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini