Indah bak Surga, Ini Deretan Objek Wisata Eksotis di Kepulauan Kei

Fatha Annisa, Jurnalis · Sabtu 30 Januari 2021 09:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 29 408 2353259 indah-bak-surga-ini-deretan-objek-wisata-eksotis-di-kepulauan-kei-hQr7ZT7wcf.jpg Pulau Bair, Tual, Maluku (Instagram @timurindonesia17)

KEPULAUAN Kei di Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku punya keindahan alam memukau. Gugusan pulau-pulau eksotis bertaburan di sana. Keelokannya tak kalah dengan Bali maupun Lombok, hanya saja potensinya belum terekspos dengan baik.

Kepulauan Kei yang luasnya mencapai 1.438 kilometer terdiri dari pulau-pulau kecil yang menawan bak surga. Pulau-pulau ini sangat layak dijadikan pilihan destinasi wisata terlebih di tengah pandemi Covid-19, karena pengunjung tidak begitu ramai.

Baca juga: Kisah Pulau Terpencil Dihuni 62 Orang, Bagaimana Mereka Bertahan Hidup?

Dirangkum dari beberapa sumber, Sabtu (30/1/2021), berikut 5 objek wisata di Kepulauan Kei yang wajib masuk ke daftar destinasi liburan Anda :

1. Pantai Ngurbloat

Terletak di desa Ngilngof, Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, Pantai Ngurbloat kerap kali disebut dengan Pasir Panjang. Pantai ini pernah dinobatkan sebagai pantai dengan pasir terhalus di dunia oleh National Geographic.

Sebutan tersebut memang sangat pantas didapatkan Pulau Ngurbloat. Pengunjung yang bermain pasir di Pantai Ngurbloat akan merasa sedang memegang atau menginjak terigu dan bedak saking halusnya pasir.

ilustrasi

Pantai Ngurbloat Maluku (Foto Rajakamar)

Selain pasirnya, daya tarik Pantai Ngurbloat adalah tradisi masyarakatnya yang unik, yaitu festival tahunan Pesona Meti Kei. Festival yang diadakan antara bulan Oktober atau November ini merupakan sebuah tradisi menangkap ikan dengan cara Tarik Tali menggunakan janur kuning saat air laut surut.

Baca juga: Fakta-Fakta Unik Pulau Cantik Dihuni 62 Orang Bersaudara, Penduduknya Santai Banget

Menariknya, air yang surut tidak hanya terjadi di bibir pantai, melainkan bisa sampai ratusan meter dari bibir pantai. Akibatnya lautan menjelma menjadi lapangan luas.

2. Pulau Bair

Pulau Bair sering kali disebut Raja Ampat mini oleh masyarakat Kei. Ekosistem alam yang dimilikinya memang sangat memuaskan untuk dinikmati mata. Air laut di Pulau Baer begitu bening, sementara serpihan bebatuan mengelilingi pulau kecil itu.

Untuk sampai ke Pulau Bair, pengunjung dapat menuju Desa Dulla Laut. Setelahnya melanjutkan dengan menaiki perahu laut dengan durasi perjalanan sekitar 30 menit. Tarif yang harus dibayarkan untuk menggunakan perahu sekitar 550 sampai 600 ribu.

3. Pantai Ngurtafur

Dari ketinggian, Pantai Ngurtafur lebih terlihat seperti ular yang berliuk-liuk. Hal ini karena Pantai Ngurtafur terbentuk dari hamparan pasir putih yang timbul di tengah lautan.

ilustrasi

Pantai Ngurtavur Pulau Kei (Indonesia-Tourism)

Tidak pohon atau tumbuhan lain di sekitarnya, membuat pantai ini terlihat sangat bersih dan terawat. Pantai Ngurtafur juga hanya dapat dilihat jika air laut sedang surut.

Selain merasakan berdiri di tengah laut ketika air sedang surut, Pantai Ngurtafur menawarkan keunikan lain. Di sana Anda dapat melihat Burung Bangau yang tengah beristirahat setelah mencari ikan. Dan jika beruntung, pengunjung memiliki kesempatan bertemu penyu belimbing dan penyu tertua di Pantai Ngurtafur bernama “Tabob”.

4. Gua Hawang

Jika hanya tau arti dari namanya, pasti Anda tidak berani ke gua di Desa Letvuan ini. Kata ‘hawang’ dalam bahasa lokal berarti arwah atau setan. Sesuai dengan namanya, gua ini memiliki kisah yang membuktikan ada makhluk kasat mata yang mendiami Gua Hawang.

Namun saat melihat pemandangan yang dimiliki Gua Hawang, dipastikan Anda langsung lupa dengan kisah misteri tersebut. Gua Hawang dikelilingi hutan yang rindang. Di dalamnya terdapat kolang berair super jernih. Kejernihannya mampu membuat pengunjung melihat dasar kolam bahkan berkaca di permukaan airnya.

Kolam air memiliki dua lubang terhubung dengan mata air Evu. Wisatawan yang berkunjung dapat menyelam dan masuk ke dalam lubang-lubang yang tembus satu sama lain itu.

ilustrasi

5. Pantai Ohoidertawun

Saat air laut sedang surut, Pantai Ohoidertawun akan menjadi lapangan dengan luas mencapai 500 meter. Di antara semua pantai yang ada di Pulau Ke Kecil, hanya Pantai Ohoidertawun yang memiliki meti (air surut) terpanjang di setiap harinya. Meti biasanya menjadi saat-saat yang ditunggu wisatawan asing untuk berjemur di ‘lapangan’ tersebut.

Selain menikmati pantainya, wisatawan juga bisa melihat peninggalan zaman purba. Di sebelah timur pantai terdapat tebing karang yang dindingnya dihias lukisan tangan purba yang menggambarkan sosok manusia, binatang, perahu, mata dan lain-lain. Lukisan ini berwarna merah dan awal mulanya masih menjadi misteri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini