Hendak Jalani Ritual Banyu Pinaruh, Warga Protes Dilarang Masuk Pantai Sanur

Aris Wiyanto, Jurnalis · Minggu 31 Januari 2021 15:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 31 406 2353949 hendak-jalani-ritual-banyu-pinaruh-warga-protes-dilarang-masuk-pantai-sanur-4oHTXFsKN3.JPG Seorang warga dihadang petugas Satpol PP saat hendak memasuki Pantai Sanur untuk melakoni ritual Bayu Pinaruh (Foto: iNews/Aris Wiyanto)

KAWASAN wisata Pantai Sanur, Bali ditutup menyusul penerbitan Surat Edaran (SE) Majelis Desa Adat yang melarang warga umat Hindu Bali melakukan ritual Banyu Pinaruh.

Akibatnya, warga tak bisa memasuki area wisata tersebut untuk melakoni ritual mandi di pantai usai hari raya Saraswati.

Warga yang gagal menjalani ritual Banyu Pinaruh tersebut akhirnya melayangkan protes dan sempat terlibat adu argumentasi dengan petugas. Penutupan akses masuk Pantai Sanur oleh petugas gabungan TNI/Polri dan pecalang ini dilakukan sejak Minggu (31/1/2021) pagi.

Baca juga: Potret Sandiaga Uno Seruput Kopi Kintamani Sambil Nikmati Keindahan Alam Bali

Sejumlah warga yang ingin melaksanakan ritual Banyu Pinaruh di laut pantai sanur pun akhirnya memutar balik setelah diberitahu bahwa pantai ditutup selama satu hari saat pelaksanaan banyu pinaruh.

Seorang warga asal Karangasem, Dewa Ardana mengungkapkan, ia awalnya hendak melakukan ritual bersama keluarganya di Pantai Sanur.

Ia tak dapat menutupi kekesalannya hingga memprotes petugas lantaran dilarang masuk. Dewa juga mempertanyakan alasan pelarangan masuk yang hanya sehari ini saja.

"Hari besar kami, hari suci agama Hindu. Ini kan kepentingannya kan untuk Banyu Pinaruh, ini hari spesial ini. Masak harus dilarang, harus di-swab test," keluhnya.

Lain lagi apa yang dilakukan warga bernama Indri. Dirinya terpaksa melakukan rapid test demi bisa melakoni ritual Banyu Pinaruh di Pantai Sanur.

"Katanya kalau enggak rapid test enggak boleh masuk. Jadinya ya ikuti protokol kesehatan," ujar Indri pasrah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini