Parah! 2,8 Ton Sampah Diangkut dari Taman Nasional Bunaken

Antara, Jurnalis · Senin 01 Februari 2021 05:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 31 406 2353973 parah-2-8-ton-sampah-diangkut-dari-taman-nasional-bunaken-0NVcvQ47B4.JPG Pesona Taman Nasional Bunaken di Sulawesi Utara (Foto: Instagram/@balaitamannasionalbunaken)

BERAGAM cara dilakukan dalam menjaga konservasi Taman Nasional Bunaken, Sulawesi Utara. Salah satunya dengan melakukan langkah pembersihan di kawasan wisata ikonik itu.

Hasilnya, sebanyak 425 karung sampah seberat 2.800 kilogram atau 2,8 ton berhasil diangkat dari perairan Pantai Liang, pada Sabtu, 30 Januari 2021 lalu.

"Sampah yang berhasil diangkat paling dominan adalah botol plastik, sampah yang diangkat dari perairan Taman Nasional Bunaken ini selanjutnya diangkut secara bertahap menggunakan perahu ke TPA di Kota Manado," sebut Kepala Resort Bunaken, Frans Motto.

Sampah yang terdampar ataupun mengapung di kawasan Bunaken ini, kata Frans, merupakan sampah kiriman saat cuaca ekstrem melanda wilayah Sulut khususnya Kota Manado di akhir dan awal tahun.

Baca juga: Wabah Covid-19 Beri Kesempatan Taman Nasional Bunaken Pulihkan Ekosistem

"Kami dengan jajaran Kecamatan Bunaken kepulauan terus berusaha dan bekerja keras menangani sampah yang masuk kawasan perairan ini," sebutnya.

Dari 425 karung itu terdapat 150 karung besar dengan rata-rata berat 10 kilogram dan 275 karung kecil dengan rata-rara berat lima kilogram jadi kalau di total lebih dari 2.800 kilogram yang diangkut ke TPA.

Taman Nasional Bunaken

(Foto: instagram/@tamannasionalbunaken)

"Kami bersyukur tim Balai Taman Nasional Bunaken bersama-sama dengan Pemerintah Kota Manado dalam hal ini Kecamatan Bunaken dibantu dengan masyarakat, kawan-kawan pemerhati lingkungan dari dive guide, pedagang cenderamata membantu upaya penanganan sampah di kawasan ini," kata dia.

Sementara, Kepala Balai Taman Nasional Bunaken, Genman Hasibuan mengatakan, Bunaken sangat unik dengan pulau yang menyerupai huruf U dan telah menjadi maskot pariwisata selam Sulawesi Utara bahkan dunia sehingga selama masa pandemi upaya pelestarian terumbu karang dari sampah terus dilakukan.

"Tentunya koordinasi dan kerja sama lintas sektor khususnya masyarakat dan pemerintah daerah terus kami lakukan dalam upaya penanganan sampah yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Bunaken," katanya.

Secara ekologi, sampah plastik yang menutupi terumbu karang dapat mati karena tidak mendapatkan sinar matahari dan sangat disayangkan bila pertumbuhan karang yang lambat antara 1-10 milimeter per tahun sebagai penyedia jasa lingkungan terhambat karena sampah.

Baca juga: Satu Keluarga 20 Orang Diusir dari Pesawat karena Masker Melorot

Tahun 2020 lalu, kata dia, BTNB mengajak instruktur berpengalaman dari Bank Sampah CELSS Minahasa Utara melakukan pelatihan kepada masyarakat penyangga kawasan Taman Nasional untuk mengolah sampah yang umumnya plastik menjadi sesuatu yang bernilai, diolah menjadi beragam produk bernilai ekonomi.

"Kami berharap dengan penanganan yang baik dari hulu sampai ke hilir dapat meminimalisasi masuknya sampah dalam kawasan ini. Kami akan terus berkoordinasi dengan semua pihak terkait untuk mengatasi masalah ini," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini