Pengalaman Mencekam Pramugari Batal Pulang Akibat Teror Bom

Violleta Azalea Rayputri, Jurnalis · Minggu 31 Januari 2021 20:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 31 406 2354027 pengalaman-mencekam-pramugari-batal-pulang-akibat-teror-bom-NgAM9mkWIV.JPG Vira, seorang mantan pramugari maskapai Timur Tengah (Foto: YouTube/@Galley FM)

BANYAK pengalaman diperoleh seorang pramugari selama menggeluti pekerjaannya di dunia penerbangan. Mulai hal menyenangkan, bahkan menegangkan hingga menakutkan tak jarang menghampiri mereka. Seperti yang dialami Vira, seorang mantan pramugari maskapai Timur Tengah.

Saat bertugas di maskapai internasional tersebut, Vira mengaku pernah punya pengalaman yang takkan pernah dilupakan. Dikutip dari channel YouTube Galley FM, pada Maret 2015, Vira bercerita saat itu ia mendapatkan tugas flight ke Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).

Penerbangan malam itu memakan waktu 2 jam 30 menit. Setelah sampai di Bandara Internasional Dubai, Vira dan kru kabin lainnya langsung dijemput untuk menuju ke hotel.

Karena penerbangan yang lama dan melelahkan, Vira sebenarnya ingin langsung beristirahat, namun 5 orang teman sesama pramugari lainnya mengajaknya mencari makan. Setelah selesai makan, tiba-tiba salah satu temannya mengabarkan informasi mengejutkan.

Baca juga: Penampakan Pramugari Berambut Panjang di Dapur Pesawat, Pilot Bilang Begini

“Dia tiba-tiba bilang gini 'eh aku dapet info kalo Tower bandara di base dibom,” kata Vira mengawali cerita.

Saat mendengar kabar tersebut, Vira dan para rekannya sangat terkejut tak menyangka pengeboman terjadi di bandara itu. Sebab, sebelumnya ia melintas di sana terlihat normal saja.

“Setelah itu semuanya heboh, aku mikir wah kayaknya kita besok enggak bisa balik nih,” tuturnya.

Penerbangan yang dijalani Vira ialah penerbangan one way, sehingga keesokan harinya ia harus sudah kembali ke kota asalnya semula. Namun karena peristiwa itu, jadwal penerbangannya bisa saja mundur.

Baca juga: Cerita Horor Pramugari di Tengah Malam

Setelah kembali ke hotel, Vira dan rekan sesama kru lainnya bingung karena belum ada kejelasan apakah mereka bisa terbang pulang atau tidak.

“Keesokan harinya ada surat yang menyuruh kita untuk standby. Jadi sesuai prediksi kita tadi malam," ujarnya.

Meski standby dan belum bisa terbang pulang, namun Vira dan awak kru lainnya diperintahkan untuk tetap mengenakan seragam karena mereka bisa dijemput kapan saja.

“Setelah menunggu beberapa jam tanpa kepastian, akhirnya flight dibatalkan karena katanya situasi di sana itu lagi chaos. Katanya ada konflik gitu,” ungkap Vira.

Saat kejadian, ia rekannya merasa cemas dan khawatir karena mereka beberapa kali mendapat kabar tentang kejadian di lokasi yang mencekam.

Dikarenakan one way flight, Vira tak membawa cukup perlengkapan untuk menginap lebih dari satu hari. Untungnya pihak maskapai memberi tambahan bekal dan uang yang cukup bagi awak kabin ketika berada di sana.

Selama berada di sana, setiap malam Vira dan awak kru lainnya mengadakan pertemuan dan mengupdate info tentang bagaimana keadaan dan kondisi yang terjadi di negara tersebut.

Untungnya ada kru pesawat lain yang transit di sana dan dan mengalami kondisi sama seperti Vira. Menariknya, salah satu pramugarinya adalah orang Indonesia. Saat itu Vira merasa lega dan beruntung karena bertemu teman satu negara.

“Akhirnya setelah dua minggu nunggu kepastian, dan kondisi di base enggak kunjung mereda, kita akhirnya dipulangin. Aku sama senior aku orang Indonesia balik ke Jakarta. Kita nyampe sana itu tanggal 9 April,” tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini