Berlibur ke Alor? Yuk Singgah ke Desa Adat Takpala & Rasakan Pengalaman Uniknya

Fatha Annisa, Jurnalis · Minggu 31 Januari 2021 11:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 31 408 2353845 berlibur-ke-alor-yuk-singgah-ke-desa-adat-takpala-rasakan-pengalaman-uniknya-dxBeQWAAX3.JPG Pakaian adat Suku Abui di Alor, NTT (Foto: Instagram/@anaktimor_hitz)

MASYARAKAT Indonesia terdiri dari beragam suku yang memiliki kebudayaannya masing-masing. Penduduk yang menghuni wilayah paling Timur hingga paling Barat Tanah Air punya ciri khas tersendiri.

Ragam budaya ini seolah tidak pernah ada habisnya untuk dipelajari. Selalu ada hal-hal unik yang mampu menarik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Kini sudah banyak desa-desa yang masih asri dan tradisional menerima kedatangan wisatawan dengan suka hati. Mereka diizinkan untuk mengetahui lebih dalam tentang budaya, kerajinan, bahkan kehidupan penduduk asli wilayah tersebut.

Salah satu desa yang memanfaatkan kebudayaannya untuk menarik pengunjung adalah Desa Takpala.

Berlokasi di Desa Lembur Barat, Kecamatan Alor Tengah Utara, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), Desa Takpala merupakan sebuah kampung tradisional yang berada di atas bukit. Ada sekitar 13 kepala keluarga Suku Abui yang menghuni Desa Takpala. Mereka masih tinggal di rumah adat beratap ilalang dan hidup dengan memanfaatkan hasil alam.

Baca juga: Indahnya Wisata Paralayang di Puncak Badoe Alor, Asyik Buat Menikmati Sunset

Pada 1973 lalu, seorang wisatawan asal Belanda bernama Ferry memamerkan foto-foto warga Kampung Takpala untuk kalender dan mempromosikan kampung primitif di Pulau Alor.

Suku Abui

(Foto: Genpi)

Sejak itu, Kampung Takpala menjadi tidak asing di kalangan wisatawan. Bahkan hingga sekarang Kampung Adat Takpala ditetapkan sebagai aset wisata yang menjadi destinasi wajib bagi pengunjung Pulau Alor.

Selain mendapat ilmu baru seputar kebudayaan Takpala, wisatawan yang berkunjung ke desa ini juga akan mendapatkan berbagai pengalaman menarik. Berikut pengalaman yang bisa Anda dapatkan di Kampung Adat Takpala sebagaimana dirangkum Okezone;

Disambut tarian tradisional

Selain penduduk lokal yang ramah dan hangat, mereka juga tidak segan untuk menyambut para wisatawan dengan tarian tradisional bernama Tari Lego-Lego. Tarian itu diiringi dengan musik berupa Gong dan gendang yang kemudian berpadu dengan suara kerincing gelang kaki yang dihentakan ke tanah oleh wanita-wanita suku Abui.

Baca juga: Sambangi Desa Tertua di Bali, Sandiaga Uno Puji Kreativitas Masyarakat Lokal

Tari yang dilakukan bersama-sama dengan bergandengan tangan melingkari Mesbah (tiga batu yang disusun) ini melambangkan kekuatan dan persatuan masyarakat Suku Abui.

Berkunjung ke rumah adat Suku Abui

Rumah adat di Kampung Adat Takpala sangatlah unik. Biasa disebut Fala Foka, rumah bertingkat empat itu dibangun dengan kayu atau bambu. Setiap lantainya memiliki fungsi tertentu.

Rumah Adat Takpala

(Foto: Instagram/[email protected])

Lantai 1 digunakan untuk berkumpul dan menerima tamu, lantai 2 untuk ruang tidur dan memasak, lantai 3 untuk menyimpan bahan pangan dan hasil bumi, dan lantai paling atas digunakan untuk menyimpan barang-barang adat seperti moko, gong, senjata, dan sebagainya.

Selain Fala Foka, ada juga Lopo. Bangunannya berbentuk limas dan beratap ilalang terbuka seperti gazebo dengan tinggi dinding sekitar 90 sentimeter. Lopo disangga 6 tiang dari kayu merah. Rumah Lopo memiliki dua jenis, yakni Kolwat yang terbuka untuk umum dan Kanuruat yang hanya boleh dimasuki kalangan tertentu.

Mengenakan baju adat Suku Abui

Agar semakin terasa menjadi bagian dari penduduk Takpala, pengunjung memiliki kesempatan untuk mengenakan pakaian adat Suku Abui lengkap beserta atributnya.

Desa Takpala

(Foto: Instagram/@fifiamalo)

Untuk laki-laki akan diberikan panah yang biasa digunakan untuk berperang atau berburu. Sementara pengunjung perempuan akan mengenakan balutan tenun Alor dan gelang kaki seperti milik para penari yang menyambut kedatangan Anda.

Melihat wanita Suku Abui menenun kain

Kain tenun khas Alor memang bermotif lebih sederhana dibanding kain tenun dari wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) lainnya.

Namun tetap saja, kain yang proses pembuatannya dapat memakan waktu berbulan-bulan ini terlihat sangat cantik.

Di Kampung Adat Takpala pengunjung dapat melihat kegiatan para wanita Suku Abui di siang hari. Kala pria Abui berkebun, mereka sibuk menenun dan membuat bermacam-macam kerajinan. Barang-barang tersebut digunakan untuk acara adat dan beberapa dijual kepada wisatawan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini