Belasan Desa Wisata di Temanggung Kurang Promosi

Antara, Jurnalis · Senin 01 Februari 2021 10:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 01 406 2354176 belasan-desa-wisata-di-temanggung-kurang-promosi-mPymlqLHxB.JPG Desa wisata Kedu di Kudus, Jawa Tengah (Foto: Instagram/@kopyahduwur)

DINAS Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, terus berupaya membenahi pengelolaan objek wisata, terutama terkait manajemen maupun sumber daya manusia (SDM).

"Hingga saat ini kami terus melakukan pembinaan terkait SDM dan manajemen pengelolaan objek wisata," ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kabupaten Temanggung, Edi Cahyadi.

Menurutnya di Temanggung terdapat 23 destinasi wisata, belasan di antaranya merupakan desa wisata.

Baca juga: 5 Desa Wisata Terbaik di Indonesia Peraih Penghargaan Nasional hingga Internasional

"Ada 19 desa wisata di Temanggung yang tercatat di SK Bupati Temanggung, namun belum semua terpublikasi dengan baik," katanya.

Menurut Edi, Temanggung baru sekitar tiga tahun terakhir berkonsentrasi pada pengembangan objek wisata sehingga masih perlu pembinaan SDM maupun manajemen.

"Setelah pembenahan SDM dan manajemen, baru nanti promosi secara besar-besaran, jangan sampai melakukan promosi sedangkan destinasi belum siap, nanti para pengunjung malah kecewa, bahkan kapok datang ke sini," katanya.

Baca juga: 3 Desa Wisata Asri yang Buat Kamu Pengin Tinggal Lama Bali

Dikatakannya, pada 2020 meskipun pandemi Covid-19, pihaknya telah beberapa kali melaksanakan peningkatan kapasitas SDM pariwisata, yaitu pengelola home stay dan pramuwisata.

Selain pembenahan SDM dan manajemen, untuk mendukung pengembangan objek wisata tahun ini juga ada program ekonomi kreatif yang melibatkan gabungan dari beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengarahkannya.

"Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang mengampu program tersebut, tetapi butuh kerja sama dengan Bappeda, Dinpermades, Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan serta Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja.

Sejumlah OPD lanjut Edi akan diajak berkolaborasi mengelola ekonomi kreatif (ekraf) sehingga dapat menjadi penopang pemberdayaan ekonomi semasa pandemi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini