GWK Bali Ditutup, Begini Respons Menparekraf Sandiaga Uno

Antara, Jurnalis · Senin 01 Februari 2021 14:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 01 406 2354196 gwk-bali-ditutup-begini-respons-menparekraf-sandiaga-uno-kgSFEVUtDA.JPG Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno (Foto: Instagram/@sandiuno)

OBJEK wisata Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park, Bali kembali ditutup bagi wisatawan mulai hari ini, Senin (1/2/2021). Keputusan itu diambil dalam rangka menekan penyebaran virus corona (Covid-19) di Pulau Dewata.

Penutupan sementara terpaksa dilakukan demi mencegah kerumunan pengunjung ke wisata ikonik itu.

General Manager Marketing Communication and Event GWK Cultural Park, Andre Prawiradisastra mengatakan, pihaknya sangat menaruh perhatian besar terhadap upaya-upaya pemerintah dalam menanggulangi pandemi Covid-19.

Baca juga: Wisatawan ke Pantai Sanur Wajib Rapid Test Antigen

Bagi manajemen, kata dia, langkah dan strategi tersebut dapat memberikan hasil yang positif apabila didukung dengan implementasi yang nyata di lapangan.

"Keputusan penutupan operasional sementara ini juga karena mempertimbangkan fakta bahwa seiring naiknya angka kunjungan wisatawan, risiko persebaran Covid-19 turut mengintai," kata Andre.

Penutupan itu sambung Andre, juga dilakukan untuk memproteksi seluruh karyawan yang bertugas di kawasan GWK.

Baca juga: Besok, Kawasan Wisata GWK Kembali Ditutup bagi Wisatawan

Sementara itu menanggapi penutupan GWK Cultural Park, Bali, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno menegaskan bahwa pihaknya ingin memastikan keputusan penutupan GWK merupakan sinergi untuk menekan angka penyebaran kasus Covid-19.

"Begitu Covid-19 bisa kita tekan kurvanya, kita akan beri sinyal waktu yang cukup sehingga mereka bisa mempersiapkan untuk buka kembali," kata dia.

Terkait penutupan GWK, Sandiaga juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali dan Pemkab Badung.

"Saya tentunya akan berkoordinasi dengan pemprov dan pemkab karena GWK ini juga merupakan destinasi yang dikunjungi bisa sampai 5.000 orang per hari," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini