Antusias, 1.700 Masyakarat Ikut Uji Coba KRL Solo-Yogyakarta

Ary Wahyu Wibowo, Jurnalis · Senin 01 Februari 2021 14:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 01 406 2354442 antusias-1-700-masyakarat-ikut-uji-coba-krl-solo-yogyakarta-hnqGmTdgOg.jpeg Masyarakat ikut uji coba naik KRL Solo-Yogyakarta (KAI Commuter/Antara)

UJI coba perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) Solo-Yogyakarta disambut antusias masyarakat. Tercatat sekitar 1.700 orang naik lokomotif tersebut di hari pertama uji coba, Senin (1/2/2021).

Uji coba KRL Solo-Yogya untuk masyarakat umum dilaksanakan mulai 1 hingga 7 Februari 2021, setelah sebelumnya digelar ujicoba dengan pengguna terbatas pada 20-31 Januari 2021.

“Hingga siang ini, kegiatan ujicoba berjalan kondusif,” kata Direktur Utama KAI Commuter, Wiwik Widayanti.

Baca juga: Sandiaga Uno Ajak TikTokers Berinovasi Bangkitkan Sektor Parekraf

Masyarakat antusias ingin mengetahui layananan dan merasakan menggunakan kereta listrik pertama di Indonesia di luar wilayah Jabodetabek. Calon peserta ujicoba tertib melakukan Tap-In dan Tap-Out untuk transaksi pembayaran tiket perjalanan KRL.

Petugas di stasiun dan kereta juga memberikan edukasi mengenai tata cara menggunakan KRL. Sebelum naik, peserta ujicoba harus mendaftar melalui Aplikasi KRL Access dan memiliki tiket yang sesuai untuk naik.

Tiket yang dapat digunakan adalah kartu multi trip (KMT) dari KAI Commuter maupun kartu uang elektronik dari bank. “Yakni Mandiri E-money, BNI Tap Cash, Brizzi dari BRI, dan Flazz BCA,” ujarnya. Setiap KMT atau kartu uang elektronik hanya berlaku untuk satu orang.

Untuk KMT dapat dibeli di seluruh loket stasiun yang melayani KRL dengan harga Rp30.000, termasuk saldo Rp10.000. KAI Commuter juga menyediakan petugas mobile yang akan menawarkan KMT kepada para calon peserta ujicoba.

Baca juga: GeNose, Alat Canggih Tes Covid-19 Karya Anak Bangsa Segera Hadir di Stasiun

Pada masa pandemi, pihaknya memberlakukan peraturan terkait protokol kesehatan. Seperti pembatasan jumlah pengguna di setiap perjalanan KRL dengan kuota 74 orang per kereta. Hal ini untuk memaksimalkan physical distancing di seluruh perjalanan KRL.

Pengguna KRL juga diwajibkan melakukan pemeriksaan suhu tubuh sebelum naik, memakai masker minimal tiga lapis atau menggunakan masker medis, mencuci tangan sebelum dan sesudah menggunakan KRL.

Hal yang berbeda pada layanan KRL antara lain adalah konfigurasi tempat duduk.

Pada setiap kereta (gerbong) terdapat 4 bangku panjang yang keseluruhan dapat diisi 24 pengguna, dan 4 bangku prioritas yang keseluruhan dapat digunakan 12 orang. Tempat duduk prioritas disiapkan khusus bagi pengguna prioritas.

Meliputi orang tua, wanita hamil, pengguna yang membawa anak, dan disabilitas. Sementara ruang bagi pengguna yang berdiri tercatat sebanyak 38 orang. Setiap pengguna KRL harus memtaati peraturan yang berlaku saat naik.

Pengguna KRL dilarang makan dan minum di dalam, dilarang duduk di lantai menggunakan kursi lipat atau alas lainnya, serta dilarang berbicara secara langsung maupun melalui telepon genggam. Pihaknya mengimbau agar semua peraturan ditaati, termasuk seluruh arahan petugas di lapangan.

KAI Commuter juga berharap seluruh peserta ujicoba menjaga kebersihan KRL atau area stasiun guna kenyamanan bersama. Selain itu juga menjaga sarana dan prasarana KRL agar bisa dinikmati seluruh masyarakat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini