7 Destinasi Wisata Populer di Myanmar, Pagoda hingga Gua Laba-Laba

Salsabila Jihan, Jurnalis · Senin 01 Februari 2021 20:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 01 408 2354649 7-destinasi-wisata-populer-di-myanmar-pagoda-hingga-gua-laba-laba-obhUXsEtHM.jpg Mrauk U, situs peradaban kuno di Rakhine, Myanmar (Foto Instagram @kris_bednarzewski)

MYANMAR dilanda kudeta militer. Pemimpin sipil Aung San Suu Kyi dan sejumlah tokoh-tokoh senior ditangkap lalu ditahan oleh Junta Militer. Dunia international mengecam aksi militer Myanmar yang dituding juga terlibat dalam genosida terhadap etnis Rohingya.

Terlepas dari tegangnya kondisi politik perebutan kekuasaan, Myanmar alias Burma termasuk salah satu negara dengan alam yang indah. Banyak destinasi wisata baik alam, sejarah maupun religi di Negeri 1.000 Pagoda itu.

Baca juga: 5 Tempat Makan Nasi Uduk Paling Nikmat di Jakarta

Dikutip dari beberapa sumber, berikut beberapa objek wisata populer di Myanmar yang sering jadi pilihan liburan wisatawan :

Pagoda Shwedagon

Pagoda Shwedagon salah satu pagoda termegah di Myanmar. Kompleks pagoda ini didominasi dengan warna keemasan dan dikelilingi oleh stupa-stupa khas pagoda Myanmar yang ikonik dengan sebuah stupa raksasa di bagian tengahnya.

ilustrasi

Pagoda Shwedagon (shwedagonpagoda.com)

Pagoda Shwedagon merupakan tempat ibadah yang paling suci bagi bangsa Birma karena menyimpan relik Buddha terdahulu, yaitu tongkat Kakusandha, saringan air Konagamana, sepotong jubah Kassapa, dan delapan helai rambut Siddharta Gautama.

Pagoda di bagian barat Danau Kandawgyi, di bukit Singuttara ini sudah berusia lebih dari 2000 tahun. Pagoda yang memiliki tinggi sekitar 99 meter ini mendominasi pemandangan kota Yangon. Di sini juga terdapat 1065 lonceng emas dan berlian 76 karat. 

Desa Indein

Satu lagi objek wisata yang wajib dikunjungi saat pelesiran ke Myanmar adalah Desa Indein. Desa ini merupakan Kompleks Stupa Shwe Inn Tain yang berada di bagian barat danau dekat Desa Inn Tain Kone.

Diperkirakan pagoda-pagoda unik yang berbentuk segitiga dengan atap yang runcing ini telah berdiri sejak zaman Dinasti Maurya sekitar abad ke-3 sebelum masehi, tepatnya ketika Raja Thiri Dammasoka bertahta pada 273-232 sebelum masehi.

ilustrasi

Desa Indein Myanmar (Foto Instagram @mitch.trato)

Di desa wisata ini juga terdapat mitos yang membuat petualangan semakin seru, seperti adanya ular naga dan Chinthes.

Bagan

Sebelumnya, Bagan (Pagan) adalah sebuah kota kuno yang letaknya di tepi sungai Irrawadi, Mandalay, Myanmar pada abad ke-9 sampai abad ke-13. Selama kerajaan-kerajaan berdiri di sana, ada lebih dari 10.000 kuil Buddha yang dibangun di kota itu dan ada sekitar 2.200 kuil dan pagoda masih berdiri sampai saat ini.

Baca juga: Asdianti si Pembeli Pulau Lantigiang Rp900 Juta, Siapa Dia?

Kota yang dijuluki Arimaddanapura atau Arimaddana dan juga disebut Tambadipa atau Tassadessa ini merupakan ibu kota Kerajaan Pagan di Burma, kerajaan pertama yang menyatukan wilayah-wilayah yang membuat konstitusi modern Myanmar.

Pada Juli 2019, UNESCO menobatkan Bagan sebagai Situs Warisan Dunia. Sebelumnya ibu kota kuno Myanmar ini pertama kali dinominasikan sebagai Situs Warisan Dunia pada 1995, tetapi sempat ditolak karena situs tersebut sempat direnovasi, namun tidak mempertahankan arsitektur aslinya.

Sungai Ayeyarwady

Sungai ini adalah sungai terpanjang yang mengalir di Myanmar dan salah satu sungai terbesar di Asia. Sungai sepanjang 2.170 kilometer ini dimulai dari ketinggian Himalaya yang melalui Myanmar dan berakhir di Laut Andaman.

Keindahan berbagai bentuk candi menghiasi perjalanan saat menyusuri sungai ini. Untuk menyusuri berbagai situs purbakala dan sejarah, disediakan tempat untuk menyewa perahu wisata di tepian sungai ini.

Jembatan U Bein

Jembatan yang melintang di Danau Taungthaman dekat Amarapura, Myanmar ini memiliki panjang 1,2 kilometer, dibangun sekitar tahun 1850 dan diyakini menjadi jembatan kayu jati tertua dan terpanjang di dunia.

Selain digunakan sebagai akses bagi orang-orang setempat untuk beraktivitas, jembatan ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.

Kayu yang digunakan untuk membangun jembatan ini adalah kayu dari bekas istana kerajaan di Inwa. Namun saat ini, beberapa dari 1,086 pilar yang menyangga jembatan itu telah diganti dengan beton. 

Reruntuhan Mrauk U

Mrauk U sendiri adalah kota di bagian utara Negara Bagian Rakhine Myanmar yang merupakan kota paling penting dan kuat pada saat kerajaan Rakhine (Arakan) pada 1430-1785.

Namun saat ini, Mrauk U merupakan salah satu situs peradaban kuno yang menyajikan candi-candi dan reruntuhan kota, misalnya sisa-sisa dari istana utama di pusat kotanya.

ilustrasi

Menurut legenda, sekitar 6.000 kuil pernah berdiri di tanah ini dengan arsitektur yang beragam, namun kini hanya tersisa sekitar 700 bangunan kuil dan pagoda karena jatuhnya dinasti dan pengaruh kondisi alam mengakibatkan Kerajaan Rakhine runtuh.

Gua Pindaya

Gua Pindaya merupakan gua kapur alami yang terletak di atas bukit yang memiliki lebih dari 8.000 patung Buddha dari berbagai zaman. Gua ini juga dipenuhi dengan stalakmit yang memesona. Tradisi peletakan patung Buddha di dalam gua bisa ditelusuri hingga ke tahun 1750.

Konon, nama Pindaya berasal dari kalimat "Pinku Ya-Pyi!" yang berarti "Aku mendapatkan laba-labanya!". Kalimat tersebut berkaitan dengan legenda yang dipercayai oleh masyarakat setempat.

Menurut cerita, gua ini dulunya dihuni oleh seekor laba-laba raksasa yang jahat. Ia menculik 7 orang putri yang sedang mandi di dekat gua. Putri-putri ini kemudian diselamatkan oleh Pangeran Kummabhaya dari Yawnghwe.

Karena cerita tersebut, di pintu masuk gua dipasang patung laba-laba dan Pangeran Kummabhaya yang memegang busur lengkap dengan anak panah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini