Tarif Tes GeNose C19 di Stasiun Pasar Senen Dibanderol Rp20.000

Antara, Jurnalis · Rabu 03 Februari 2021 12:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 03 406 2355684 tarif-tes-genose-c19-di-stasiun-pasar-senen-dibanderol-rp20-000-oZ6sk8AXVX.JPG Pengambilan sampel napas untuk tes GeNose C19 (Foto: PT KAI)

PT KERETA Api Indonesia (KAI) akan menggunakan alat pengetesan Covid-19 buatan anak bangsa, GeNose C19 sebagai syarat perjalanan bagi penumpang kereta api jarak jauh mulai 5 Februari 2021 mendatang.

Tarif uji coba pemeriksaan virus Covid-19 dengan menggunakan alat GeNose C19 di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat pun dibanderol Rp20.000.

"Tarif yang dikenakan pada saat uji coba atau pre launching ini adalah Rp20.000," ujar Vice President Public Relations KAI, Joni Martinus dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (3/2/2021).

Untuk tahap awal KAI menyediakan layanan pemeriksaan GeNose C19 di Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Yogyakarta.

Baca juga: Naik Kereta Api Penumpang Boleh Tes Covid-19 Pakai GeNose

Joni menegaskan KAI sudah siap untuk menyelenggarakan layanan pemeriksaan GeNose C19 di stasiun, dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah menghadirkan layanan transportasi kereta api yang bebas Covid-19.

Stasiun Pasar Senen

(Foto: Okezone.com)

Penyediaan layanan pemeriksaan GeNose C19 di stasiun, KAI melakukan Sinergi BUMN dengan PT Rajawali Nusantara Indonesia melalui anak usahanya yaitu Rajawali Nusindo.

Kolaborasi dan sinergi BUMN tersebut meneruskan kerja sama yang selama ini telah terjalin baik dalam hal pelayanan rapid test antibodi dan rapid test antigen di stasiun-stasiun.

Baca juga: Berlaku Mulai 5 Februari, Ini Syarat-Syarat Pemeriksaan GeNose C19 di Stasiun

“Dengan adanya layanan pemeriksaan GeNose C19 di stasiun akan semakin memperkuat deteksi dini Covid-19 sehingga lebih mempercepat pencegahan penularan Covid-19 dan menjadikan moda transportasi Kereta Api yang makin nyaman aman dan sehat," tuturnya.

Dalam peninjauan uji coba GeNose di Stasiun Pasar Senen hari ini, turut hadir Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Riset dan Teknologi / Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Kepala Produksi GeNose C19 Eko Fajar Prasetyo dan anggota Tim Pengembang GeNose Dian Kesumapramudya Nurputra, serta Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Didiek Hartantyo yang mendampingi kunjungan tersebut.

“Alhamdulillah uji coba berjalan baik hari ini. Semoga di tanggal 5 Februari nanti penerapannya juga bisa berjalan baik dan lancar. Kelebihan pemeriksaan GeNose C19 ini selain murah, tidak sakit untuk digunakan, dan ini juga buatan Indonesia,” ujar Menhub Budi Karya Sumadi.

Menhub berujar bahwa pemeriksaan GeNose C19 ini akan menambah opsi bagi masyarakat untuk melakukan pengecekan kesehatan selain tes rapid antigen dan PCR, yang menjadi syarat perjalanan transportasi kereta api jarak jauh.

Sementara itu, Menristek / Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro mengatakan seiring berjalannya waktu, GeNose C19 yang menggunakan artificial intelligent (AI) akan semakin akurat.

Bambang menegaskan, GeNose C19 ini adalah sebagai alat penyaringan (screening) dan bukan sebagai alat pengganti PCR Test.

“GeNose C19 sudah diuji validasinya dengan 2.000 sampel dan akurasinya sudah 90 persen. Semakin banyak dipakai alat ini akan semakin akurat karena akan selalu di-update oleh tim dari UGM,” kata Bambang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini