TMII Kehilangan 15.000 Pengunjung Kalau Jakarta Lockdown

Antara, Jurnalis · Rabu 03 Februari 2021 15:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 03 406 2355821 tmii-kehilangan-15-000-pengunjung-kalau-jakarta-lockdown-tsm9Kk04Xp.jpeg Istana Anak Indonesia, TMII, Jakarta Timur (Foto Traveloka)

TAMAN Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur berpotensi kehilangan 15.000 pengunjung bila 'lockdown' atau karantina wilayah di tempat wisata diberlakukan setiap akhir pekan, sebagaimana wacana muncul dalam beberapa hari ini.

"Sabtu (jumlah wisatawan) bisa mencapai 5.000 orang, sedangkan Minggu bisa 10.000 ke atas (orang)," kata Kabag Humas TMII Adi Widodo di Jakarta, Rabu (3/1/2021).

Baca juga:  Seorang Satpam Hotel Kena Corona, 2 Juta Warga Australia Diisolasi

Menurut Adi, jumlah kunjungan wisatawan di TMII juga dipengaruhi oleh faktor cuaca. Apabila sejak pagi sudah diguyur hujan, angka kunjungan bisa berkurang.

Adi mengatakan jumlah wisatawan tersebut dihitung berdasarkan transaksi pembelian tiket setiap akhir pekan selama pandemi COVID-19.

 ilustrasi

Snowbay TMII (Okezone.com/Tiara)

Sebelum masa pandemi COVID-19, kata Adi, jumlah wisatawan yang berkunjung pada Sabtu bisa mencapai 20.000 orang, sedangkan pada Ahad bisa mencapai 60.000 orang.

Pengurangan jumlah wisatawan itu terjadi setelah pengelola mematuhi peraturan pembatasan kapasitas tampung tempat wisata sesuai arahan pemerintah.

Baca juga:  Tarif Tes GeNose C19 di Stasiun Pasar Senen Dibanderol Rp20.000

Adi mengatakan kebijakan 'lockdown' pada akhir pekan akan mempengaruhi sejumlah sektor usaha pariwisata, khususnya komunitas seniman yang rutin tampil menghibur wisatawan di saat akhir pekan.

"Apabila kebijakan itu diterapkan, tentu kunjungan masyarakat ke TMII akan berkurang dan aktivitas seni budaya belum dapat diselenggarakan," ujarnya.

 

Aktivitas seni dan budaya yang dimaksud berupa sajian hiburan dengan latar kawasan TMII dalam tampilan video. Biasanya kegiatan itu diisi seniman musik dan budaya untuk memperoleh donasi lewat karya mereka yang diunggah melalui media sosial.

"Ini untuk mengobati rindu masyarakat akan sajian seni budaya, dilakukan secara virtual," katanya.

Bagi para seniman tradisional, kata Adi, dapat mempengaruhi jadwal pentas mereka di akhir pekan.

"Misalnya seperti Reyog Ponorogo memang menjadi semakin sulit, di mana TMII sebelum masa pandemi selalu memberikan ruang untuk mereka beraktivitas," katanya.

"Pada prinsipnya TMII mengikuti kebijakan pemerintah dan berharap pandemi ini bisa segera diatasi sehingga masyarakat bisa beraktivitas normal kembali," kata Adi menambahkan.

Sebelumnya wacana lockdown akhir pekan dikemukakan Ketua Fraksi PAN DPR RI, Saleh Partanonan Daulay, untuk diterapkan di wilayah zona merah dan oranye COVID-19.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria Riza menjelaskan pada prinsipnya Pemprov DKI Jakarta meyakini program tersebut bertujuan baik dalam penanganan COVID-19. DKI hingga saat ini masih mengkaji usulan itu.

Dia juga membenarkan fakta di akhir pekan banyak warga Jakarta yang beraktivitas keluar rumah mengisi waktu senggang mereka.

"Tidak hanya ke pasar, ke mal, tetapi juga ke tempat-tempat rekreasi, termasuk berkunjung ke sanak saudara, termasuk juga ke luar kota," ujar Riza.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini