Camilan Ekstrem Korea Berbahan Larva Ulat Sutera, Berani Nyoba?

Elvina Maharani Putri, Jurnalis · Kamis 04 Februari 2021 18:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 04 301 2356334 camilan-ekstrem-korea-berbahan-larva-ulat-sutera-berani-nyoba-8y9q1DNoYA.JPG Beondegi, camilan ekstrem Korea berbahan larva ulat sutera (Foto: Instagram/@vincentcham)

SETIAP memasuki musim semi, Korea Selatan menjadi incaran para wisatawan asing untuk menikmati wisata sambil berburu jajanan kaki lima di sana.

Namun jangan kaget, bila di sana menemui salah satu camilan yang terbuat dari salah satu serangga, yakni Beondegi.

Dalam bahasa Korea, 번데기 atau Beondegi memiliki arti kepompong, jika di Indonesia kepompong sangat identik dengan simbol persahabatan, berbeda dengan di Korea Selatan malah dijadikan sebagai bahan kuliner ringan.

Dikutip dari laman Instagram @vincentcham, Beondegi merupakan kuliner jalanan khas Korea yang terbuat dari kepompong ulat sutera. Sekilas rasanya seperti kacang basi namun sangat cocok disajikan dengan softdrink.

Baca juga: Menu Kuliner Korea yang Paling Disukai Traveler

Beondegi sendiri sebenarnya merupakan camilan sehat yang diolah dengan cara direbus atau dikukus dengan bumbu kecap asin. Aroma manis dan gurihnya bahkan bisa tericum dari jauh.

Saat dimakan, gigitan pertama pada Beondegi di dalam mulut akan terasa meletus sehingga mengeluarkan cairan bumbu yang bercampur dengan tekstur kepompong ulat sutera yang lembut.

Varian rasa yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari original sampai bercita rasa pedas. Meski tampilannya sedikit menjijikkan, kuliner ini mengandung protein, zat besi dan kalsium yang baik untuk kesehatan tubuh lho.

Menurut sejarah, Beondegi pertama kali ditemukan dan dijual bebas di Korea Selatan sejak tahun 1900-an. Industri tekstil saat itu sedang populer dan membuat banyak daerah beramai-ramai mendirikan usaha ternak ulat sutera.

Beondegi dapat dengan mudah ditemui di pinggir-pinggir jalanan Myeongdong dan Hongdae, yang umumnya dikemas dalam cangkir kertas dan siap disantap. Kuliner satu ini cocok dijadikan sebagai pendamping minuman beralkohol seperti soju atau makgeoli.

Baca juga: 6 Kuliner Korea Selatan yang Sempurna Disantap saat Musim Dingin

"Ini dari segi tekstur kayak daging ada extra-extra kacangnya gitu. Tapi rasanya gurih dan asin, mirip kaya belalang khas serangga banget," ungkap pemilik channel YouTube Hari Jisun dalam videonya.

Jajanan ekstrem ini dijual dengan kemasan kaleng dan dapat dijumpai di supermarket maupun toko-toko kecil Korea Selatan. Harganya cukup terjangkau, yakni dibanderol sekitar 500 hingga 2.000 Won atau setara Rp6.000 sampai Rp25.000.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini