Percakapan Terakhir Kapten Afwan dengan Petugas ATC Tak Singgung SJ 182 Bermasalah

Tim Okezone, Jurnalis · Kamis 04 Februari 2021 14:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 04 406 2356435 percakapan-terakhir-kapten-afwan-dengan-petugas-atc-tak-singgung-sj-182-bermasalah-wRlmTLRMVJ.jpg Kapten Afwan. (Foto: Instagram ariekuntung)

PENYEBAB jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di Kepulauan Seribu pun masih diselidiki hingga kini. Bahkan percakapan terakhir Kapten Afwan terekam dan sudah menyebar di publik.

Ya, hingga kini pihak berwenang tengah menyelidiki rekaman pembicaran Kapten Afwan dengan petugas ATC. Pihak berwenang Indonesia menjelaskan rekaman percakapan dengan menara pengawas lalu lintas udara menunjukkan komunikasi rutin dengan pilot Kapten Afwan.

Penyidik Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) Nurcahyo Utomo menuturkan, tidak ada informasi kondisi darurat tentang pesawat nahas Boeing 737-500 jatuh dari ketinggian 10.000 kaki (3.000 km) dalam waktu kurang dari satu menit sebelum jatuh di Laut Jawa,

"Ini seperti percakapan biasa dan tidak ada yang mencurigakan, Tidak ada pembicaraan tentang keadaan darurat atau semacamnya," katanya kepada AFP.

Baca Juga: Istri Kapten Afwan: Doakan Kami Supaya Kuat Menatap Kehidupan ke Depan

Data awal menunjukkan 'kemungkinan besar' pesawat tersebut dalam kondisi utuh ketika menghantam air pada Sabtu 9 Januari 2021. "Tapi kami belum tahu pada tahap ini" apa yang menyebabkan kecelakaan itu" ucap Nurcahyo.

Kapten Afwan, ayah tiga anak berusia 54 tahun adalah mantan pilot TNI AU dengan pengalaman terbang puluhan tahun, menurut media yang dikutip AFP seperti dilansir MailOnline.

 

Sebelumnya, Wall Street Journal (WSJ) bahwa data FDR (flight data recorder) menunjukkan sistem autothrottle tidak beroperasi dengan baik di salah satu mesin pesawat saat naik ketika berangkat dari Jakarta.

Menurut WSJ, alih-alih mematikan sistem, FDR mengindikasikan pilot ' Kapten Afwan ' mencoba untuk membuat throttle yang macet berfungsi. Itu bisa menciptakan perbedaan tenaga yang signifikan antarmesin, membuat jet lebih sulit dikendalikan.

Meski demikian, penyelidik Indonesia sedang menyelidiki apakah masalah dengan sistem autothrottle benar-benar berkontribusi pada kecelakaan Sriwijaya Air.

Baca Juga: Pemakaman Kapten Afwan Diwarnai Isak Tangis

KNKT mengatakan masalah dengan sistem autothrottle Boeing 737-500 dilaporkan setelah penerbangan beberapa hari sebelumnya.

"Ada laporan kerusakan pada autothrottle beberapa hari sebelumnya kepada teknisi di log perawatan, tapi kami tidak tahu apa masalahnya," katanya kepada Reuters.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini