Kapten Vincent Ungkap Bahaya Abu Vulkanik pada Pesawat

Violleta Azalea Rayputri, Jurnalis · Jum'at 05 Februari 2021 05:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 04 406 2356620 kapten-vincent-ungkap-bahaya-abu-vulkanik-pada-pesawat-KIDVyqnPNp.jpg Kapten Vincent Raditya. (Foto: Instagram)

GUNUNG Semeru dan Gunung Raung sempat meluncurkan awan panas sejauh 2 meter. Menurut Kapten Vincent Raditya, hal ini sangat membahayakan pesawat terbang yang akan melintasi daerah tersebut.

Kapten Vincent Raditya lewat videonya di channel YouTube-nya mengatakan, abu vulkanik sangatlah berbahaya jika sudah masuk ke dalam pesawat. Karena tidak dapat terdekteksi oleh radar.

Berbeda halnya dengan kondisi cuaca buruk yang masih bisa diatasi. Ya, yang membuat abu vulkanik berbahaya adalah meskipun berupa debu yang lembut, namun partikel yang ada dalam debu tersebut tajam sehingga dapat mengikis atau menggores benda yang mengenainya.

“Sama seperti kayak pesawat itu lagi diamplas. Ketika pesawat diamplas, maka akan mengalami kerusakan cat dan kehilangan sifat aerodinamisnya. Padahal pesawat terbang karena aerodinamisnya. Dan karena itu batu, itu bisa nyangkut di pitot tube (tempat untuk mendapat informasi tentang pesawat),” ungkap Kapten Vincent.

vincent

Baca Juga: Kisah Menegangkan Kapten Vincent Raditya 4 Jam Terbangkan Pesawat dengan Autopilot Mati

Selain badan pesawat yang dapat terkikis, sensor pesawat juga dapat terblok. Apalagi jika pesawat itu terbang pada malam hari akan jauh lebih mengerikan. Pesawat tentunya membutuhkan banyak daya untuk terbang dan untuk naik ke ketinggian tertentu, ketika abu vulkanik yang tajam itu masuk ke dalam mesin pesawat, mesin pesawat bisa rusak dan mati.

Seperti yang dialami oleh Pesawat British Airways BA-9 tujuan Jakarta yang mengalami kerusakan mesin akibat dipaksa menembus abu vulkanik. Sempat mati total dan hendak melakukan pendaratan darurat, pilot Bristish Airways berusaha menyalakan mesin dan akhirnya mesin masih bisa dinyalakan dan mendarat dengan selamat di Bandara Halim Perdanakusuma pada 25 Juni 1982.
Sebelum terbang, pilot berserta maskapai penerbangan biasanya akan melihat data cuaca terkini melalui SIGMET atau Significant Weather. Data tersebut memuculkan kondisi cuaca terkini termasuk saat gunung Meletus secara riil dan akurat. Data ini dapat berubah terus menerus menyesuaikan kondisi dan keadaan. Jika kondisi tidak memungkinkan, pihak maskapai bisa mengalihkan rute perjalanan.
“Misalnya ketika kita harus melintasi area deket-deket gunung Raung, maka dari itu kita harus memilih rute perjalanan yang berbeda daripada biasanya. Jangan sampai kita terkena volcanic ash yang mengarah ke sana. Haram sekali pesawat diterbangkan masuk ke dalam volcanic ash," tambah Kapten Vincent.
Seorang pilot biasanya juga akan crosscheck jalur yang ia lewati sudah aman atau belum. Jika masih dirasa belum aman, rute nya akan diubah bisa menjadi lebih jauh demi menghindari abu vulkanik.

Seperti yang dialami oleh Pesawat British Airways BA-9 tujuan Jakarta yang mengalami kerusakan mesin akibat dipaksa menembus abu vulkanik. Sempat mati total dan hendak melakukan pendaratan darurat, pilot Bristish Airways berusaha menyalakan mesin dan akhirnya mesin masih bisa dinyalakan dan mendarat dengan selamat di Bandara Halim Perdanakusuma pada 25 Juni 1982.


Sebelum terbang, pilot berserta maskapai penerbangan biasanya akan melihat data cuaca terkini melalui SIGMET atau Significant Weather. Data tersebut memuculkan kondisi cuaca terkini termasuk saat gunung Meletus secara riil dan akurat. Data ini dapat berubah terus menerus menyesuaikan kondisi dan keadaan. Jika kondisi tidak memungkinkan, pihak maskapai bisa mengalihkan rute perjalanan.

Baca Juga: Viral Sinyal SOS di Pulau Laki, Kapten Vincent Raditya Jelaskan Apa Maknanya


“Misalnya ketika kita harus melintasi area deket-deket gunung Raung, maka dari itu kita harus memilih rute perjalanan yang berbeda daripada biasanya. Jangan sampai kita terkena volcanic ash yang mengarah ke sana. Haram sekali pesawat diterbangkan masuk ke dalam volcanic ash," tambah Kapten Vincent.


Seorang pilot biasanya juga akan crosscheck jalur yang ia lewati sudah aman atau belum. Jika masih dirasa belum aman, rute nya akan diubah bisa menjadi lebih jauh demi menghindari abu vulkanik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini