Pantai Glagah Kulonprogo Diproyeksikan Jadi Wisata Bertaraf Internasional

Antara, Jurnalis · Jum'at 05 Februari 2021 03:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 04 406 2356675 pantai-glagah-kulonprogo-diproyeksikan-jadi-wisata-bertaraf-internasional-9AJcPJON5g.JPG Pantai Glagah di Kulonprogo, DIY (Foto: Instagram/@arra_akimoto)

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), memproyeksikan Pantai Glagah menjadi objek wisata bertaraf internasional yang layak dikunjungi wisatawan. Pasalnya, Pantai Glagah berada kawasan strategis dekat dengan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA).

YIA yang merupakan bandara internasional yang diharapkan menjadi pintu gerbang masuknya wisatawan manca negara di wilayah DIY.

"Pantai Glagah merupakan objek wisata yang paling dengan dengan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), sehingga harus menjadi objek wisata layak atau berstandar internasional tentu akan menjadi penilaian minus bagi Kulonprogo," kata Bupati Kulonprogo, Sutedjo, Kamis (4/2/2021).

Ia mengaku telah meminta Dinas Pariwisata untuk melakukan pembenahan-pembenahan dalam rangka objek wisata Pantai Glagah menjadi objek wisata yang layak dikunjungi wisatawan mancanegara.

Baca juga: 4 Objek Wisata Alam di Kulon Progo, Canting Mas hingga Pulepayung

"Kami berusaha bagaimana Pantai Glagah layak bersanding dengan Bandara YIA yang bertaraf internasional. Selain itu, ke depan Pantai Glagah bisa menjadi triger kebangkitan ekonomi dari sektor pariwisata pascapandemi Covid-19," katanya.

Dirinya mengaku mendapat teguran dari Puro Pakualaman karena Pemkab Kulonprogo tidak meminta izin untuk penggunaan lahan milik Puro Pakualamanan, yakni di Pantai Glagah.

Pada akhir 2020, Pemkab Kulonprogo membangun tempat wisata kuliner di selatan dermaga wisata Pantai Glagah yang diperuntukkan untuk merelokasi pedagang kaki lima yang berada di kawasan laguna dan pemecah ombak.

Baca juga: Kulon Progo Kembangkan Konsep Smart City sebagai Modal Promosi Objek Wisata

Namun Pemkab Kulonprogo tidak mengajukan izin terlebih dahulu meminta izin ke Puro Pakualaman dalam penggunaan lahan untuk pembangunan tempat wisata kuliner tersebut.

"Kami akan menghadap ke Puro Pakualaman atas persoalan ini. Kami diingatkan bahwa belum mengajukan izin, tentu kami akan mengajukan permohonan izin," kata dia.

Dia mengatakan saat ini, Dispar bersama Dinas Pertanahan dan Tata Ruang sedang melakukan inventarisasi lahan yang digunakan untuk pembangunan gerai kuliner Pantai Glagah.

Menurut dia, terlambatnya pengurusan izin ke Puro Pakualaman bukan karena kelalaian. Bupati mengatakan tanah kas desa, tanah milik Puro Pakualaman dan wedi kengser akan diperjelas luasannya.

"Kami minta Kepala Dispar dan Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang untuk memastikan luasan dan tempatnya," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini