Kisah Warga Manado Kibarkan Bendera Setengah Tiang untuk Kapten Diego Mamahit

Salsabila Jihan, Jurnalis · Jum'at 05 Februari 2021 11:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 05 406 2356837 kisah-warga-manado-kibarkan-bendera-setengah-tiang-untuk-kapten-diego-mamahit-rBRoBD57y1.JPG Ayah mendiang Kapten Diego Mamahit, Boy Mamahit (Foto: YouTube/Intens Investigasi)

CO-PILOT yang mendampingi Kapten Afwan dalam penerbangan Sriwijaya Air SJ 182, Kapten Diego Mamahit telah berhasil diidentifikasi dan telah diserahkan kepada keluarga pada Senin, 18 Januari 2020 oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.

Sebelum pemakamannya pada Kamis, 21 Januari 2021 lalu, keluarga dan kerabat Kapten Diego Mamahit terlebih dahulu melaksanakan rangkaian upacara kematian mulai dari Selasa hingga Rabu, berupa Ibadat Penghiburan dan berakhir dengan ibadah penguburan di TPU Petamburan.

Baca juga: Selamat Jalan Kapten Diego Mamahit, Fly High to Heaven

Namun kesedihan masih tampak dalam keluarga co-pilot Diego Mamahit. Ayahnya, Boy Mamahit awalnya sangat yakin jika sang putra selamat dari tragedi maut tersebut. Ketika mendengar kabar bahwa jenazah sang anak telah teridentifikasi, ia sempat syok.

Kapten Diego mamahit

(Foto: Ist)

"Sebelum ini, saya masih punya pengharapan. Boleh saja, saya bilang, orang mau bilang saya orang enggak beres, saya enggak peduli. Tetapi saya tetap berdoa saja mengandalkan Tuhan. Bisa saja terjadi kalau Tuhan berkenan ada mukjizat ada keajaiban kenapa tidak?" ujar Boy Mamahit seperti dikutip dari channel YouTube Intens Investigasi.

Namun sesaat setelah beredar kabar bahwa jasadnya sudah ditemukan, harapannya sempat hilang. Saat itu semua keluarganya langsung menenangkan sang Ayah.

Baca juga: Jenazah Co-pilot Sriwijaya Air SJ 182 Kapten Diego Mamahit Dimakamkan di TPU Petamburan

Kendati demikian, keluarga juga terus berusaha untuk mulai mengikhlaskan walau memerlukan waktu cukup lama.

Mendiang Diego Mamahit dikenal sebagai sosok yang baik dan taat beribadat. Ia juga selalu ingat kepada kenalan serta keluarga di tempat-tempat tugasnya.

Karena kebaikannya itu, warga kampung halaman Diego di Manado, Sulawesi Utara bahkan rela mengibarkan bendera setengah tiang di sepanjang jalanan desa sebagai tanda duka serta penghormatan terakhir bagi Kapten Diego Mamahit.

Baca juga: Mawar Putih Hiasi Peti Mati Kopilot Sriwijaya Air 182 Diego Mamahit

"Karena mereka menganggap Diego adalah putra daerah. Saya kaget juga itu dikirimi fotonya. Wah luar biasa," jelas Boy.

Selain itu, setiap kali mendarat di tempat tertentu, ia selalu menyempatkan waktu untuk mengunjungi kerabatnya di tempat itu.

"Selama ini, enggak tahu bagaimana, ya. Setiap ia datang di tempat di mana ia mendarat, ia datangi saudara-saudaranya semua. Makanya mereka kaget semua (mendengar kabar duka tersebut)," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini