Sarat Nilai Sejarah, Pembuat Kapal Pinisi Curhati Gubernur Sulsel agar Tetap Eksis

Antara, Jurnalis · Jum'at 05 Februari 2021 14:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 05 406 2356869 sarat-nilai-sejarah-pembuat-kapal-pinisi-curhati-gubernur-sulsel-agar-tetap-eksis-SSbzKtJQZ6.JPG Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah memantau pembuatan Kapal Pinisi di Bulukumba (Foto: Biro Humas Pemprov Sulsel)

PEMBUAT Kapal Pinisi yang menjadi ikon Provinsi Sulawesi Selatan, H Rusdi Mulyadi meminta Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), HM Nurdin Abdullah dapat mempermudah distribusi material kapal sehingga mempercepat penyelesaiannya.

Pria asal Bulukumba itu menyampaikan aspirasinya tersebut saat ditemui Gubernur Nurdin Abdullah di tempat pembuatan Kapal Pinisi di Tana Beru, Kelurahan Tana Beru Bulukumba, Kamis, 4 Februari 2021 kemarin.

"Kami cuma minta dukungan pemerintah untuk mempermudah masuknya material. Material dari Kendari," kata Rusdi yang mengaku sedang fokus mengerjakan lima kapal Pinisi.

Baca juga: Menyapa Senja Jakarta di Atas Kapal Pinisi

Kemampuan membuat kapal diwarisi Rusdi dari orangtuanya, Haji Muslim Baso. Ia merekrut tenaga kerja dari warga setempat sebagai upaya pelestarian budaya dari nenek moyang.

Rusdi menjelaskan, pemesan kapal kebanyakan datang dari luar negeri, yakni 75 persen. Sebelumnya, pemesan melakukan survei dengan datang langsung ke pabrik.

"Rata-rata mereka melakukan survei. Saya berkomunikasi langsung, kalau rumit pakai penerjemah bahasa," tuturnya.

Kapal Pinisi di Bulukumba

(Foto: Humas Pemprov Sulsel)

"Kapal ini investasinya besar, otomatis orang melalui tahap survei dulu. Kami tidak pernah upload di medsos. Cuma pengunjung datang foto-foto meminta izin (upload), kami bilang silakan itu bagian dari promosi," kata Rusdi.

Baca juga: Sensasi Wisata ke Pulau Pari Naik Kapal Pinisi, Wajib Coba

Saat dikunjungi gubernur, Rusdi dan pekerjanya sedang mengerjakan pesanan pengusaha asal Kalimantan keturunan Bugis. Kapal miliaran ini memiliki panjang 50 meter, lebar 13 meter dan tinggi badan 5,3 meter.

"Ini besar dan dari bahan kayu terpilih, badan kapal menggunakan kayu besi semua. Kalau masuk di struktur bangunan atas itu ada campuran kayu besi dan kayu jati," bebernya.

"Kami hanya membuat kapalnya, interior dikerjakan oleh pihak lain. Kapal dikerjakan sembilan orang dengan penyelesaiannya dua tahun," imbuh Rusdi.

Dalam mengerjakan kapal, terkadang mereka tidak menggunakan desain. Desain digunakan ketika ada pesanan dengan spesifikasi khusus, misalnya dalam jumlah kabin dan kamar. Rusdi lantas menyampaikan harapannya kepada pemerintah agar bisa menghadirkan investasi berupa pembangunan dok (docking) kapal.

"Harapan kami, semoga gubernur bisa fasilitasi. Yang mau berinvestasi di sini terutama untuk membangun docking untuk perawatan kapal. Karena sangat lucu kita ahli pembuat kapal di sini tetapi sarana memperbaiki untuk perawatan kapal tidak ada," sindirnya.

Di sisi lain, Gubernur Nurdin Abdullah mengakui Kapal Pinisi memiliki nilai historis yang tinggi. Kapal ini juga banyak dipesan oleh berbagai negara dengan harga miliaran rupiah. Bahkan banyak beroperasi di daerah wisata di Indonesia. Ia memiliki komitmen daerah wisata di Sulsel juga menggunakan kapal ini.

Nurdin mengatakan, pembuatan Kapal Pinisi di Bulukumba adalah potensi yang tidak dimiliki oleh daerah lain. Infrastruktur di lokasi pembuatan Kapal Pinisi menurutnya harus dihadirkan dengan baik.

"Di Mandala Ria sudah hadir toilet yang bagus, akses jalan yang bagus dan ruang serbaguna. Semoga ini bisa digunakan dengan baik," harap Nurdin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini