Suasana Mencekam Desa Mati Majalengka, Bikin Merinding

Salsabila Jihan, Jurnalis · Jum'at 05 Februari 2021 20:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 05 406 2357043 suasana-mencekam-desa-mati-majalengka-bikin-merinding-Tg0bKeuA6E.jpg Suasana malam di Desa Mati. (Foto: YouTube BucinTv)

SEORANG YouTuber asal Indonesia mengunggah video tentang kondisi pemukiman yang disebut-sebut sebagai Desa Mati di Kabupaten Majalengka, yaitu Desa Sidamukti. Bahkan unggahannya tersebut pun viral di media sosial.

Pemilik saluran YouTube Bucin TV itu melakukan dua kali penelusuran ke Desa 'Mati' Sidamukti, Majalengka dan keduanya ia unggah dalam saluran YouTube pribadinya. Pada video pertama, ia menunjukkan kondisi desa tersebut pada siang hari dan di video kedua ia mengeksplor desa horor tersebut pada malam hari.

Video yang diunggah oleh Khadafi atau yang lebih akrab dipanggil Dafi pada 28 Januari 2021 itu merupakan hasil penelusurannya di desa mati pada malam hari itu sudah ditonton lebih dari 1 juta kali hingga Kamis (4/2/2021).

"Pada malam ini teman-teman, gua terperosok ke salah satu desa yang sudah terbengkalai. Ya, ini adalah Desa Sidamukti, daerah Jawa Barat. Desa ini terbengkalai akibat dari bencana alam longsor yang pernah terjadi di tahun 2012," ujar Dafi di awal videonya.

Baca Juga: Viral Desa 'Mati' di Majalengka, Ditinggal Warganya karena Sering Kena Bencana

desa

Desa tersebut cukup luas, menurut informasi yang didengarnya ada sekitar 200 rumah yang sudah terbengkalai dan ditinggali oleh pemiliknya.

Rumah pertama yang didatanginya adalah sebuah rumah yang diduga pernah dijadikan sebagai warung karena terdapat tumpukan kotak kayu di depan rumahnya.

Saat Dafi membuka pintu rumah tersebut, terdapat sebuah lukisan penari yang tergambar di dinding rumah itu. "Di dindingnya ada lukisan, kayak lukisan wayang orang dengan kebaya," jelas Dafi.

Setelah melihat isi rumah tersebut, ia kembali melanjutkan perjalanannya menelusuri desa tersebut dengan hanya ditemani sebuah senter.

"Ini serem banget, cuy. Kalau nggak salah sih katanya ada makam juga. Tapi waktu gua eksplor siang, gua nggak nemu makam," kata dia.

Saat mengunjungi rumah kedua, ia menemukan tumpukan-tumpukkan karung yang terlihat cukup berisi, "Di dalamnya ini dijadikan tempat untuk naro apa ini, pupuk atau gabah, nggak paham. Ini kayaknya ada beberapa petani yang memanfaatkan rumah-rumah kosong ini untuk taruh hasil taninya," lanjut Dafi.

Dinding rumah tersebut juga sudah terlihat banyak retakan. "Tuh, lihat ya. itu temboknya udah retak-retak. Memang rawan longsor di sini, rawan roboh. Mungkin sering terjadi gempa bumi ya di sini," sebutnya.

 desa

Dafi lalu kembali mengeksplor desa tersebut dan terlihat banyak pohon-pohon besar yang tumbuh di desa itu saat ia berjalan menuju rumah ketiga.

Baca Juga: Kesaksian Keluarga Makan di Warung Pecel Lele 'Gaib' KM 15 Jalur Angker Alas Roban

Di dalam rumah ketiga, terdapat caping petani dan masih tergantung foto-foto dan hiasan di dinding, selain itu juga ada sebuah sofa yang sudah mulai rusak dan di atasnya terdapat sebuah boneka yang sudah kusam.

Di dalam kamar rumah itu, masih ada lemari yang masih penuh dengan pakain di dalamnya dan pakaian lainnya masih tergantung di gantungan baju yang ada di kamar rumah tersebut.

Setelah puas menelusuri kamar-kamar itu, ia memberanikan diri untuk menuju ke lantai dua dari rumah itu. Di lantai tersebut, ia menemukan banyak wig atau rambut palsu yang tergeletak di bawah lantai.

Lalu ia kembali menelusuri Desa dan mengunjungi rumah berikutnya. Ia menemukan sebuah rumah yang yang bangunannya sudah mulai rusak, "Ini kamarnya, wah itu kasur kapuk yang kapuknya udah buyar kemana-mana," kata dia.

"Ini satu kamar, lihat deh, udah lusuh banget hordengnya. Dalamnya (ruangan di balik hordeng) tuh kotor banget," imbuh Dafi.

Tak disangka, ia juga menemukan sebuah ular kecil yang menempel di dinding rumah itu dan ia langsung keluar dari rumah tersebut.

Tidak semua rumah dapat didatangi oleh Khadafi karena beberapa rumah yang ada di desa itu pintunya terkunci dan ia hanya dapat mengintip isi rumah itu.

Walaupun begitu, ia masih tetap penasaran dengan rumah lainnya dan kembali mencari rumah yang pintunya tidak terkunci.

"Liat ya, ini udah retak (dindingnya). Ini sih bukan retak lagi, udah patah."

Suasana semakin mencengkam ketika ia memasuki rumah terakhir yang ia deskripsikan. Di rumah tersebut ia melihat sebuah bambu panjang yang melintang di atas kerangka ranjang tempat tidur dan ia mengira bahwa bambu tersebut adalah sebuah kaki.

"Serius demi apapun bambu yang tadi gua sorot itu, gua liat bentuknya seperti kaki, ada jarinya. Mungkin gua halu," timpal dia.

Khadafi pun memilih untuk menyudahi penjelajahan di desa tersebut karena pikirannya sudah mulai terganggu dengan sugesti-sugesti negatif. Tetapi dalam penelusurannya itu, ia belum menemukan sebuah makam.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini