Pilot Korban PHK Jadi Kuli Bangunan, 'Kami Kekurangan Uang'

Elvina Maharani Putri, Jurnalis · Minggu 07 Februari 2021 00:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 05 406 2357296 pilot-korban-phk-jadi-kuli-bangunan-kami-kekurangan-uang-ITvONE1ZOt.jpg Pilot kena PHK yang jadi kuli bangunan. (Foto: Patrick Pawelczak)

PATRICK Pawelczak adalah seorang mantan pilot pesawat Boeing 737 yang bekerja di maskapai penerbangan asal Slowakia, Go2Sky. Semenjak pandemi Covid-19 melanda, ia harus merelakan profesinya dengan beralih menjadi kurir ekspedisi dan kuli bangunan.

Tak pernah Patrick bayangkan dalam pikirannya menjalaninya profesi 360 derajat berbeda dalam hidupnya. Kisah miris itu ia bagikan di akun LinkedIn pribadi miliknya.

Dalam unggahan tersebut, mantan pilot ini menjelaskan satu tahun ke belakang bagaimana ia hanya bisa melakukan penerbangan pada malam hari dan mengalami penurunan jam terbang secara drastis.

Setelah menyelesaikan tugasnya di Turki yang melibatkan enam penerbangan, Patrick memutuskan kembali ke Barcelona saat industri penerbangan sedang terhenti yang membuatnya menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Kami berada dalam situasi ketika kami mulai menghitung uang dan kami menyadari kami kekurangan uang," kata Patrick, seperti dikutip Okezone dari Euronews, Minggu (7/2/2021).

Baca Juga: Pilot Di-PHK Jadi Sopir Bus, Curhatnya Viral di Facebook

Patrick Pawelczak terpaksa harus memikirkan kembali cara untuk menafkahi keluarganya. Pada akhirnya ia pun terinspirasi dari seorang pilot lain yang mengungkapkan perkerjaan barunya di Tesco.

 pilot

"Saya ingin berbagi pengalaman saya sendiri dalam bekerja di bidang konstruksi dan pengiriman barang untuk menunjukkan bahwa kita harus melanjutkan hidup selama tidak dapat terbang," ujar Patrick.

Pada siang harinya ia dengan senang hari melakukan pengiriman barang ke Amazon. Namun, perusahaan tersebut membatasi waktu maksimal 15 jam per minggu dengan dibayar 14 Euro atau sekira Rp235 ribu per jam.

Kemudian, seorang teman memintanya untuk bergabung dengannya sebagai pekerja konstruksi paruh waktu. Patrick melakukannya pada shift malam untuk sebuah pabrik. Mulai dari membangun tembok, mengecat, hingga memasang air, listrik, dan pendingin ruangan.

“Saya akan terus melakukan apapun yang perlu saya lakukan sampai saya bisa mulai terbang lagi dan saya menantikan hari itu,” tegas Patrick.

Baca Juga: Menegangkan! Begini Momen Pesawat Kapten Edward Limbong Batal Landing

Ayah dari dua anak itu tetap mensyukuri keadaannya saat ini bisa bertemu dengan keluarga kecilnya tanpa harus melalui aplikasi Face Time. Dia pun mengakui pasti ada hikmah di balik masa sulit yang sedang dijalaninya sekarang.

“Mungkin ini memang takdir untuk berada di sini bersama keluarga saya selama ini, mendukung istri dan melihat putri saya tumbuh,” pangkasnya.

Patrick mengesampingkan gengsinya bekerja sebagai seorang kurir ekspedisi dan kuli bangunan. Meskipun tidak pernah berpengalaman dalam bidang tersebut, Patrick mengatakan bahwa ia beradaptasi dengan cepat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini