Taman Geopark Jadi Ikon Wisata Merangin

Antara, Jurnalis · Sabtu 06 Februari 2021 06:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 05 408 2357323 taman-geopark-jadi-ikon-wisata-merangin-QzUaZruXSX.jpg Taman Geopark Merangin di Jambi (Youtube Bang IpinX)

BUPATI Merangin Al Haris meresmikan Taman Geopark Merangin di desa wisata Air Batu Kecamatan Ranah Pembarap, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi bersama sejumlah proyek sarana dan prasarana pendukung pariwisata lainnya di daerah itu.

"Nanti untuk pengelolaan Taman Geopark ini akan kita serahkan ke Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Pemkab Merangin," kata Bupati Ketua TP PKK Merangin Hj Hesti Haris saat peresmian ikon wisata Kabupaten Merangin itu, Jumat (5/2/2021).

Baca juga:  Geopark Maros Pangkep Didorong Masuk UNESCO, Begini Keindahannya

Al Haris didampingi Kepala Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Jambi Azna Legawaty menandatangani prasasti peresmian yang digelar di taman yang akan menjadi daya tarik wisata alam dan petualangan arung jeram.

Taman Geopark yang dibangun menggunakan dana APBN di Kebun Durian milik Pemkab Merangin itu, sepenuhnya sudah diserahkan ke Pemkab Merangin melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Pada kesempatan, bupati juga meresmikan sebanyak 17 proyek fisik lainnya pelaksanaan 2018-2020, yang bersumber dari dana APBD Merangin.

 

Pembangunan fisik sektor pendukung pariwisata Merangin lainnya yang diresmikan, sarana dan prasarana Pariwisata Objek Wisata Danau Pauh, antara lain jalur sepeda, panggung kesenian, pergola, ruang ganti dan talud.

Baca juga:  Usai Pacu Adrenalin di Sungai Ciwidey, Kini Saatnya Goyang Lidah di 4 Spot Kuliner

Tidak hanya itu, Sarana dan Prasarana Pariwisata Objek Wisata Danau Depati Empat Kecamatan Jangkat, diantaranya pembangunan fisik Boardwalk, Objek Wisata dan Ruang Ganti.

"Suksesnya pembangunan fisik APBD ini atas dukungan semua lapisan masyarakat dan kerja keras tim Pemkab Merangin. Tanpa dukungan sepenuhnya dari masyarakat, pembangunan fisik ini tidak akan tuntas," terang Bupati.

Keberadaan pembangunan fisik tersebut tegas bupati, sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ketika jalan masih dalam kondisi buruk, masyarakat membeli satu kantong semen harganya sampai Rp120 ribu, tapi kini sudah Rp70 ribu.

Pembangunan fisik itu sangat mendongkrak ekonomi kerakyatan. Terlebih pada pandemi Covid-19, perekonomian masyarakat yang anjlok harus cepat dipulihkan dengan telah dibangunnya sarana infrastruktur tersebut.

"Masyarakat Merangin memanfaatkan secara optimal proyek-proyek tersebut, guna mendukung kelancaran berbagai aktivitas ekonomi, pergerakan barang dan jasa serta pengembangan Pariwisata,"jelas Bupati.

Sebanyak 17 proyek fisik yang diresmikan bupati itu, dari Dinas PUPR, Jalan Simpang Dusun Tuo – Tanjung Burgo Kecamatan Lembah Masurai, Jembatan Sungai Pangi Desa Muara Pangi Kecamatan Lembah Masurai.

Selain itu, Jembatan Ruas Jalan Talang Paruh Desa Talang Paruh Kecamatan Lembah Masurai, Tugu Pedang Sarko kawasan Ujung Tanjung Muaro Masumai Kecamatan Bangko dan Bangunan Pemukiman Suku Anak Dalam Desa Pauh Menang Kecamatan Pamenang.

Dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Merangin diresmikan, Ruang Kelas Baru SMPN Satu Atap, Ruang Laboratorium Komputer SMPN, Ruang Laporatorium IPA SMPN, Ruang Perpustakaan dan Jambang Siswa SMPN.

Sedangkan dari Dinas Kesehatan Merangin dua pembangunan fisik yang diresmikan, Gedung Laporatorium Kesehatan Daerah (Labkesda) dan Gedung Publik Health Centre (PHC).

Pembangunan fisik dari Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian Perdagangan Merangin diresmikan, Gedung Sentra Produksi Kopi Bubuk Desa Tanjung Mudo Kecamatan Jangkat Timur.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini