Deretan Warung Tempo Dulu di Jakarta, Buat Kulineran Sambil Nostalgia

Fatha Annisa, Jurnalis · Sabtu 06 Februari 2021 17:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 06 301 2357504 deretan-warung-tempo-dulu-di-jakarta-buat-kulineran-sambil-nostalgia-tRBxvQwTrP.jpg Cafe Batavia di Kota Tua Jakarta (Foto Pinterest)

SAAT banyak restoran dan kafe berlomba mengusung tema modern dan kekinian dengan sudut ruangan yang instagenic, kedai-kedai ini justru mempertahankan konsep tempo dulu. Nyatanya tak juga sepi pengunjung.

Nongkrong di tempat makan bergaya “kuno” tak kalah asyik dibandingkan cafe bergaya kekinian. Karena pengunjung bisa menikmati suasana zaman dulu sekaligus bernostalgia. Bisa juga berfoto ria dengan latar barang antik atau sudut ruangan “jadul”.

Di sebagian kota besar di Indonesia terdapat beberapa tempat makan yang menyuguhkan gaya klasik. Mulai dari arsitektur khas bangunan tua di zaman kolonial sampai alat makan yang digunakan akan membawa pengunjung ke masa lampau.

Baca juga: Nikmatnya Ayam Nasu Walio, Kuliner Khas Baubau Warisan Kerajaan Buton

Berikut 5 tempat makan bergaya tempo dulu yang bisa Anda kunjungi di Jakarta :

1. Cafe Batavia

Sepertinya nama Cafe Batavia sudah tidak asing lagi bagi warga Jakarta. Terutama mereka yang pernah berkunjung ke kawasan Kota Tua.

Ya, Cafe Batavia berlokasi di kawasan Kota Tua, tepatnya di seberang Museum Fatahillah. Kafe yang kental akan suasana kolonial belanda ini diresmikan tahun 1993. Tetapi bangunan yang ditempatinya sudah ada sejak 1805.

Nuanasanya yang unik membuat kafe ini ramai dikunjungi oleh masyarakat lokal dan wisatawan asing yang terngah berkunjung ke Kota Tua. Makanan yang tersedia adalah makanan khas Nusantara dan western.

2. Kopi Oey Sabang

Kopi Oey sebenarnya memiliki banyak cabang. Namun Anda yang ingin menikmati nuansa kolonial China harus datang ke cabang Kopi Oey yang berlokasi di Jalan Sabang, Menteng, Jakarta Pusat.

Meskipun menempati bangunan tua Belanda, interior Kopi Oey Sabang didominasi oleh warna merah. Di dindingnya terdapat lukisan-lukisan kuno Tionghoa.

Pilihan lampu yang digunakan untuk menerangi ruangan berwarna kekuningan sehingga kesan zaman dulu semakin terasa. Musik yang diputar kafe ini juga lagu-lagu tempo dulu. Dijamin sesaat masuk, pengunjung sudah bisa bernostalgia.

Baca juga: 4 Wisata Kuliner Sekitar Gunung Merapi, Ada yang Eksis Sejak 1950-an

Jika berkunjung ke Kopu Oey jangan lupa mencicipi roti prantjis pain perdu dan nasi tjapjay babah oey. Untuk kudapan ringan, pengunjung bisa memilih singkong goring sambal roa. Kudapan-kudapan tersebut andalan Kopi Oey.

3. Kedai Tjikini

Sesuai dengan namanya, Kedai Tjiniki berlokasi di Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, terpaut beberapa ratus meter dari Taman Ismail Marzuki (TIM). Meski sama-sama punya suasana khas kolonial Belanda, Kedai Tjikini agak berbeda dengan Cafe Batavia.

ilustrasi

Kedai Tjikini (Instagram @jakartasecretculinary)

Menu makanan di Kedai Tjikini merupakan makanan Indonesia. Mulai dari tempe mendoan, gado-gado siram, pecel lele, rawon, dan masih banyak lagi.

Camilan-camilan zaman dulu juga ada di kedai ini. Sementara untuk pilihan minuman, Anda akan menemukan beberapa soda yang legendaris seperti soda gembira, soda markisa, dan Sarsaparilla Tjap Badak 1916.

4. Kopi Es Tak Kie

Kalau nuansa tempo dulu di kedai satu ini bukan sengaja dibuat oleh pemiliknya, lho. Kedai Kopi Es Tak Kie memang sudah berdiri sejak 1927. Penerus kedai kopi di kawasan pecinan Glodok, Jakarta Barat ini saja sudah mencapai generasi ketiga.

Hal pertama yang akan menyapa pengunjung saat memasuki kedai adalah tulisan Tak Kie terpampang besar bersama huruf Chinanya. Lalu di dindingnya terdapat foto-foto napak tilas dari berdirinya Kedai Kopi Es Tak Kie ini.

Hingga kini popularitas Kedai Kopi Es Tak Kie tidak pernah luntur. Banyak artis yang telah berkunjung ke sini. Bahkan Presiden Joko Widodo juga pernah singgah untuk membeli kopi es yang melegenda di kedai ini.

ilustrasi

5. Warung Tuman

Tidak seperti tempat makan yang sudah disebutkan, nuansa zaman dulu yang ditawarkan Warung Tuman tidak terpengaruh oleh gaya kolonial Belanda maupun Cina. Melainkan 100% Nusantara.

Restoran yang lokasinya tesembunyi di daerah BSD, Serpong, Tangerang Selatan ini dapat membuat pengunjung merasakan sensasi makan di kampung halaman. Meskipun untuk mencari Warung Tuman butuh sedikit usaha lebih besar, berkunjung ke sini tidak akan mengecewakan.

Tak tanggung-tanggung, kursi dan meja yang mengisi area tempat makan merupakan perabot zaman dulu. Bahkan alat makannya pun akan mengingatkan Anda pada masa lampau. Dan untuk masalah cita rasa makanan tidak perlu diragukan lagi. Warung Tuman menyuguhkan masakan-masakan rumahan dengan kelezatan luar biasa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini