Introvert Suka Liburan ke Gunung, Ekstrovert ke Pantai, Benar Enggak Sih?

Antara, Jurnalis · Minggu 07 Februari 2021 04:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 06 406 2357766 introvert-suka-liburan-ke-gunung-ekstrovert-ke-pantai-benar-enggak-sih-sF4VcahUDQ.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

TRAVELER beranggapan bahwa suasana pantai yang hangat karena deburan ombak memanjakan telinga lebih disukai orang ekstrovert. Kemudian si introvert sangat menyukai gunung dengan pemandangan hijau.

Dikatakan Psikolog Mira Amir, pemilihan tempat liburan sebetulnya tergantung individu.

"Bisa dikatakan soal pemilihan tempat, sifatnya sangat individual," kata psikolog Mira Amir, dilansir Antara.

Belum tentu kelompok ekstrovert dijamin lebih menyukai pantai ketimbang gunung. Begitu pula sebaliknya. Semua kembali kepada pilihan masing-masing individu. Bahkan, sepasang anak kembar juga bisa punya pilihan tempat liburan favorit yang berbeda meskipun dibesarkan di lingkungan yang sama.

Konselor Employee Assistance Program di BUMN dan Lembaga Negara mengatakan, anak kembar pun bisa preferensinya berbeda. "Ada yang lebih senang gunung, ada yang lebih senang pantai," katanya.

"Yang satu misalnya lebih suka naik mobil sport mahal, satu lagi lebih suka naik motor. Yang naik motor tidak tahu asyiknya naik mobil sport mahal bagaimana, sebaliknya dia juga enggak tahu apa kerennya naik motor," lanjut dia.

Tapi kepribadian seseorang bisa mempengaruhi faktor lain dalam berwisata, bukan soal tujuan, melainkan gaya berlibur. Ada yang lebih suka berlibur sendirian, tapi ada juga yang menyukai pergi bersama rombongan.

"Orang ekstrovert ketika ke gunung mungkin enggak sendirian, tapi ramai-ramai," imbuhnya.

 

Baik gunung maupun pantai adalah bagian dari wisata alam yang jadi primadona selama pandemi Covid-19. Udara yang segar dan keindahan semesta jadi pelipur lara untuk orang-orang yang jenuh karena tidak bisa bepergian jauh akibat pandemi Covid-19.

Wisata alam atau di luar ruangan adalah salah satu tren liburan tahun 2021 di Tanah Air, kata Dosen Program Studi Pariwisata Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (UI), Dr. Diaz Pranita.

"Tren wisata 2021 lebih kepada kelompok kecil yang homogen, misalnya family atau korporasi. Tujuannya lebih ke wisata alam atau lebih banyak outdoor, menghindari tempat yang banyak kerumunan," kata Diaz.

Dalam seminar daring Tourism E-Talk Series bertema Wisata Minat Khusus dan Olahraga pada November lalu, Diaz mengatakan ada sembilan jenis wisata minat khusus yang semakin digandrungi di tengah pandemi Covid-19.

Pertama, Wisata Perdesaan, lalu Wisata Pendakian Gunung dan Olahraga Paralayang, Wisata Olahraga Marathon, Wisata Bahari Kapal Layar (yachting) dan Selam (diving).

Selanjutnya Wisata Olahraga Arung Jeram, Wisata Gua dan Paramotor, Ekowisata, Wisata Hantu dan Wisata Milenial (youth tourism), serta Wisata Relawan (voluntourism).

Sementara itu, pemerintah dalam program pengembangan pariwisata menetapkan lima destinasi super prioritas, yang meliputi Labuan Bajo, kemudian Mandalika di Nusa Tenggara Barat, Danau Toba di Sumatera Utara, Likupang di Sulawesi Selatan, serta Candi Borobudur di Jawa Tengah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini