Belasan Pegawai Positif Corona, Tahura Djuanda Bandung Tutup 2 Pekan

Antara, Jurnalis · Senin 08 Februari 2021 05:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 07 406 2358179 belasan-pegawai-positif-corona-tahura-djuanda-bandung-tutup-2-pekan-yjaPCATck1.JPG Taman Hutan Raya Ir H Djuanda, Dago, Bandung, Jawa Barat (Foto: Instagram/@mangky)

TAMAN Hutan Raya (Tahura) Ir H Djuanda Dago, Bandung, Jawa Barat terpaksa menutup sementara kunjungan pariwisata atau operasionalnya akibat sejumlah pegawai dilaporkan terkonfirmasi positif Covid-19.

Kepala Tahura Dago, Lianda Lubis mengatakan, penutupan itu juga sebagai langkah mendukung kebijakan pemerintah dalam penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

"Jadi ini merupakan upaya mengurangi pergerakan orang ke tempat umum, area publik, atau tempat wisata. Agar tidak terjadi kontak yang terlalu banyak antar-orang per orang," kata Lianda di Bandung, Minggu, 7 Februari 2021.

Baca juga: Reaktivasi Skywalk Cihampelas, Bakal Ada Jalur Khusus Sepeda

Di Tahura sendiri sejauh ini kata dia, sebanyak19 pegawai dinyatakan terkonfirmasi Covid-19 dari pemeriksaan yang dilakukan kepada 110 pegawai.

Namun ia memastikan pegawai yang terkonfirmasi Covid-19 itu bukan merupakan pegawai yang bertugas di bagian pelayanan publik. Sehingga, ia menduga pegawai itu tertular Covid-19 dari luar Tahura.

Tahura Djuanda Dago Tutup Sementara

(Foto: Instagram/@tahuradjuanda.official)

Dia pun menyampaikan kondisi sejumlah pegawai itu terus berangsur membaik. Maka dari itu, menurutnya dalam waktu dekat ini para pegawai itu sudah bisa keluar dari ruang isolasi.

"Beberapa hari lagi diperkirakan mereka akan keluar dari isolasi yang dilakukan di BPSDM Jawa Barat, kondisinya sekarang baik dan kondisinya sehat semua," kata Lianda.

Kendati ditutup, ia juga memastikan aktivitas konservasi alam di Tahura tetap dilakukan oleh para pegawai. Karena, kata dia, pemeliharaan alam harus tetap dilakukan.

Baca juga: 7 Spot Sunrise Cantik di Bandung, Tebing Keraton hingga Ranca Upas

Selain itu, kunjungan riset atau kedinasan ke Tahura Dago menurutnya masih bisa dilakukan. Namun, kata dia, harus dengan menerapkan protokol kesehatan.

"Jadi untuk sementara kami lebih konsentrasi kepada urusan administrasi dan konservasi, urusan kepariwisataan atau jasa wisata alam kami hentikan dulu selama dua pekan," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini