Kakak Beradik Diusir dari Pesawat Meski Pakai Masker, Kok Bisa?

Salsabila Jihan, Jurnalis · Senin 08 Februari 2021 10:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 08 406 2358280 kakak-beradik-diusir-dari-pesawat-padahal-pakai-masker-kok-bisa-j4c93lQgkc.JPG Pesawat United Airlines (Foto: iStock)

DUA orang yang merupakan kakak-beradik asal New Jersey, Amerika Serikat dikeluarkan dari pesawat maskapai United Airlines belum lama ini. Padahal keduanya mematuhi protokol kesehatan pencegaha Covid-19, salah satunya mengenakan masker.

Melansir laman Fox News, kakak-beradik itu yakni Rob dan William Joseph, dari Mahwah, New Jersey ingin mendapat perlindungan ekstra pada penerbangan 23 Januari 2021 mereka ke Florida dari Bandara Internasional Newark. Mereka pun membeli masker Narwall atau Narwall Mask.

Narwall Mask merupakan masker pelindung wajah yang kedap udara dengan sistem penyaringan hirup dan buang seperti halnya masker untuk scuba diving.

Menurut laporan NorthJersey.com, ketika mencoba naik ke pesawat dengan menggunakan Narwal Mask, mereka diminta untuk melepas masker itu karena dianggap tidak mematuhi kebijakan maskapai yang seharusnya.

Baca juga: Penumpang Pesawat Ini Diminta Pakai Rompi karena Bajunya Terlalu Seksi

Sebagai gantinya, mereka diminta untuk menggunakan masker bedah yang lazimnya dipakai kebanyakan orang. Lantaran mereka menolak, keduanya terpaksa diusir dari pesawat itu.

Narwall Mask

(Foto: Instagram/@narwallmask)

"Itu (Narwall Mask) tidak memenuhi standar dari masker yang biasa digunakan dan dilihat semua orang jutaan kali," kata Rob.

"Jika saya mencoba memberikan perlindungan ekstra untuk keselamatan dan kenyamanan saya sendiri, untuk melindungi bayi saya yang baru lahir di rumah dan mengurangi risiko terhadap keluarga saya, maka itu hak saya," tegasnya lagi.

Baca juga: Satu Keluarga 20 Orang Diusir dari Pesawat karena Masker Melorot

Sementara, Juru Bicara United Airlines, Charles Hobart mengamini bahwa Narwall Mask tidak sejalan dengan kebijakan penggunaan masker pada perusahaannya saat ini.

"Kami memiliki beberapa kekhawatiran bahwa masker seperti itu bisa menimbulkan hambatan tertentu dalam berbagai skenario darurat yang dapat terjadi di dalam pesawat," kata Hobart.

Ia menambahkan, bagian masker yang menutupi seluruh mulut dan hidung akan berpotensi membuat pemakainya kesulitan berkomunikasi atau berbicara dengan jelas. Bahkan bisa membuat komunikasi yang lebih sulit bila ada kemungkinan situasi darurat selama penerbangan berlangsung.

"Tidak masuk akal untuk mengizinkan masker seperti itu di pesawat ketika ada alternatif lain yang bisa diterima," lanjut Hobart menyinggung soal alternatif masker lain semisal masker bedah.

Alhasil, Rob dan William memutuskan terpaksa mengenakan dua masker lebih sederhana, yaitu masker kain dan masker bedah demi perlindungan ekstra mereka.

Akibat insiden itu, mereka sempat ketinggalan penerbangan pertama, sehingga kedua bersaudara itu terbang dengan penerbangan berikutnya ke Florida, tujuh jam kemudian.

Hobart mengatakan, kedua pria itu memilih terbang dengan maskapai lain yang mengizinkan penggunaan masker Narwall dalam penerbangannya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini