Kisah Rumah Angker Bekas Tempat Penyiksaan Perempuan hingga Disensor Maps Digital

Fatha Annisa, Jurnalis · Senin 08 Februari 2021 20:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 08 406 2358449 kisah-rumah-angker-bekas-tempat-penyiksaan-perempuan-hingga-disensor-maps-digital-kbSjgeke02.jpg Rumah angker yang disensor maps digital. (Foto: BBC)

JIKA Anda berkunjung ke Seymour Avenue 2207 Cleveland melalui Google Maps, jangan berharap akan menemukan rumah pada umumnya. Di alamat tersebut terdapat sebuah rumah angker yang tampilannya disensor. Duh, kenapa ya?

Efek blur pada rumah itu bukan merupakan kesalahan teknis. Namun pihak Google Maps memang sengaja melakukannya karena di sana pernah menjadi tempat kejadian perkara sebuah kejahatan yang sadis.

Baca Juga: Cerita Horor Pramugari Nginap di Resor Berhantu, Bau Anyir dan Banyak Orang Gak Napak

Pemilik rumah diketahui bernama Ariel Castro. Pada 2004 lalu, Ariel menculik dan menyekap tiga perempuan muda. Tak tanggung-tanggung, ketiga korban disekap dan disiksa selama 11 tahun lamanya.

 rumah

Ketiga perempuan tersebut disekap dari remaja hingga dewasa. Tak hanya itu, Ariel juga menyiksa mereka dengan kejam. Ia menyetubuhi ketiga wanita itu, lalu memukul perut mereka dengan barbel saat mereka diketahui tengah mengandung. Hal ini ia lakukan berkali-kali.

Di hari ulang tahun mereka, alih-alih merayakannya, Ariel punya ritual aneh tersendiri. Penculik itu akan memberikan kue kepada korban untuk menandai hari penculikan mereka. Beberapa kali warga setempat melihat Ariel berjalan dengan gadis muda. Namun ia berkilah bahwa gadis itu adalah cucunya.

Pada 2013, Ariel Castro pergi dan lupa mengunci rumahnya. Meski begitu korban tidak berani untuk mendobrak dan keluar untuk mencari pertolongan. Mereka takut jika Ariel hanya sedang mengetesnya saja dan tidak benar-benar pergi.

Baca Juga: Sederet Mitos Alas Purwo, Kerajaan Jin hingga Tempat Semedi Bung Karno

Tetapi mereka tidak kehabisan akal. Ketiga korban menarik perhatian warga dengan berteriak dan menggedor pintu sekuat tenaga. Warga yang mendengarnya pun langsung menolong dan melaporkan Ariel Castro. Ia kemudian dijatuhi hukuman selama 1000 tahun dan dimasukkan ke sel isolasi.

Atas dasar kemanusiaan serta untuk menghormati kenangan buruk yang dialami korban, pihak Google Maps memutuskan memblur rumah bercat putih dengan dua lantai itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini