Vaksin Covid-19 Bawa "Angin Segar", Agen Perjalanan Optimistis Gairah Wisata Meningkat

Antara, Jurnalis · Selasa 09 Februari 2021 02:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 08 406 2358814 vaksin-covid-19-bawa-angin-segar-agen-perjalanan-optimistis-gairah-wisata-meningkat-rhJgZKOcY8.JPG Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

PARA pelaku industri pariwisata, termasuk agen perjalanan (travel agent) merasa yakin jika minat berwisata di Tanah Air akan meningkat pada 2021 menyusul program vaksinasi Covid-19 oleh pemerintah untuk mengakhiri pandemi dan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Pelaku bisnis agen perjalanan yang menaungi Dwidaya Tour, Mariani Tjan mengungkapkan, saat vaksin Covid-19 mulai didistribusikan, permintaan untuk melakukan perjalanan ke luar negeri berangsur mulai berdatangan meski masih menunggu aturan terbaru.

"Permintaan untuk 2021 sudah ada tapi kebanyakan Q3 minta ke Korea dan Jepang meski belum dibuka tapi kita udah request ke sana dan sudah dijawab, mereka kan berpikir setelah vaksin sudah bisa jalan," kata Mariani, Senin, 8 Februari 2021.

Baca juga: 4 Tempat Bersejarah untuk Rayakan Imlek di Jakarta

Tak hanya itu, ia juga mengaku pihaknya sudah diminta membuat rencana perjalanan ke Qatar untuk gelaran Piala Dunia 2022. "Kita udah ada yang minta buat Piala Dunia, ada perusahaan kosmetik besar, dia sudah minta ke kita buat 1.000 orang untuk ke Qatar," tuturnya.

Maskapai Emirates

(Foto: Instagram/@emirates)

Selama masa pandemi Covid-19, perjalanan keluar negeri bisa dibilang hampir tidak ada permintaan, kecuali untuk wilayah Turki, Dubai, dan Maladewa.

Sementara untuk destinasi dalam negeri, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) telah menetapkan lima destinasi super prioritas yakni Danau Toba (Sumatera Utara), Borobudur (Jawa Tengah), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Likupang (Sulawesi Utara), dan Mandalika (Nusa Tenggara Barat).

Baca juga: Heboh Gili Tangkong Lombok Dijual di Situs Online

Namun, perjalanan wisata domestik yang menggunakan agen perjalanan tidak terlalu banyak, sebab rata-rata wisatawan lokal tidak membutuhkan pemandu dan reservasi untuk hotel dan tiket, apalagi saat ini trennya lebih banyak lewat perjalanan darat atau road trip.

Mariani menambahkan, dari lima destinasi super prioritas, yang paling banyak dipilih adalah Labuan Bajo serta kawasan Yogyakarta dan sekitarnya, namun peminatnya lebih banyak dari perusahaan. Untuk individu dan keluarga lebih memilih berjalan sendiri.

"Paling banyak Labuan Bajo kalau corporate. Raja Ampat, Sumba juga, Yogya," sebutnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Asosiasi Travel Agen Indonesia (Astindo), Pauline Suharno, mengatakan, masyarakat Indonesia cukup percaya diri saat melakukan kunjungan ke destinasi wisata domestik sedangkan ke luar negeri masih banyak yang membutuhkan pemandu serta untuk mengurus rencana perjalanan.

"Karena kalau sesama WNI mereka enggak akan menemui kesulitan kayak lagi di luar negeri," ujar Pauline.

Pauline mengatakan, pihaknya rutin memberikan pelatihan untuk mengenalkan tujuan wisata yang ada di Indonesia, terlebih pada destinasi super prioritas.

Baca juga: Paling Ditakuti saat Naik Pesawat, Ini Penjelasan Pilot soal Turbulensi

"Teman-teman agen paling hafal sama rute Singapura, Jepang, Korea. Sekarang kita memperkenalkan destinasi-destinasi lokal ke teman-teman yang frontliner," kata Pauline.

Tahun 2021 kata dia, menjadi tahun yang penuh tantangan dan harapan bagi pelaku industri pariwisata. Peraturan pemerintah pun menjadi acuan untuk para agen perjalanan untuk bergerak.

"Kita mendukung banget upaya pemerintah untuk menanggulangi Covid-19 cuma kan harus dibarengi juga dengan disiplinnya masyarakat," pungkas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini