Menparekraf dan Kemenkumham Rumuskan Visa Long Term bagi Wisatawan Asing

MNC Media, Jurnalis · Selasa 09 Februari 2021 06:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 09 406 2358915 menparekraf-dan-kemenkumham-rumuskan-visa-long-term-bagi-wisawatan-asing-4u6SHTbASM.JPG Menparekraf Sandiaga Uno dan Menkumham Yasonna Laoly (Foto: Kemenparekraf)

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno dan Dirjen Imigrasi Kemenkumham sedang menyusun atau merumuskan konsep visa long term stay atau second home untuk kalangan wisawatan asing khususnya dari kalangan pebisnis.

"Kami baru saja menyelesaikan pertemuan dengan bapak Menkumham Yasonna Laoly. Kami mengapresiasi kesiapan dan langkah-langkah untuk berkoordinasi pembukaan data kesehatan yang lebih baik dan protokol kesehatan lebih ketat dalam konteks pembukaan kedatangan wisatawan ke beberapa sentra pariwisata dan ekonomi kreatif yang sedang kita siapkan bersama dengan Menteri Luar Negeri, Menteri Kesehatan, Satgas Covid-19 dan pemerintah daerah," ujar Sandiaga Uno.

Menurut Sandi, objek wisata yang akan dibuka aksesnya bagi wisawatan mancanegara adalah Bali, Batam Bintan, maupun beberapa destinasi lainnya yang sesuai dengan bingkai ASEAN Travel Coridor dan diharapkan dapat segera rampung dalam waktu beberapa pekan ke depan.

Baca juga: Nah Lho! Sebagian Lahan Gili Tangkong Ternyata Dikelola Investor Singapura

Menparekraf Sandiaga Uno

(Foto: Kemenparekraf)

"Kami juga mengkaji visa kunjungan bisnis dan wisatawan terutama dalam peningkatan layanan e-visa yang sangat membantu kemudahan mendapatkan visa. Serta pertimbangan memberikan perlakuan khusus pada negara Asean yang sudah memiliki kesepakatan Travel Arrangement atau Travel Bubble dengan tentunya menerapkan prinsip Resiprosity atau timbal balik. Negara-negara tersebut juga membebaskan Visa untuk Warga Negara Indonesia," paparnya.

Ia menambahkan, Kemenparekraf memerlukan data-data wisatawan mancanegara untuk melengkapi big data dan dalam rangka penyusunan rencana sosialisasi yang lebih ditargetkan dan tersegmentasi.

"Dalam pertemuan yang juga dihadiri Dirjen Imigrasi Bapak Ginting, yang kami sampaikan bahwa pintu pertama wisawatan adalah petugas kita dari Imigrasi. Untuk itu kita perlu memberikan kesan pertama yang mencerminkan budaya Indonesia yang ramah, hangat, dan memiliki kekayaan alam dan budaya," tutur mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini.

Baca juga: Hanya Mereka yang Sudah Suntik Vaksin Covid Bisa Naik Cruise

Kemenparekraf lanjutnya, juga turut mendorong dari sisi ekonomi kreatif peningkatan kerjasama dalam perlindungan produk-produk terkait hak kekayaan intelektual (HKI).

Tahun lalu pihaknya mendapatkan penghargaan sebagai kementerian yang paling banyak mendaftarkan hak kekayaan intelektual. Hal tersebut kata Sandiaga Uno akan terus diperluas dengan beberapa kegiatan kampanye seperti bangga buatan Indonesia, beli kreativitas lokal, dan bangga berwisata di Indonesia.

"Kami menyepakati visa jangka panjang bagi pekerja maupun wisawatan pebisnis dalam rangka sesuai yang sudah dilihat sebagai trend. Kita menyasar pebisnis wisawatan yang masuk ke Indonesia dalam waktu 3-4 bulan per tahun saat musim dingin di negara asalnya," kata dia.

"Konsepnya visa long term stay second home untuk visa 5 tahun mereka mendeposit kan uang mereka Rp2 miliar kalau keluarga Rp2,5 miliar. Mereka boleh berinvestasi di sini, visa mereka diperbaharui setiap 5 tahun. Diharapkan ini dapat meningkatkan kualitas pariwisata dari segi lama kunjungan dan jumlah pengeluaran atau dampak Ekonomi yang lebih dirasakan masyarakat ekonomi lokal," jelas Sandi.

Rencana pengembangan visa khusus untuk kunjungan jangka panjang kata Sandi, sesuai dengan tren terkini. Di mana disebutkan ada benua ke-7, dengan jumlah 1 miliar warga dunia yang berusia 60 tahun ke atas dengan pendapatan lebih dari 15 triliun US Dolar yang memiliki kemampuan untuk tinggal lebih lama, berbelanja dan berwisata lebih lama.

"Ini perlu menjadi fokus peningkatan kualitas wisatawan kita khususnya dari lama kunjungan dan spending atau belanja wisawatan tersebut selama di Indonesia," ujarnya.

Ia menyebut bahwa pihaknya akan merumuskan bersama-sama dengan Imigrasi di mana Kemenparekraf sebagai leading sektor.

"Sehingga kasus seperti wisatawan Christian Grey maupun para pekerja yang ingin melakukan kegiatan digital nomade yang berkaitan dengan cuaca maupun keindahan alam yang kita miliki memiliki payung hukum sesuai kearifan lokal, ketentuan Perundang-undangan dan peraturan yang berlaku lainnya. Sehingga dapat membangkitkan dan memulihkan sektor pariwisata dan ekonomi kita," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini