Asyiknya Berwisata di Kota Tua Jakarta, Ini Sederet Pilihan Destinasinya

Fatha Annisa, Jurnalis · Selasa 09 Februari 2021 17:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 09 406 2358996 asyiknya-berwisata-di-kota-tua-jakarta-ini-sederet-pilihan-destinasinya-Bd76xOrDum.jpg Kali Besar Kota Tua Jakarta (myeatandtravelstory.wordpress.com)

KOTA Tua Jakarta merupakan salah satu ikon wisata Ibu Kota. Dulunya kawasan ini dikenal dengan Sunda Kelapa hingga Raden Fatahillah menyerang dan mengganti nama menjadi Jayakarta. Kemudian Belanda masuk menginvasi Jayakarta. Kota ini pun diganti nama jadi Batavia pada 4 Maret 1921. Usai Indonesia merdeka, sebutan Batavia berganti Jakarta

Kedatangan bangsa Belanda berperan penting dalam sejarah terbentuknya Kota Tua. Karenanya tidak aneh jika nuansa khas kolonial Belanda sangat kental di kawasan ini, terutama dari bangunan-bangunan yang ditinggalkan dengan arsitektur bergaya Eropa.

Baca juga:  Bebas Kendaraan, Kota Tua Jakarta Jadi Pusat Sejarah dan Budaya Terpadu

Kota Tua kini jadi pusat sejarah dan kebudayaan. Sebagai destinasi wisata, kawasan ini sering ramai wisatawan. Orang-orang berdatangan dengan berbagai tujuan, seperti mengunjungi museum-museum, berwisata kuliner, menikmati bangunan tua atau berfoto ria.

Pemprov DKI Jakarta kini menjadikan Kota Tua sebagai kawasan rendah emisi dan bebas kendaraan bermotor. Hanya transportasi umum seperti TransJakarta yang dapat berhenti di sekitar kawasan tersebut.

Ini kabar baik bagi pengunjung Kota Tua, setidaknya bisa merasakan udara segar tanpa polusi. Berwisata pun jadi lebih nyaman.

Jika Anda ingin mengunjungi kawasan Kota Tua Jakarta, berikut daftar destinasi wisata menarik yang bisa didatangi :

1. Museum Fatahillah

Berkunjung ke Kota Tua Jakarta belum lengkap jika tidak datang ke salah satu museum ternamanya, yaitu Museum Fatahillah. Bangunan berarsitektur mirip dengan Istana Dam di Amsterdam.

ilustrasi

Museum Sejarah Jakarta (Okezone.com/Fadel)

Museum ini memiliki nama resmi Museum Sejarah Jakarta. Namun karena letaknya di jalan Fatahillah, orang-orang lebih mengenalnya dengan nama Museum Fatahillah. Di sini terdapat 23.200 koleksi barang bersejarah baik asli maupun replika dari bekas peninggalan Kerajaan Pajajaran dan Tarumanegara.

Di taman belakang museum pengunjung dapat menemukan belasan prasasti nisan milik orang Belanda. Sementara di dalam museum ada sebuah ruang pengadilan dan penjara bawah tanah. Bermacam-macam perabot antik seperti keramik, gerabah, dan sebagainya.

Baca juga: Lagi PPKM Mikro, Masih Bisakah Berwisata di Kota Tua?

Di lantai satu terdapat jendela besar yang berhadapan langsung dengan alun-alun. Pada zaman dahulu jendela tersebut digunakan Belanda untuk menyaksikan eksekusi hukuman mati yang dilakukan di tengah alun-alun.

Selain menambah wawasan, pengunjung juga bisa menyewa sepeda untuk berkeliling lapangan Museum Fatahillah. Jika beruntung, pengunjung akan melihat banyak burung dara di sekitar lapangan lalu memberi makan mereka.

2. Toko Merah

Toko Merah terletak di jalan samping Sungai Ciliwung, tepatnya Jalan Kali Besar Barat Nomor 107. Untuk menemukan bangunan ini tidak akan sulit karena warna merah berani yang mendominasi bangunan sangatlah mencolok.

ilustrasi

Tokoh Merah VK

Beberapa sumber mengatakan Toko Merah merupakan bangunan tertua di Kota Tua Jakarta. Pembangunannya dimulai pada tahun 1730. Dulunya, Toko Merah pernah menjadi rumah bagi orang-orang elit Belanda dan sebuah akademi pelayaran.

Toko Merah juga menjadi saksi bisu sejarah kelam kota Jakarta. Di depan bangunannya pernah terjadi pembantaian etnis Tionghoa yang disebut Geger Pacinan sekitar tahun 1740. Karena hal tersebut banyak yang mengatakan Toko Merah punya sisi mistis tersendiri. Tak jarang, kejadian di luar akal sehat pun terjadi di bangunan bergaya Eropa ini.

Namun kini Toko Merah sudah kembali dipugar. Interior bangunan diperbaiki dan dimanfaatkan menjadi tempat pameran atau konferensi. Bagaian luar Toko Merah sering dijadikan spot foto bagi kalangan muda. Warna merah dan arsitekturnya yang megah menjadikan bangunan ini sangat cocok untuk menjadi latar foto bernuansa lawas.

3. Rumah Akar

Sesuai namanya, rumah akar adalah sebuah rumah yang ditumbuhi pepohonan dan akar di seluruh bangunannya. Meski terkesan menyeramkan, berfoto di Rumah Akar sangat estetis, lho! Tak aneh jika banyak orang memanfaatkan rumah ini sebagai tempat foto prewedding, buku tahuna, atau photoshoot lain.

ilustrasi

Rumah akar sejatinya adalah bangunan Belanda yang tidak berpenghuni. Karena lama terbengkalai dan dulu tidak ada yang mengurus, tumbuhan liar dan akar pohon pun mulai menjalar di dindingnya. Bahkan di ruang tengah terdapat pohon.

4. Jembatan Kota Intan

Di Kota Tua Jakarta terdapat jembatan tertua Indonesia, yaitu Jembatan Kota Intan. Jembatan ini dibangun bada tahun 1628 oleh pemerintahan VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie). Arsitekturnya unik dan kesan jadul sangat terlihat. Bagi Anda yang suka dengan foto bergaya vintage, Jembatan Intan adalah spot paling cocok.

ilustrasi

5. Pelabuhan Sunda Kelapa

Pelabuhan Sunda Kelapa adalah salah satu pelabuhan tertua di Indoneisa dan cikal bakal terbentuknya kota Jakarta. Pelabuhan ini berada di bawah kepemilikan Kerajaan Tarumanegara sejak abad ke-5 dan berpindah tangan menjadi milik kerajaan Sunda pada abad ke-12.

Bagi pecinta peninggalan sejarah masa lampau, pelabuhan ini wajib untuk dikunjungi. Di pelabuhan tersebut pengunjung akan merasakan suasana perdagangan zaman dahulu. Sampai saat ini pun Pelabuhan Sunda kelapa masih aktif melakukan kegiatan bongkar muat barang.

Suasana menjadi semakin indah jika Anda berkunjung pada sore hari, tepat ketika matahari mulai tenggelam. Langit jingga dan barisan kapal di pelubahan ini akan menjadi pemandangan memukau. Oleh karenanya, Pelabuhan Sunda Kelapa juga menjadi tempat favorit calon pasangan suami-istri melakukan foto prewedding.

6. Bermacam-Macam Museum

Selain Museum Fatahillah, sekiranya ada 5 museum lagi di kawasan Kota Tua Jakarta, yaitu Museum Bank Indonesia, Museum Mandiri, Museum Bahari, Museum Wayang, Museum Seni Rupa dan Keramik. Pengunjung dapat mempelajari hal-hal baru dan melihat hal yang berbeda di setiap museum.

Di Museum Bank Indonesia pengunjung akan disuguhkan sebuah ruangan teater yang memutarkan film tentang sejarah dan beran bank di Indonesia. Bangunan ini dulunya merupakan rumah sakit bernama Binnen Hospital, yang kemudian beralihfungsi menjadi Bank Indonesia pada 1828.

ilustrasi

Bersebelahan dengan Museum Bank Indoneisa terdapat Museum Bank Mandiri. Museum ini memiliki koleksi uang rupiah dari tahun ke tahun serta peninggalan terkait bank dan ekonomi seperti peralatan-peralatan bank zaman dahulu.

Jakarta sebenarnya memiliki keterkaitan yang erat dengan kebaharian karena letaknya berbatasan langsung dengan laut di bagian utara. Di Museum Bahari, pengunjung akan melihat armada pertahanan laut Indonesia tempo dulu. Koleksi yang ada di museum ini antara lain kapal laut, Meriam, jangkar, navigasi perkapalan, dan sebagainya. Jika berkunjung ke Museum Bahari, jangan lupa singgah di Menara Syahbandar. Menara ini dulunya berfungsi sebagai pemantau kapal-kapal.

Di Museum Wayang pengunjung akan menemukan beragam koleksi wayang dari seluruh Indonesia maupun mancanegara. Sedangkan Museum Seni Rupa dan Keramik menyuguhkan kurang lebih 500 karya seni rupa berbagai bentuk. Di sini pengunjung juga bisa mempelajari cara pembuatan gerabah.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini