Bandara Banyuwangi Masih Tutup Akibat Erupsi Gunung Raung, 6 Pesawat Batal Terbang

Salman Mardira, Jurnalis · Selasa 09 Februari 2021 13:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 09 406 2359153 bandara-banyuwangi-masih-tutup-akibat-erupsi-gunung-raung-6-pesawat-batal-terbang-NMmqqYHYq9.jpg Pesawat Lion Air (Okezone.com/Subhan Sabu)

BANDARA Banyuwangi masih ditutup hingga, Selasa (9/2/2021) pukul 14.00 WIB, karena erupsi Gunung Raung. Enam pesawat milik Lion Air Group membatalkan penerbangan hari ini di bandara yang terletak di Desa Blimbingsari, Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur tersebut.

Penutupan bandara dampak dari erupsi dan aktivitas Gunung Raung yang terus meningkat. Material abu vulkanis dapat merusak struktur atau komponen pesawat, sehingga membahayakan penerbangan.

Baca juga:  Gunung Raung Erupsi, Ini Daftar Pesawat Batal Terbang di Bandara Banyuwangi

“Sehubungan kondisi tersebut, dalam memastikan keselamatan dan keamanan (safety first), rencana layanan penerbangan Lion Air Group mengalami pembatalan (cancel flight) hari ini,” kata Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan persnya.

Berikut enam pesawat milik Lion Air Group yang batal terbang dari dan ke Banyuwangi hari ini.

Kedatangan di Bandara Banyuwangi:

1. Wings Air penerbangan IW-1880 pukul 09.00 WIB dari Surabaya.

2. Batik Air penerbangan ID-6590 pukul 10.00 WIB dari Jakarta – Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang.

3. Lion Air penerbangan JT-594 pukul 06.25 WIB dari Jakarta – Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang.

Keberangkatan dari Bandara Banyuwangi:

1. Wings Air penerbangan IW-1881 pukul 10.10 WIB tujuan Surabaya.

2. Batik Air penerbangan ID-6591 pukul 12.20 WIB tujuan Jakarta – Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang.

Baca juga:  Letusan Gunung Raung Bahayakan Penerbangan, Bandara Banyuwangi Tutup

3. Lion Air penerbangan JT-593 pukul 09.00 WIB tujuan Jakarta – Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang.

Menurut Danang, kondisi terganggunya operasional akibat gunung meletus termasuk force majeure atau keadaan yang terjadi di luar kemampuan manusia dan perusahaan.

“Lion Air Group telah memberikan informasi kepada seluruh penumpang (tamu) yang terganggu perjalanannya dan memperbarui sesuai perkembangan,” ujarnya.

Terkait pembatalan penerbangan tersebut, Lion Air Group memberikan solusi kepada seluruh penumpang yang terkena dampak, antara lain penjadwalan ulang keberangkatan (reschedule) dan melakukan pengembalian dana (refund) sesuai aturan yang berlaku.

Lion Air Group, lanjut dia, selalu memprioritaskan aspek keselamatan dan keamanan sehingga dampak yang kemungkinan timbul dari kondisi tersebut dapat diminimalisasi dan diantisipasi sedini mungkin.

“Lion Air Group bekerja sama dan berkoordinasi dengan otoritas penerbangan, pengelola bandar udara, pengatur lalu lintas udara setempat serta pihak lain yang terkait,” kata Danang.

Operasional penerbangan Lion Air Group akan menunggu keputusan otoritas bandara hingga dinyatakan aman untuk lepas landas serta mendarat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini