Share

Amanda Caesa Sebut Pelihara Orangutan Bukan Bentuk Kecintaan

Dewi Kania, Jurnalis · Rabu 10 Februari 2021 05:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 09 406 2359419 amanda-caesa-sebut-pelihara-orangutan-bukan-bentuk-kecintaan-eNKcXfNmuk.jpg Amanda Caesa. (Foto: Instagram/@amandacaesaa)

POPULASI orangutan terancam punah, sehingga anak muda perlu dilibatkan dalam melestarikan habitatnya. Hal itu diungkapkan oleh musisi cantik, Amanda Caesa.

Data BOS Foundation menyebutkan, saat ini populasi orangutan, di Kalimantan dan Sumatera terus mengalami penurusan secara cepat, lebih dari 50%, saat ini dari 230.000 menjadi 100.000 jumlahnya.

Sementara, keberadaan orangutan sangatlah dibutuhkan untuk kelangsungan ekosistem hutan yang baik. Manfaat orangutan memegang peranan yang sangat penting sebagai spesies di hutan. Jika tak ada orangutan, tidak ada penjaga hutan.

Tidak ada hutan, maka tidak ada oksigen alami yang dibutuhkan untuk semua makhluk hidup. Untuk itu, perlu kerja sama dari berbagai pihak untuk berperan aktif dalam melindungi orangutan dan habitatnya.

Baca Juga: Orangutan Terancam Punah, Sandiaga Uno Angkat Bicara

amanda

Karena itu, Amanda Caesa sangat peduli dengan berkurangnya populasi orangutan. Dirinya pun turut menjaga kelestarian orangutan dengan kemampuannya di dunia kreativitas.

"Sejak kecil kita sudah diajarkan melestarikan hewan yang sudah mulai punah, tentu ini penting untuk keseimbangan ekosistem, keragaman alam," ujarnya saat webinar, Selasa 9 Februari 2021.

Amanda menyebutkan bahwa selama ini banyak orang yang merasa cinta orangutan, tapi caranya salah. Mereka memelhira di dalam rumah dan tidak ikut melestarikan habitatnya.

"Dengan melestarikan habitat orangutan, bisa kembalikan mereka ke habitatnya. Kalau enggak jaga kelestariannya kita sendiri yang ngerasain dampaknya," bebernya.

Mahasiswi UniSadhuGuna ini juga tak berhenti belajar mengenali kehidupan orangutan hingga sekarang. "Kita belajar tentang orangutan, seperti apa habitatnya ciri khasnya. Dari informasi yang aku sudah tahu itu aku eksplor, kayak baby orangutan dekat banget sama ibunya," sambungnya.

Senada, CEO BOS Foundation, Dr Ir Jamartin Sihite, mengatakan, banyak pencinta orang utan mengambil satwa ini dari hutan. Lalu mereka membuat kandang di belakang rumahnya.
"Ini buka refleksi cinta orangutan, maka di sini anak muda perlu dilibatkan," katanya. 
Jamartin menambahkan, anak muda adalah masa depan planet ini. Ia akan sangat bangga bisa berjuang bahu-membahu bersama mereka dalam melestarikan satu-satunya kera besar Asia, yang keberadaannya sangat bermanfaat bagi kualitas hutan dan manusia.
"Kita edukasi satwa jadi the real oranguta. Sebanyak 1.000 orangutan dilepasliarkan dan menjaga 2500 orangutan," kata dia.
"Kita menjaga hampir setengah juta hektar habitat hutan di kalimantan. Mereka punya peran penting. Menjaga orangutan itu menyelamatkan diri kita sendiri dan menyelamatkan kemanusiaan," tutupnya.

Senada, CEO BOS Foundation, Dr Ir Jamartin Sihite, mengatakan, banyak pencinta orang utan mengambil satwa ini dari hutan. Lalu mereka membuat kandang di belakang rumahnya.


"Ini buka refleksi cinta orangutan, maka di sini anak muda perlu dilibatkan," katanya. 


Jamartin menambahkan, anak muda adalah masa depan planet ini. Ia akan sangat bangga bisa berjuang bahu-membahu bersama mereka dalam melestarikan satu-satunya kera besar Asia, yang keberadaannya sangat bermanfaat bagi kualitas hutan dan manusia.


"Kita edukasi satwa jadi the real oranguta. Sebanyak 1.000 orangutan dilepasliarkan dan menjaga 2500 orangutan," kata dia.


"Kita menjaga hampir setengah juta hektar habitat hutan di kalimantan. Mereka punya peran penting. Menjaga orangutan itu menyelamatkan diri kita sendiri dan menyelamatkan kemanusiaan," tutupnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini