Terungkap! Ini Penyebab Jatuhnya Heli yang Menewaskan Kobe Bryant

Antara, Jurnalis · Rabu 10 Februari 2021 10:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 10 406 2359653 terungkap-ini-penyebab-jatuhnya-heli-yang-menewaskan-kobe-bryant-lfzDn4hxn9.jpg Lokasi jatuhnya helikopter yang menewaskan Kobe Bryant di Calabasas, California, Amerika Serikat (Reuters/Antara)

KOMISI Keselamatan Transportasi Amerika Serikat (NTSB) mengungkapkan hasil penyelidikan penyebab jatuhnya helikopter yang menewaskan bintang basket NBA, Kobe Bryant di Calabasas, California, pada 26 Januari 2020.

Dari penyelidikan dilakukannya, NTSB menyatakan pilot helikopter dinaiki Kobe Bryant melanggar standar federal dan mengalami disoreintasi ketika terbang dalam cuaca berawan. Pilot diketahui memaksa terbang menembus awan.

 Baca juga: Kakak Beradik Diusir dari Pesawat Meski Pakai Masker, Kok Bisa?

Hal itu disampaikan oleh Ketua NTSB Robert Sumwalt kala membuka rapat dewan, Selasa waktu setempat yang membahas kecelakaan helikopter di Calabasas.

 ilustrasi

Kobe Bryant bersama keluarganya (Instagram)

Kecelakaan itu menewaskan seluruh penumpang di antaranya Kobe Bryant dan putrinya Gianna serta tujuh nyawa lainnya, termasuk sang pilot, Ara Zobayan.

"Ia terbang di bawah aturan jarak pandang terbang (VFR), yang secara legal melarangnya untuk menembus awan," kata Sumwalt dilansir Reuters, Selasa malam.

"Namun, dia melanjutkan penerbangan VFR ini menembus awan, memasuki instrumen kondisi meteorologis," ujarnya.

NTSB menjadwalkan rapat virtual pada Selasa waktu setempat untuk mengeluarkan laporan final atas kecelakaan helikopter tersebut.

 

"Kami akan mencari tahu apakah pilot berada dalam tekanan untuk melanjutkan penerbangan, dan jika iya, siapa yang menekannya," kata Sumwalt.

Baca juga:  Mengenang Setahun Kepergian Kobe Bryant

"Apa ekspektasi bagi pilot di bawah kebijakan perusahaan? Apakah ia memaksa dirinya sendiri? Tindakan apa yang seharusnya bisa dilakukan untuk menghindari terbang menembus awan?"

"Kami akan membahas fenomena disorientasi spasial, sensasi kuat dan menyesatkan yang bisa membingungkan pilot melakukan penerbangan visual di tengah kehilangan referensi jarak pandang dan jenis pelatihan semacam apa yang efektif mengatasi kondisi tersebut," ujarnya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini